
"Terimakasih."
"Untuk ?"
"Sudah membantu Ku."
Saudara kembar itu tengah berada di kamar Arash. Arish sengaja masuk ke dalam kamar Arash hanya untuk mengucapkan rasa terimakasihnya karena Arash sudah membela dirinya di hadapan Mario, hingga Mario memberikan izin dirinya untuk masuk ke dunia kedokteran nanti.
Dalam hati Arish, meskipun Arash selalu bersikap dingin, cuek dan semaunya tapi Arash tetaplah saudaranya yang mengerti akan perasaannya. Arish tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalas kebaikan Arash padanya.
"Hem..Aku hanya kasihan pada Mu. Setelah ini belajarlah yang giat lagi supaya Kau bisa meraih impian Mu." kata Arash dengan santainya.
Arish tersenyum, sikap Arash tidak pernah berubah memang duplikat sang Papa selalu menasehati dan memperingati dirinya.
"Kau jangan tersenyum seperti itu, Aku geli melihatnya !" celetuk Arash kemudian ia berjalan masuk ke dalam walk in closed miliknya.
"Boleh, Aku bertanya sesuatu ?" tanya Arish
"Apa ?" Arash mengganti pakaiannya karena ia akan pergi keluar.
"Apa benar Kau dan Melati berpacaran ?" tanya Arish serius.
__ADS_1
Arash menghentikan pergerakan tangannya memilih pakaian yang hendak ia kenakan. "Apa Kau tidak dengar ?"
"Bukan begitu maksud Ku."
Arash berbalik kemudian menatap Arish.
"Sepertinya Kau harus berusaha membuat dia jatuh cinta pada Mu, Arish !"
"Maksud Mu ? Kau jangan mempermainkan perasaannya, dia gadis baik-baik." Arish berdecak kala melihat Arash yang ternyata tidak serius dengan Melati.
"Itu bukan urusan Mu !" Arash memakai jaketnya dengan santainya tanpa mempedulikan Arish yang mungkin tengah kesal padanya.
"Kau terlalu banyak bicara dan bertanya, Arish !" Arash lalu mengambil jam tangannya dengan asal, dan memakainya kemudian ia berlalu meninggalkan Arish yang diam terpaku.
......................
Arash mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang ia hendak menuju cafe dimana ia sudah janjian dengan Farhan untuk bertemu.
Sesampainya ia di caffe ternyata ia harus menunggu Farhan karena, Farhan mengatakan jika motornya tiba-tiba pecah ban.
Arash pun lalu memesan makanan dan minuman di caffe tersebut. Setelah pesanannya tiba, ia mendengar suara percakapan orang yang ada di belakang kursinya.
__ADS_1
"Sangat disayangkan, Model pendatang baru itu ternyata memiliki scandal yang mungkin membuat Netizen menjadi gempar !"
"Siapa maksud Mu ? Danisa ?"
"Iya, katanya dia pergi bersama Tuan Bernando ke Maldives !"
Kening Arash semakin mengkerut kala mendengar nama Danisa disebutkan oleh mereka.
"Aku yakin mereka sudah pernah berwik-wik !" keduanya terkekeh bersama hingga membuat telinga Arash serasa panas mendengarnya. .
"Bukan hal yang tabu lagi jika wanita sudah tidak perawan, ini zaman modern!"
"Hahaha, tetap saja. Aku jadi kasihan mengingat Model yang terdahulu setelah Tuan Bern bosan, maka dia akan meninggalkannya dan karirnya pasti akan meredup !"
Arash kemudian meraih ponselnya lalu membuka blokiran nomor Danisa. Ia lalu menelpon Danisa berulang kali namun tak kunjung di angkat. Arash berdecak kesal bercampur amarah, benarkah apa yang dikatakan oleh orang-orang mengenai wanita yang ia cintai itu ? Arash berpikir jangan-jangan Danisa meminta putus dengannya hanyalah sebuah alasan untuk bisa bersama dengan yang namanya Tuan Bernando yang tidak ia ketahui seperti apa orangnya.
Arash masih terus menghubungi nomor ponsel Danisa namun tak kunjung di angkat, sebab Danisa kini tengah....
...****************...
Mau dilanjut enggak ? tolong komen yang banyak dulu ya...🤭 Aku belum sempet edit typo di bab awal nanti kalo sempet aku edit yaa...😀
__ADS_1