
"Seperti yang Kau lihat, Aku nampak bahagia bersama istri Ku." jawab Mario yang tak malu merangkul istrinya di depan semua orang.
"Kalau masih pengantin baru memang beda." ucap Albert
Mario terkekeh "Ku pastikan tidak akan ada bedanya sampai kami menua bersama, bukan begitu, Sayang ?" Mario menatap manik mata Mentari hingga Mentari menjadi malu.
"Iya, Mas. Aamiin." jawab Mentari.
"Sepertinya istri Mu tengah hamil." ucap Albert berasumsi karena melihat perut istri Mario yang mulai membesar sebab kehamilan Mentari sudah memasuki bulan ke 5.
"Iya, istri Ku tengah hamil sudah lima bulan kandungannya." jawab Mario apa adanya.
"Oh Iya ? Aku juga tengah hamil, Nona Mentari tapi baru tiga bulan." ucap Naura yang ikut berbicara.
"Oh, benar kah ? Kalau begitu selamat Nona Naura, Kau akan menjadi seorang Ibu juga sama seperti Ku !" ucap Mentari dengan tulus ia masih bisa menyembunyikan ke kesalannya melihat Albert dan Naura yang ternyata berbahagia diatas penderitaan sahabatnya, Naura.
Acara pun terus berlanjut semua orang nampak ikut bahagia menyaksikan bagaimana perjuangan Tuan Wilson dalam membangun usahanya di sebuah tayangan yang ditampilkan disana.
Berbeda dengan Mentari, ia nampak mencabik-cabik daging yang akan ia makan dengan pisau dan garpu hingga membuat Mario terheran.
__ADS_1
"Yank, ada apa ?" tanya Mario
"Aku tidak tahu kalau Albert itu teman sekolah Mas, waktu SMA, dan juga rekan bisnis Mas." ucap Mentari dengan penuh kebencian menatap Albert dan Naura dari kejauhan yang kini tengah tertawa dan bahagia diatas penderitaan Bunga.
"Memangnya kenapa, Yank ?" tanya Mario merasa aneh dengan ucapan Mentari.
"Dia itu mantan suami Bunga, Mas !" lirih Mentari hingga membuat Mario membelalakkan kedua matanya.
"Serius, Yank ?"
"Iya Mas, rasanya aku ingin menusuk wajah Albert dan istrinya yang sok ramah itu !" benci Mentari semakin menjadi-jadi kala Albert naik ke atas panggung dan diberikan amanah memimpin perusahaan W. Company menggantikan posisi kakeknya, Tuan Wilson.
......................
"David gandeng tangan Ku !" pinta Melisa pada David saat ini ia dan David masuk ke dalam ball room hotel dimana David juga memiliki undangan yang sama dari Tuan Wilson sebab perusahaannya menjalin kerja sama dengan W. Company.
David berdecak, sebenarnya David ingin pergi sendiri ke acara ulang tahun Tuan Wilson namun Melisa terus merengek ingin ikut dengannya. Jadi terpaksa David pun mengajak Melisa.
Saat keduanya sudah di dalan ball room dimana para tamu undangan sedang menikmati acara, mata Melisa menyipit saat melihat Mario yang tengah duduk, seketika jantung Melisa berdebar sangat kencang seolah ia jatuh cinta lagi dengan Mario, apalagi Mario kini bertambah tampan dan berkharisma.
__ADS_1
Melisa terlalu fokus pada Mario hingga ia selalu melihat ke arah Mario, saat Mario beranjak dari duduknya dan pergi ke toilet pun Melisa mengikutinya. Jangan tanyakan bagaimana respon David sebab David meninggalkan Melisa dengan berbincang-bincang bersama rekan bisnisnya yang lain.
Mario keluar dari toilet, saat ia berjalan dikoridor hotel hendak kembali ke tempat acara. Langkah kaki Mario terhenti saat Melisa memanggil namanya bahkan keduanya saling menatap satu sama lain.
"Mario."
Mario menatap mantan kekasihnya itu dengan datar tanpa ekspresi bahkan ia merasa tak suka bertemu dengan Melisa secara tidak sengaja seperti ini.
"Mario, apa kabar Mu ?" tanya Melisa dengan lembut.
"Aku sehat dan bahagia bersama istri Ku !" Mario menekankan kata istri di hadapan Melisa agar Melisa sadar jika Mario sudah menikah dan bahagia bersama Mentari.
"Aku kan tidak nanya istrinya !" ucap Melisa dalam hati ia tak suka saat Mario mengatakan telah bahagia bersama istrinya, siapa lagi kalau bukan Cahaya Mentari binti Sarifudin.
"Mario, Apa Kau punya waktu ? Aku ingin bertanya. Kau kenal betul dengan David, pasti Kau tahu bagaimana David !" lirih Melisa ia menggunakan nama suaminya untuk kembali dekat dengan Mario bila perlu mengambil lagi hati Mario agar jatuh ke pelukannya.
"David..?"
...****************...
__ADS_1