GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
BUKAN BOCIL


__ADS_3

Mentari turun dari mobil begitu ia sampai di depan rumah Bunga. Ia lalu berjalan masuk ke dalam rumah Bunga, namun tiba-tiba ia mendengar suara ribut-ribut dari dalam rumah Bunga.


“Apa Mbak tidak puas menyakiti Ku ?” ucap Bunga dengan berlinang air mata.


“Tidak sekali pun !” jawab Naura dengan menekan kan kata-katanya.


“Aku tidak akan memberi tahu Tuan Albert kalau Aku tengah mengandung anaknya !” kata Bunga dalam isak tangisnya.


“Aku tidak yakin ! wanita murahan seperti Mu mana mungkin menjaga mulutnya !” maki Naura, ia begitu marah pada Bunga karena ternyata Bunga tengah mengandung anak Albert, dan Naura tidak ingin Albert tahu akan hal itu, sebab bisa saja Albert goyah dengan hatinya dan memilih Bunga ketimbang dirinya.


“Kita sama-sama seorang wanita Mbak, bahkan Mbak juga tengah mengandung anak dari pria yang sama seperti Ku ! Tidak kah Mbak merasa iba sedikit pun pada Ku !” Bunga menghapus air matanya namun tetap saja air matanya selalu berjatuhan.


Mendengar kata Mengandung anak dari pria yang sama Naura terkekeh geli mendengarnya.


“Apa yang Mbak inginkan sekarang ?” tanya Bunga.


“Keluar dari rumah ini, dan pergi sejauh mungkin sampai Albert tidak menemukan Mu !” jawab Naura to the point.


Pergi katanya ? Kemana Bunga harus pergi ? Sebab rumah pemberian dari Albert adalah satu-satunya tempat ia berteduh, ia tak memiliki sanak saudara di kota, lagi pula tidak mungkin ia kembali pulang ke desa, mau ditaruh kemana wajah kedua orang tuanya dimata masyarakat desa jika ia pulang ke desa dalam keadaan hamil besar.

__ADS_1


“Dia tidak akan pergi kemana-mana !” ucap Mentari dengan lantang ia masuk ke dalam rumah Bunga dan berjalan mendekat ke arah Bunga hingga Naura terkejut melihat kedatangan Mentari yang merupakan istri dari teman suaminya.


“Oh, ternyata Kau adalah istri sah dari teman suami Ku ini, rupanya !” Mantari jelas tahu siapa Naura sebab ia pernah melihat dan bertegur sapa dengannya.


“Jadi dia teman Mu ?” ucap Naura bertanya pada Mentari.


“Ternyata dunia ini sangat sempit rupanya !” jawab Mentari.


“Dia sudah bercerai dengan suami Mu, lalu apa lagi yang Kau ingin kan Nyonya Naura ? Lebih baik Kau fokus pada suami Mu, dan jaga dia baik-baik jangan sampai dia tahu rahasia yang Kau sembunyikan darinya !” ucap Mentari lagi sambil tersenyum mengejek pada Naura.


Dua bulan lalu, Mentari pernah melihat Naura keluar dari kamar hotel bersama seorang pria. Pria itu bahkan begitu sangat menyayangi kandungan Naura dengan mengelus-elus perut Naura. Waktu itu Mentari dan Mario menginap di hotel, sebab Mentari ngidam tidur di hotel dan tidak sengaja melihat Naura.


“Apa maksud Mu ? Rahasia apa ?” sentak Naura


“Jangan jadi kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Apa Aku harus menjelaskan pada suami Mu kalau Kau sudah bermain serong dengan pria lain ! Kau selingkuh dibelakangnya !” kata Mentari menekankan kata-katanya hingga membuat Naura kaget.


“Dari mana dia tahu ?” ucap Naura dalam hati.


“Mentari !” lirih Bunga.

__ADS_1


“Kau harus tahu Bung, wanita itu sudah selingkuh dan Aku yakin anak yang ada diperutnya bukan anak kandung mantan suami Mu ! Wajar saja dia mengusik Mu, sebab Kau tengah mengandung anak mantan suami Mu, yang bernama Albert itu !” kata Mentari


“Kau…!” tunjuk Naura pada Mentari yang tak terima dikatai seperti itu, padahal itulah kenyataannya.


“Apa ? Kau mau melawan Ku, Iya ?!” Mentari memasang badan kalau saja Naura ingin mengajaknya bertengkar.


“Dasar bocil-bocil !” maki Naura


“Hei jaga mulut Mu, biar Kami bocil begini tapi lihat Kami sudah bisa menghasilkan calon bocil !” lawan Mentari.


“Mentari sudah !” lirih Bunga mencoba melerai Mentari dan Naura.


“Jangan halangi Aku, Bung. Wanita tidak tahu diri ini memang harus diberi pelajaran !” jawab Mentari.


“Oh, Kau berani pada Ku, Iya ! Sini Kau !”


“Aaaa…!”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2