GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
INSIDEN


__ADS_3

“Rasakan ini dasar bocil tidak tahu sopan santun !” Naura menarik rambut Mentari dan Mentari pun juga tak kalah menarik rambut Naura.


“Aaaaaa”


“Kau wanita tua yang tidak tahu diri, apa kurangnya suami Mu, apa dia jarang ngajak ngadon sampai Kau selingkuh darinya !” jawab Mentari menarik rambut Naura dengan kencang.


“Aaaa sakit, lepaskan ! Berengsek, beraninya Kau bicara seperti itu !” teriak Naura


“Benar bukan ? Suami Mu pasti jarang mengajak Mu ngadon makanya Kau cari kepuasan dengan pria lain sampai bunting anak pria lain ! Wanita model seperti Mu paling cocok menghuni neraka !” kata Mentari.


“Siapa bilang berengsek !” jawab Naura sambil menahan sakit dikepalanya karena rambutnya ditarik oleh Mentari.


“Aku yang bilang, jangan-jangan terong suami Mu loyo makanya kau cari yang lain !” kata Mentari lagi.


“Berengsek Kau !”


“Kau yang berengsek !”


“Kenapa jadi ngomongin terong ?” ucap Bunga panik melihat perkelahian diantara Naura dan Mentari.


“Terong suami Mu loyo !”

__ADS_1


“Berengsek Kau, terong suami Mu kecil !”


“Aaaa…sakit !”


“Apa Kau bilang ? Terong suami Ku kecil, punya suami Ku limited edition sebab hasil perkawinan silang dua negara yang berbeda.”


“Diam !” teriak Bunga, sedari tadi ia mencoba melerai perkelahian diantara Naura dan Mentari ia tetap tidak bisa memisahkan mereka, namun begitu mereka saling mengejek terong Ayah dari anak yang Bunga kandung, ia merasa tak terima, sebab Albert begitu perkasa di ranjang sampai-sampai Bunga selalu menjerit setiap bercinta dengannya.


“Kau yang diam !” Naura melepaskan tarikan rambutnya dikepala Mentari dan mendorong Bunga hingga Bunga jatuh dan terduduk dilantai.


Bugh


“Aduh…aaah…” rintih Bunga, seketika perutnya merasa sakit luar biasa setelah terjatuh didorong oleh Naura.


“Kau yang gila !” jawab Naura


“Oh, baiklah akan ku tunjukkan kegilaan Ku !” Mentari langsung menarik rambut Naura hingga Naura kesakitan, namun Naura mencoba melawan Mentari dengan menendang perut Mentari hingga tubuh Mentari seketika terdiam dan jatuh di lantai.


Dugh


“Aaaa….perut Ku !” Mentari sampai mengeluarkan air mata merasakan sakit diperutnya. Bahkan dari pangkal pahanya kini mengeluarkan darah yang mengalir deras.

__ADS_1


“Mentari !” teriak Bunga


Naura yang melihat Mentari dalam keadaan kesakitan seperti itu ia menjadi panik begitu pun dengan keadaan Bunga. Ia lalu pergi dari rumah Bunga begitu saja, dan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan rumah Bunga.


“Bunga…perut Ku sakit !” tangis Mentari.


“Tahan sebentar, Ak..Aku panggilkan sopir Mu di depan !” Bunga mencoba berdiri meskipun sulit dan menyakitkan namun ia harus melakukannya demi keselamatan Mentari dan kandungannya.


Setelah bersusah payah menemui sopir Mentari yang menunggu di dalam mobil. Sopir tersebut bahkan sampai terkejut melihat keadaan Mentari, ia lalu menggendong Mentari masuk ke dalam mobil begitupun dengan Bunga, Bunga juga ikut dengan Mentari ke rumah sakit sebab Bunga dan Mentari sama-sama memerlukan bantuan medis.


“Aaahh….sakit !”


“Ak..Ku juga !”


Sopir tersebut semakin panik sebab ia membawa dua wanita yang mungkin akan segera melahirkan.


"Sabar Nyonya, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit !"


“Tolong hubungi suami Ku !” suara Mentari semakin melemah sepertinya ia sudah kehabisan tenaga sebab darah terus keluar dari intinya.


Bunga mencoba mengambil ponsel Mentari dari tasnya, dan mengubungi Mario kalau ia dan Mentari kini dalam perjalanan menuju rumah sakit dan hendak melahirkan.

__ADS_1


“Mentari !” teriak Bunga yang melihat Mentari kini sudah………


Sudah dulu ya gaes, besok lanjut lagi, Maaf kemarin enggak update sebab lagi sibuk bikin nilai raport,,heheh...


__ADS_2