GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
WAKTU BERLALU


__ADS_3

Maaf kemaren lupa update, harap maklum ya Gaes...😂🙏


......................


7 tahun kemudian,


Tak terasa waktu sudah 7 tahun berlalu, hari berlalu silih berganti bulan berganti bulan. Kehidupan keluarga Scherzinger semakin harmonis. Namun ada yang aneh dalam kehidupan rumah tangga Arash dan Melati. Pasalnya setelah mereka lulus SMA, sepasang suami istri itu sepakat untuk LDR. Lebih tepatnya Arash yang menghindar dari Melati.


Setelah kejadian Arash bertemu dengan Danisa ia mencoba membuang jauh-jauh pikiran tentang wanita itu. Hingga pada akhirnya hatinya kini mulai berlabuh pada Melati, hanya saja ia takut untuk merasakan sakit hati untuk kesekian kalinya. Dan ia lebih memilih jauh dari istrinya itu.


Kini sudah tujuh tahun lamanya Melati dan Arash hidup terpisah. Namun hari ini adalah hari dimana Arash kembali ke negara Konoha, sebab ia harus memimpin perusahaan menggantikan posisi Mario sebab Arash sudah menyelesaikan seluruh studinya di luar negeri.


Arash turun dari pesawat jet pribadi milik keluarga Scherzinger, dengan tampan dan gagahnya ia menuruni anak tangga pesawat bahkan ia sudah disambut oleh beberapa orang pengawal dan juga Harry yang masih setia menjadi assisten pribadi Mario dan kini tugasnya sudah beralih menjadi asisten pribadi Arash.


"Selamat datang kembali, Tuan Muda !" sapa Harry tersenyum ke arah Arash.


Arash kini sudah menjadi pria dewasa dan Harry yakin pasti perusahaan SS Company akan lebih berjaya di pimpin oleh Arash.

__ADS_1


"Kau selalu awet muda, Paman Harry. Beritahu aku rahasianya ?" kata Arash bercanda. Karena memang benar meskipun usia Harry sudah lima puluh tahun, tapi Harry tetap bugar, dan tidak ada yang berubah dari raut wajahnya masih tampan tak berkeriput sedikitpun.


"Tuan bisa saja, semua ini karena perawatan yang diberikan oleh istri saya, tentunya !" kata Harry dengan bangganya..


"Oh iya ? Apa istri Paman membuka jasa perawatan wajah sekarang ?" kata Arash basa basi kali ini mereka tengah berada di perjalanan menuju kediaman Mario Scherzinger.


"Perawatannya berbeda dari perawatan wajah biasanya karena ada perawatan plus-plus yang bisa membuat Saya menjadi awet muda." seloroh Harry bukan Harry namanya jika tidak bisa diajak bercanda, sebab hidupnya selalu penuh dengan canda.. bercanda.


Arash terkekeh mendengarnya.


"Bagaimana keadaan orang tua Ku ?" tanya Arash kemudian.


"Silahkan Tuan !" Harry bukakan pintu untuk Arash dan Arash berjalan memasuki rumah yang sudah tujuh tahun ini ia tinggalkan.


Saat Arash hendak sampai di depan pintu rumah yang sudah terbuka lebar, Mentari dengan cepat berhambur memeluk putra kesayangannya itu dengan penuh rasa kerinduan.


"Mama merindukan Mu."

__ADS_1


"Aku juga merindukan Mama." Arash membalas pelukan sang Mama dengan hangat.


"Apa Kau tidak rindu pada Papa, Son ?" kata Mario dengan suara beratnya.


"Tentu saja, Aku merindukan Omelan Mu, Pa !" ledek Arash lalu mereka berdua terkekeh dan saling memeluk.


Saat ketiganya tengah menyalurkan rasa rindu, tiba-tiba terdengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumah, sebuah mobil Ferarri bewarna kuning yang menjadi pusat perhatian Arash dan juga kedua orang tuanya.


Seorang wanita turun dari mobil itu dengan menggunakan heels bewarna nude, dan pakaian formal setelan blazer bewarna biru tua.


Arash memperhatikan wanita itu dari ujung kaki sampai kepala, jantungnya berdegup kencang saat tahu siapa wanita itu.


"Dia semakin cantik, bukan ?" bisik Mentari pada putranya hingga pada akhirnya Mentari dan Mario meninggalkan Arash, karena mereka tahu anak dan menantunya itu butuh waktu untuk bicara berdua, sebab mereka sudah 7 tahun tak bertemu.


Melati berjalan dengan santai dan percaya diri, pada langkah kaki berikutnya ia menghentikan langkah kakinya dan berhadapan dengan Arash sambil membuka kaca mata hitam yang ia kenakan.


"Hallo, Arash !"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2