GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
MENGUMUMKAN


__ADS_3

"Jadi kalian membuat masalah disekolah karena berebutan seorang laki-laki ! Memalukan !" bentak Ibunya Wilona, ia menjadi geram dengan kelakuan anaknya disekolah.


"Kenapa malu, Ibu. Arash memang tampan, lihat itu orangnya !" kata Wilona tanpa tahu malunya menunjukkan jari tangannya pada Arash.


Sontak saja Ibunya Wilona langsung naik pitam dengan menarik rambut putrinya itu.


"Aduh..sakit Ibu !"


"Sudah cukup !" kali ini Mentari menjadi kesal dan pening karena sedari tadi Wilona dan Marcelia terus membahas Arash.


Semua tampak terdiam. "Putra Ku bukan milik siapa-siapa. Kalian itu masih sekolah tidak seharusnya memikirkan soal laki-laki. Apalagi Kalian tega membuat orang lain terluka karena keegoisan kalian berdua. Minta maaf pada Melati sekarang juga !" titah Mentari yang membuat Wilona dan Marcelia terdiam, tentu saja mereka enggan dan gengsi untuk minta maaf pada Melati.


"Kenapa kalian diam ?" ucap Mentari lagi.


"Ayo minta maaf pada Melati, Wilona jangan membuat Ibu dan Ayah mendapatkan masalah besar !" kata Ibunya Wilona memperingatkan putrinya.


"Aku tidak Mau, Ibu ! Aku tidak salah, yang salah itu Melati yang merebut Arash dari Kami !" kata Wilona kekeh dengan pendiriannya. Hingga membuat kedua orang tuanya terkejut.

__ADS_1


"Marcelia, Ayo minta maaf pada Melati !" kata Ayahnya


"Tidak mau Ayah ! Aku tidak Mau !"


Marcelia dan Wilona benar-benar membuat kepala kedua orang tuanya berdenyut nyeri. Padahal mereka tidak mengajarkan pada anak-anaknya untuk bersikap egois.


"Lagi pula mengapa Kalian memusuhi Melati hanya karena Melati dekat dengan Arash, Kalian benar-benar anak-anak yang aneh !" kata Mentari


Mendengar makian dari Mentari membuat Wilona dan Marcelia menjadi tersinggung, mereka lalu menatap Arash.


"Hah ? Apa ?!"


"Arash jelaskan pada Papa sekarang !" Mario menekankan kata-katanya. Tentu saja Melati menjadi takut karena masalah menjadi panjang.


"Apa yang harus Ku jelaskan Pa, semuanya benar, Aku dan Melati berpacaran !" kata Arash dengan tenang dan tanpa ekspresi. Dan membuat semua yang mendengarnya seakan disambar petir tengah hari bolong.


Jeder

__ADS_1


"Hah ? Apa ?" Marcelia dan Wilona mendadak seperti orang bengek mendengar kenyataan pahit, pria yang mereka idam-idamkan ternyata sudah berpacaran dengan Melati.


Sedangkan Melati langsung melorotkan matanya mendengar ucapan Arash barusan, omong kosong apa yang diucapkan oleh Arash. Benar-benar memalukan !


"Apa yang dia katakan ?" kata Melati dalam hati.


Lain halnya dengan Mentari ia bersikap biasa-biasa saja mendengar kalau putranya berpacaran dengan Melati. Sebab sejak awal ia sangat menyukai Melati. Memang dia berharap suatu saat salah satu dari putranya menikah dengan Melati. Itu artinya Mentari memberikan restu dan lampu hijau kalau anaknya berpacaran asal dengan Melati.


Berbeda dengan Arish, hatinya seolah tersayat sembilu saat mengetahui kalau Arash sudah berpacaran dengan wanita yang ia sukai. Apa namanya ? Cinta bertepuk sebelah tangan. Ia bahkan sudah kalah sebelum berjuang. Yang benar saja ! Ia sudah keduluan saudara kembarnya.


Para siswa dan siswi yang kepo dengan percakapan di dalam ruang kepala sekolah, mendadak mereka jadi histeris karena terkejut mendengar kabar jika benar Arash dan Melati sudah berpacaran..


"Berita hari ini, bukan hanya Arash yang menggendong Melati tapi kejelasan hubungan keduanya yang ternyata sudah resmi berpacaran !"


Tulis salah satu orang siswa di dalam grup sekolah hingga menimbulkan banyak komentar dari para netizen sekolah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2