GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
ANGGOTA KELUARGA BARU


__ADS_3

Berbeda dengan Arish ia menelisik penampilan Melati dari atas sampai bawah, Arish langsung menebak jika Melati seorang gadis sederhana.


“Papa kalian tidak sengaja menabrak Ayah Melati dan membuat Ayahnya meninggal. Papa kalia harus bertanggung jawab untuk hidup Melati mulai saat ini, semoga kalian berdua bisa mengerti.” Kata Mentari memberikan penjelasan kepada kedua putranya.


“Papa..” Arash dan Arish saling menatap Mario.


“Maaf kan Papa, Arash Arish.” Kata Mario


“Kalian mau kan, menerima Melati sebegai keluarga kita ?” kata Mentari lagi.


“Tentu saja, Ma. Pasti Melati begitu berat menjalani hidupnya tanpa dukungan orang tua. Aku minta maaf atas nama Papa Ku.” Kata Arish pada Melati, tentu saja Arish begitu iba dan kasihan pada Melati, andai saja dirinya ada diposisi Melati, tentu ia akan merasakan kehilangan sama seperti yang Melati rasakan.


“Bagimana dengan Mu, Arash ?” tanya Melati.


Arash terdiam, ia tentu saja mengenal wanita yang ada di hadapannya itu pasalnya ia pernah memiliki masalah dengannya. Namun jika kondisinya sudah menyangkut nyawa ia tak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima saja keputusan yang Papanya berikan.


“Aku ikut saja keputusan Papa !” jawab Arash yang membuat Mentari dan Mario bernafas lega.


“Selamat datang di keluarga, Scherzinger. Kenal kan Aku Arish Scherzinger dan ini saudara kembar Ku Arash Scherzinger !” kata Arish dengan ramah dan Arash hanya bisa tersenyum, senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Melati pada akhirnya tinggal dan menjadi bagaian keluarga Mario. Mario dan Mentari juga menjelaskan pada kedua orang tua mereka, tentu saja kedua orang tua mereka terkejut dan cemas. Namun akhirnya kedua orang tua mereka menyetujui keputusan yang Mario ambil, mereka percaya dan yakin Mario bijak dalam membuat keputusan.


Beberapa hari kemudian dihari libur,


“Melati !” Mentari masuk ke dalam kamar Melati dengan membawa tas yang berisi laptop merek buah digigit ulat.


“Bibi.” Melati menoleh karena kehadiran Mentari.


“Ini untuk Mu.” Mentari memberikan laptop tersebut untuk Melati.


“Bibi, ini terlalu berlebihan.” Kata Melati


“Tapi disekolah Ku tidak pakai laptop, Bi.” Lirih Melati, ia menjadi tidak enak baru satu minggu ia tinggal di rumah itu, Mentari dan Mario benar-benar memanjakannya, Mereka seolah menjadi pengganti Ayahnya. Ia begitu bersyukur diterima dan tinggal bersama mereka.


“Bisa dipakai dirumah bukan ?” ucap Mentari


“Terimakasih Bibi.” Lirih Melati.


“Sama-sama. Oh Iya, jadi Kau benar-benar tidak mau pindah sekolah ?” tanya Mentari, sebab Mario dan Mentari berniat memindahkan Melati disekolah yang sama seperti kedua putranya namun Melati menola.

__ADS_1


“Tidak Bibi, Aku sudah nyaman bersekolah disana.” Jawab Melati mantap dengan keputusannya.


Mentari menganggukkan kepalanya ia mengerti kenapa Melati tidak mau pindah sekolah mungkin Melati tidak ingin terlalu menyusahkan dirinya dan Mario.


“Melati, dengarkan Bibi. Jangan pernah sungkan pada Bibi dan Paman Mario. Anggap Kami sebagai orang tua Mu. Bibi begitu senang Kau hadir ditengah-tengah keluarga Kami. Dulu Bibi ingin sekali memiliki anak perempuan, namun sayang Bibi ditakdirkan hanya memiliki Arash dan Arish. Mau kah Kau menganggap Bibi mulai saat ini seperti Ibu Mu ?”


ucap Mentari dengan tulus sedangkan Melati yang mendengarkan itu tak bisa berkata-kata lagi, matanya sudah berkaca-kaca karena terharu dan begitu amat bersyukur berada dikeluarga yang benar-benar menyayangi dirinya.


Melati hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban pada Mentari. Dan Mentari pun merentangkan kedua tangannya agar Melati memeluk dirinya.


“Mulai sekarang panggil Bibi, Ibu seperti Kau memanggil Ibu Mu.” Pinta Mentari.


“Terimakasih, Ibu.” Ucap Melati pelan, meskipun dirinya masih malu namun suatu saat Melati pasti akan terbiasa.


... ...


...****************...


Setelah menimbang berat dan mengatur tinggi hahahha..kayaknya aku bakal buat judul cerita aja deh buat Arash dan Arish dan Si kembang Melati. Tungguin yaa judul novelnya ! Pokoknya Aku nulis dijudul cerita yang baru..makasih buat yang masih setia membaca novel-novel Ku…Aku sayang kalian semua pokoknya…

__ADS_1


__ADS_2