GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PERTAMA


__ADS_3

"Oh, sialan !"


Arash mengusap kasar wajahnya baru berapa menit ia meminum ramuan dari Mario, tiba-tiba senjatanya langsung terasa sesak di balik celananya.


Arash masuk ke dalam kamar dimana ia melihat Melati sudah tertidur dengan menggunakan pakaian lingerie satin bewarna merah muda.


Apalagi pakaian yang dikenakan Melati sedikit tersingkap karena Melati mengubah posisi tidurnya dengan menyamping, sungguh posisi yang membuat mata Arash menjadi sakit apalagi burungnya seakan ingin keluar dari celana.


"Oke, jangan salah kan Aku kali ini ! Kau sendiri yang memancingnya !" gumam Arash ia kemudian naik ke atas tempat tidur dan mengungkung tubuh Melati. Hingga pada akhirnya Melati terbangun dari tidurnya.


"Ar..Arash !" Melati terkejut apalagi Arash saat ini tengah bermain di lehernya hingga membuat Melati mendesahhh.


"Emmh...aah..."


Arash menarik tali jubah lingerie yang dikenakan oleh Melati. Hingga menampilkan punggung mulus Melati.


"Aku menginginkanmu." ucap Arash dengan suara beratnya, hasratnya kini sudah di ubun-ubun saking ingin sekali melakukannya dengan Melati.


Belum menjawab Melati sudah di hujammi ciuman oleh Arash hingga Melati tak mampu lagi berkutik selain pasrah dan menerima perlakuan yang Arash berikan.


Dessahan itu selalu lolos dari mulut Melati apalagi kini tubuh mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang.

__ADS_1


"Astaga, itu apa ?" Melati terpekik saat melihat milik Arash yang begitu besar dan tegak menantang.


"Ka..Kau minum obat pembesar ya ?" tebak Melati asal bicara.


"Jangan asal bicara, Ini warisan turun temurun !" kata Arash dengan bangganya.


Warisan katanya ? Hahaha...yang benar saja !


"Mana ada seperti itu ?!"


"Ada ! Ini buktinya !" Arash meraih tangan Melati untuk memegang miliknya hingga Melati bergidik ngeri dan bulu kuduknya seketika berdiri.


"Memang seperti itu bentuknya !"


"Pasti itu tidak muat, Arash. Jangan..Aku tidak mau !" Melati menarik tangannya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai kepalanya.


"Apa katanya tadi ? Tidak mau ? Oh tidak bisa Ku biarkan Kau lari dari tanggung jawab !" kata Arash dalam hati.


Arash menarik selimut Melati dengan paksa hingga Melati memekik.


"Arash ?!"

__ADS_1


Dengan cepat Arash kembali mengungkung tubuh Melati dan menjamahh tubuh Melati hingga Melati tak berkutik, terus terang sentuhan yang diberikan oleh Arash benar-benar membuat Melati lupa diri dan ia pun menikmati sentuhan itu dari Arash.


"Ar..rash !" kini payudaraaa nya sudah penuh bekas cuppang yang diberikan oleh Arash bahkan Arash mulai membenamkan kepalanya dibagian sensitifnya.


Arash mencium dan membelai milik Melati hingga Melati menggelinjang hebat. Dan memekik apalagi Arash memainkannya dengan lidah tanpa henti.


"ooohh mmphh...aaahh.."


"Ar..rash Ak..Ku ingin pipis !" pekik Melati namun Arash tak menghiraukan suara Melati, ia tatap asyik dengan apa yang ia mainkan begitu candu dengan aroma yang khas, dan memabukkan bagi Arash hingga membuatnya tanpa henti untuk melakukannya..


Milik Melati berkedut dan mengeluarkan cairan itu untuk pertama kalinya, tubuh Melati lemas tak bertenaga namun siapa sangka Arash malah memasukkan salah satu jarinya hingga membuat Melati kembali memekik.


"Aaaakkhhh..."


Tangan Arash yang awalnya bergerak lambat kini berubah cepat mengobrak Abrik sawah yang akan digarapnya. Hingga membuat Melati bergerak dan menggelinjang hebat, bahkan Arash tanpa henti menghisap payudaraaa milik Melati hingga membuat Melati meringis sakit namun merasakan kenikmatan yang tak bisa didefinisikan dengan kata-kata selain dengan dessahaan yang terus keluar dari mulutnya.


"Aaahhh...aahh...aahh.."


...****************...


Mau lanjut enggak ? Koment yang banyak yaa..🤣😂🥰

__ADS_1


__ADS_2