
Bunga menanti kedatangan Albert dirumahnya, selama menikah dengan Albert. Bunga diberikan oleh Albert rumah, mobil, dan uang tunai. Bunga tidak perlu repot-repot bekerja mencari uang, sebab Albert yang memenuhi semua kebutuhan Bunga selama ini.
Bunga terus menanti kedatangan Albert, ia bahkan sudah memasak makanan kesukaan Albert dan memakai pakaian yang diberikan Albert tempo hari di butik ternama.
Lama Bunga melamun menanti kedatangan suaminya itu tiba-tiba Bunga mendengar suara mobil yang masuk ke dalam halaman rumahnya. Sontak saja Bunga langsung menuju pintu dan membuka pintu rumah.
Begitu Bunga membuka pintu rumah lebar-lebar raut wajah yang awalnya bahagia menyambut kedatangan Albert, kini berubah datar tanpa ekspresi bahkan degup jantungnya kini tak beraturan kala melihat Albert datang bersama istrinya, Naura.
Naura melenggang masuk ke dalam rumah tanpa permisi pada Bunga, ia bahkan langsung mendudukkan diri di kursi tamu sedangkan Albert menatap Bunga dengan sorot mata yang sulit untuk di artikan.
"Tu.. Tuan." ucap Bunga terbata-bata.
"Cepat katakan padanya, Mas ! Aku tidak mau bertele-tele !" ucap Naura ketus ia tak suka dengan Bunga, wajar saja sebab suaminya menikah lagi untuk mencari anak tanpa sepengetahuannya.
Bunga menoleh ke arah istri Albert ia bingung dengan apa yang dikatakan oleh istri Albert itu.
Albert menatap Bunga tiada henti, mungki lebih baik mengatakan yang sebenarnya pada istri siri nya itu maksud kedatangannya bersama istri sahnya.
__ADS_1
"Ada apa Tuan ?" tanya Bunga kemudian
"Cepat katakan Mas, katakan kalau Kau menjatuhkan talak padanya !" pungkas Naura
Bunga terperanjat mendengar penuturan istri Albert.
"Ta.. talak ?" ucap Bunga dengan suara tercekat.
Albert menghembuskan kasar nafasnya, tiga bulan ia sudah menikah dengan Bunga. Namun ternyata Albert harus mengakhiri hubungan pernikahan mereka.
Deg
Jantung Bunga seakan ingin lompat dari tempatnya, pernyataan Albert barusan seoalah meruntuhkan kehidupannya.
"Tu.. Tuan, Al...Kenapa ?" mata Bunga mulai berkaca-kaca seolah ingin segera menumpahkan air mata yang datang secara tiba-tiba tersebut.
"Karena Kau tidak perlu lagi repot-repot untuk hamil, sebab Aku kini tengah hamil dan mengandung anak Albert, suami Ku !" ucap Naura menekankan kata-katanya.
__ADS_1
Bunga diam terpaku bahkan jantungnya seolah berhenti berdetak mendengar penuturan dari istri Albert. '
Lalu bagaimana dengan Akuq ? Bukan kah Aku juga tengah mengandung anak Albert !' batin Bunga bergemuruh.
"Maaf kan Aku Bunga, ini terjadi di luar dari perjanjian kita. Aku harap Kau bisa mengerti. Aku berikan rumah ini dan mobil untuk Mu, bahkan uang yang ada di brangkas semuanya untuk Mu." kata Albert pelan yang mampu membuat hati Bunga bak tertusuk ribuan jarum.
Air mata Bunga kini berjatuhan tanpa permisi, bahkan Naura tidak merasa iba sama sekali walaupun mereka sesama wanita.
"Sudah jelas sekarang, bukan ?" ucap Naura menatap Bunga sinis. "Ayo Mas, kita pergi. Jangan lagi Kau datang dan menemui wanita ini." kata Naura lagi.
Albert menatap Bunga dengan penuh rasa kasihan dan iba bahkan entah mengapa ia menyesal telah menjatuhkan talak pada Bunga. Namun kembali lagi rasa cinta dan sayangnya pada Naura menutupi itu semua.
"Jaga dirimu baik-baik." setelah mengucapkan itu Albert langsung pergi bersama Naura dari hadapan Bunga dan masuk ke dalam mobilnya. Meninggalkan Bunga yang menangis pilu nan tergugu setelah kepergian Albert.
"Hiks.. Hiks... "
...****************...
__ADS_1