GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
KETIGA


__ADS_3

"Ba..bagaimana bisa ?" Melati membelalakkan kedua matanya kala melihat ular suaminya yang tidak kunjung tidur, dia tetap hidup tegak dan menantang.


Mau tidak mau Melati harus melayani suaminya, sebab Arash pun merasa tak pernah puas menjamah tubuh Melati. Hingga pada akhirnya permainan mereka berhenti kala ular Arash tertidur tepat pada pukul empat pagi, dan itu membuat Melati sudah jatuh pingsan karena tak sanggup melayani Arash.


"Aaaaaahhh..."


Arash mengerang panjang setelah menumpahkan bisanya yang terakhir kali di dalam rahim istrinya. Di lihatnya Melati sudah tertidur bukan tidur melainkan pingsan. Apalagi tubuh Melati yang sudah penuh dengan bekas cupangg yang Arash berikan.


"Papa benar-benar gila, cukup sekali saja Aku meminumnya, tidak lain kali !" Arash begitu kasihan melihat Melati yang terkapar tak berdaya.


Minuman yang diberikan oleh Mario benar-benar membuatnya perkasa namun sangat disayangkan dapat membuat lawannya tumbang. Arash khawatir jika saat Melati bangun dari tidurnya, Melati tak bisa bergerak atau beraktivitas.


"Terimakasih sayang, Aku tidak akan mengecewakan Mu, menyakiti Mu, atau meninggalkan Mu. Aku mencintai Mu, Bunga Melati Ku."


Arash mengecup kening Melati dengan lembut lalu kemudian ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


......................


Pagi harinya, Arash bergabung sarapan pagi bersama kedua orang tuanya hanya seorang diri, sebab Melati masih belum kunjung bangun dari tidurnya.


"Selamat Pagi !" sapa Arash ia mengambil roti dan mengolesinya dengan selai cokelat karena itulah sarapan pagi yang ia sukai sejak kecil.

__ADS_1


"Mana Melati ?" Mentari celingak-celinguk karena Arash hanya bergabung seorang diri tanpa istrinya.


"Masih tidur, Ma !" jawab Arash dengan santainya, hingga membuat Mentari mengerutkan keningnya pasalnya menantunya itu tidak biasanya bangun kesiangan. Apalagi ini hari kerja, dimana Melati harus berangkat ke kampus, mengajar sebagai seorang dosen.


"Masih tidur ? Apa dia tidak kerja ?" tanya Mentari lagi.


"Aku akan mengirimkan surat izin ke lembaga kampusnya !" jawab Arash kemudian sambil menikmati sarapannya.


"Apa dia sakit ?" tanya Mentari lagi kini dia khawatir dengan menantunya itu.


"Iya, pasti dia masih sakit !" celetuk Arash


"Sakit enak, Yank !" bisik Mario yang membuat Mentari membulatkan kedua matanya.


"Apa harus ku jelaskan kalau kami semalam baru saja melakukan ritual malam pertama, pada Mama ?" kata Arash menghela nafasnya hingga membuat Mentari tersedak.


"Uhuk...uhuk.."


"Minum Yank, minum dulu !" Mario menyodorkan air putih pada istrinya. Dan Mentari menyambutnya dengan meneguk air putih itu.


"Lain kali jangan terlalu bertanya tentang Melati, Yank. Arash dan Melati kan sudah menikah, mereka butuh privasi." kata Mario dengan lembut.

__ADS_1


Mentari baru sadar kalau Arash dan Melati baru bertemu setelah tujuh tahun hidup berpisah. Prihal ucapan Arash barusan, Mentari baru memahami kalau selama ini mereka tak pernah melakukannya.


"Mama minta maaf, Arash. Ya sudah Kalian sarapan saja berdua, Aku sudah kenyang, Mas !" kata Mentari menahan malu, ia lebih baik kembali ke kamarnya.


Setelah kepergian Mentari, Mario menatap Arash dan tersenyum ke arah putranya itu.


"Papa benar-benar...!" kata Arash pelan.


"Benar terbukti kan minuman itu anti malu dan anti gagal dimalam pertama !" kata Mario dengan santai dan bangganya.


"Aku tidak mau lagi minuman laknat itu !" tolak Arash, hingga membuat Mario terkekeh.


"Yakin Kau tidak ingin lagi ?" ejek Mario.


Antara mau atau tidak, yang jelas saat ini Arash hanya memikirkan kesehatan istrinya. Jelas saja Arash mau sekali minuman itu, karena membuat ularnya begitu perkasa, tapi disisi lain ia kasihan pada Melati bagaimana jika Melati marah padanya dan tak mau lagi melayani dirinya.


Bayangan betapa erotisnya mereka semalam saja masih terngiang-ngiang sampai pagi ini. Sungguh hal yang ingin Arash ulangi lagi dan lagi.


"Nanti saja kalau Aku butuh !" kata Arash dengan pelan hingga membuat Mario tertawa lepas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2