GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PERGI KE PESTA


__ADS_3

Dua bulan kemudian,


"Cantiknya menantu Mommy." puji Helena saat Mentari dan Mario hendak pergi ke acara ulang tahun rekan bisnisnya.


"Makasih Mom." jawab Mantari


"Tidak pakai sepatu heels kan, Sayang ?" tanya Helena lagi.


"Aku pakai ini Mom, lebih nyaman !" jawab Mentari menunjukkan sepatu wedges yang ia kenakan tidak terlalu tinggi.


"Bagus." Helena mengacungi jempol pada menantunya itu, ternyata Mentari umur saja boleh masih belia tapi Mentari juga begitu memperhatikan dirinya dan juga calon anaknya.


"Kami berangkat ya, Mom." ucap Mario membawa Mentari dan Helena melambaikan tangannya.


"Oke, have fun ya !"

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Mario menceritakan rekan bisnisnya yang berulang tahun malam ini.


"Jadi dia sudah tua ?" ucap Mentari karena Mario mengatakan kalau rekan bisnisnya itu sudah berumur 95 tahun namun masih kuat dan gagah.


"Iya, Aku jadi ingin sepertinya Yank. Walaupun sudah Tua dan kakek-kakek tapi dia masih kuat dan gagah." kata Mario memuji rekan bisnisnya itu.


"Kaek kuat dan gagah ? Jadi inget Kakek Sugiyono !" celetuk Mentari hingga membuat Mario tertawa geli.


"Apa tidak risih menontonnya, Yank ?" tanya Mario.


"Waktu itu kan lagi viral, jadi kami penasaran." jawab Mentari dengan santainya hingga Mario hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ah, Aku rasa dia baik-baik saja meski batinnya masih terluka, Mas. Bunga bahkan tidak mau lagi kuliah, dan semua itu gara-gara si suami laknatnya !" Ucap Mentari dengan geram, ia rasanya ingin mencabik-cabik yang namanya Albert.


"Mantan suami Yank !" cicit Mario yang tiba-tiba merasa ngeri melihat raut kebencian di mata istrinya.

__ADS_1


Tak lama mobil Mario sampai di sebuah hotel mewah dimana di depan sana telah terbentang red carpet untuk mennyambut para tamu yang datang. Bahkan acara ulang tahun rekan bisnis Mario tersebut turut mengundang awak media sebab seluruh pengusaha sukses nan elit berkumpul di acara tersebut.


Begitu Mentari turun dari mobil yang disambut oleh suaminy, mata Mentari nampak silau karena para awak media memotret mereka tanpa henti.


"Aku berasa jadi artis, Mas !" ucap Mentari pelan dan Mario hanya menanggapinya dengan tertawa kecil tak lupa terus tersenyum di depan kamera menampilkan ketampanan wajahnya.


"Mulai saat ini Kau harus terbiasa, Yank." bisik Mario di telinga Mentari hingga para jurnalis yang melihat Mario dan Mentari berasumsi jika mereka pasangan paling romantis malam ini.


Mentari dan Mario kemudian masuk ke dalam ballroom dimana telah banyak tamu undangan yang telah hadir dan menikmati acara. Saat Mario dan Mentari berjalan ke mejanya yang sudah disiapkan oleh pelayan.


"Selamat datang Tuan Mario Syeh Scherzinger !" sambut rekan bisnis Mario yang sudah berumur 95 tahun itu, dia adalah Wilson pemilik perusahaan W Company.


Mario pun membalas sambutan hangat Tuan Wilson dengan memeluknya. "Anda selalu tampak tampan dan gagah, Aku berdoa semoga Anda selalu diberikan nikmat kesehatan." ucap Mario dengan tulus hingga membuat Tuan Wilson terharu mendengarnya.


"Terimakasih, Tuan Mario. Kau memang baik dan ramah persis seperti Ayah Mu !" jawab Tuan Wilson.

__ADS_1


"Apa kabar, Mu. Mario ?" Sapa seorang pria tampan yang mengenakan tuxedo bewarna hitam bersama isrinya. Hingga membuat Mentari menoleh ke arah pria itu dan betapa terkejutnya Mentari saat tahu siapa pria tersebut, dia adalah Albert mantan suami Bunga.


...****************...


__ADS_2