GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
BANTUAN MELISA


__ADS_3

“Melisa ! kita mau kemana ?” tanya Naura saat ini ia diajak oleh Melisa menuju kantor polisi.


“Ah, itu…Aku ingin mengajak Mu bertemu dengan teman Ku !” bohong Melisa


Melisa sebenarnya sejak kemarin mencari keberadaan Naura. Melisa adalah orang yang mengirimkan pesan singkat pada Albert kalau Naura masuk rumah sakit, sebab pada saat Bunga dan Mentari masuk ke dalam mobil Melisa melihatnya.


Bahkan Melisa yang penasaran dengan apa yang terjadi, sebab pintu rumah Bunga dalam keadaan masih terbuka lebar belum terkunci sama sekali. Melisa bisa melihat darah yang tercecer di lantai dan barang-barang diruang tamu yang berantakan. Melisa menyimpulkan mungkin kah terjadi hal buruk barusan pada Bunga.


Melisa lalu melihat rekaman cctv rumah Bunga, jelas saja Melisa terkejut saat menyaksikan pertengkaran diantara Naura dan Bunga serta Mentari istri Mario.


Melisa yang sudah menganggap Bunga sebagai adiknya, tentu saja ia tidak terima dengan perlakuan Naura. Melisa yang sudah tahu siapa mantan suami Bunga, ia pun mengirimkan pesan kalau Bunga masuk rumah sakit pada Albert.


Melisa dan Naura turun dari mobil, Naura tentu bersikap biasa-biasa saja seolah ia tak pernah melakukan kejahatan apapun dan ia tidak perlu takut saat ia tengah berada dikantor polisi bersama Melisa.

__ADS_1


Namun pada saat ia dan Melisa sudah berada disebuah ruangan, mata Naura membulat sempurna saat ia melihat Mario.


Naura hendak melarikan diri namun sayangnya pergerakannya sudah diawasi oleh para aparat kepolisian. Naura kemudian di tangkap dan diamankan oleh polisi.


“Melisa, apa yang Kau lakukan ?!” teriak Naura ia tak menyangka akan ditangkap polisi dan itu karena Melisa yang menyerahkan dirinya.


“Aku melakukan tugas Ku sebagai seorang Kakak pada Adiknya !” terang Melisa, terpukul tentu saja Melisa sangat terpukul melihat keadaan Bunga dan semua itu karena ulah Naura.


“Apa maksud Mu ?” ucap Naura lagi.


“Hah ?” Naura terkejut, ia tak tahu jika Mentari atau Bunga melaporkan perbuatannya pada Mario.


“Aku ingin dia dipenjara Pak ! Karena dia dengan sengaja telah mencelakai istri Ku !” ucap Mario memberikan perintah pada kepala kepolisian.

__ADS_1


Tentu saja polisi tersebut mengiyakan permintaan Mario sebab Mario memberikan bukti yang jelas berupa rekaman cctv dirumah Bunga.


“Melisa ! Kau tega sekali memasukkan sahabat Mu sendiri ke penjara !” teriak Naura ia merasa tak terima diperlakukan seperti ini oleh Melisa dan Mario.


Bukannya sadar akan kesalahannya, Naura malah semakin menjadi-jadi tak mengakui kesalahannya dan bahkan menganggap dirinya adalah korban padahal ia adalah tersangkanya.


“Terimakasih !” ucap Mario dengan pelan ia berterimakasih pada mantan kekasihnya itu yang sudah membantunya menemukan Naura.


“Sama-sama Mario, anggap saja ini permintaan maaf Ku karena dulu pernah melukai Mu !” ucap Melisa tersenyum kedamaian pada Mario.


Ia sudah mengikhlaskan jika dia dan Mario memang tidak berjodoh karena memang benar bukan orang yang baik akan berjodoh dengan orang yang baik pula. Melisa sudah tak mengharapkan Mario kembali padanya.


“Kau bisa menganggap Ku teman, lagi pula Kau adalah istri dari sepupu Ku, David.” Mario menyodorkan satu tangannya pada Melisa berharap Melisa mau menjabat tangannya, untuk pertemanan mereka.

__ADS_1


“Rasanya Aku sangat malu jika harus berteman dengan Mu ! Tapi baiklah, Aku menerimanya !” Melisa menyambut uluran tangan Mario dengan senag hati tidak ada lagi rasa cinta di hati mereka berdua tapi yang ada hubungan pertemanan diantara keduanya.


...****************...


__ADS_2