
Dua bab dulu hari ini ya Gaes..aku dah ngantuk banget soalnya..capek banget banyak kerjaan..harap maklum 😁🙏
...----------------...
Melati terbangun dari tidurnya ditengah malam. Tadi ia tidur pada pukul tujuh malam saking tubuhnya merasa lelah, dan tak sempat makan malam. Perutnya kini merasa lapar, ia menoleh ke samping tempat tempat tidurnya ternyata Arash pun sudah tidur dengan nyenyak sambil melingkarkan tangan ke perutnya.
"Kenapa tidak dari dulu Kau seperti ini, Arash !" kata Melati dalam hati memandangi wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas.
Melati kemudian mendudukkan dirinya dan mencoba turun dari tempat tidur, rasa sakit di sawahnya tentu saja sudah tidak separah tadi pagi, namun ia sudah bisa berjalan dengan normal.
Melati kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ruang dapur, untuk mendapatkan makanan. Saat ia berjalan ke ruang dapur, matanya menyipit kala melihat lampu menyala.
"Apa pelayan lupa mematikan lampu ? Gumam Melati, kemudian ia melihat seorang pria tengah memakan mie instan yang harum masakannya sampai ke hidung Melati.
Melati terdiam saat tahu siapa pria yang tengah menikmati mie instan itu, namun tanpa ragu ia kemudian duduk di hadapan pria tersebut.
__ADS_1
Dia adalah Arish, entah kapan pria itu pulang dari Jerman, tiba-tiba ia sudah dirumah dan tengah makan mie malam-malam.
Arish mendongakkan wajahnya melihat wanita yang sejak dulu ia cintai, kini berubah tambah cantik mempesona. Ia terdiam karena lidahnya merasa kelu, ada rasa malu dan juga rindu kala ia melihat Melati. Ingin sekali ia membawa Melati ke dalam pelukannya, namun ia sadar diri jika Melati adalah istri dari saudara kembarnya sendiri.
Arish menghentikan kegiatan makannya, lalu ia membalikkan tubuhnya dan memasak mie satu lagi untuk wanita itu. Arish tahu, pasti Melati belum makan malam, sebab sudah jadi sebuah kebiasaan Melati jika lapar tengah malam, wanita itu pasti akan makan mie.
Beberapa menit kemudian, Arish meletakkan mie kuah kari ayam kesukaan Melati lengkap dengan telur setengah matang.
Melati memperhatikan semangkuk mie dihadapannya, dan kemudian ia kembali menatap Arish. Pria itu masih saja perhatian kepadanya, karena sejak awal ia pindah ke rumah ini hanya Arish yang mau berteman dan akrab dengannya.
Disisi lain, Arash melihat semua interaksi istri dan saudara kembarnya. Tangannya mengepal kuat karena menahan cemburu dan juga emosi dalam dirinya. Arash bisa melihat secara jelas, jika Arish masih menyukai istrinya.
Arash lantas menuju kamar Arish dimana Arish baru saja masuk ke dalam kamarnya. Ia kemudian mencengkram kuat kerah baju Arish hingga tatapan mereka berdua saling mengunci dengan tajam.
"Ada apa ?!" sarkas Arish
__ADS_1
"Kau yang kenapa ?! Kenapa Kau masih mendekati istri Ku !" Arash menghempaskan cengkraman tangannya dan kemudian memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
"Kau cemburu ?!" Arish meledek, untuk pertama kalinya Arish melihat kecemburuan Arash.
"Aku tidak akan merebut milik orang lain, apalagi milik saudara Ku sendiri !" Arish menghela nafasnya kemudian ia mendudukkan diri dibibir ranjangnya.
"Buktikan perkataan Mu !" jawab Arash ketus.
"Iya, Kau lihat saja ! Sudah pergi lah sana, Aku mengantuk, ingin tidur !" Arish mengusir Arash dengan melemparkan bantal padanya, hingga Arash menggerutu.
"Lain kali beri makan istri Mu, dia sampai kelaparan pasti karena ulah Mu ! Pergi sana ! Dan jangan lupa tutup pintunya !" kata Arish lagi, ia kemudian menutup tubuhnya dengan selimut, hingga membuat Arash berdecak kesal.
Padahal Arash ingin menyambut kedatangan saudara kembarnya itu, namun ternyata rasa cemburu malah menutupi egonya. Hingga pada akhirnya hubungan Arash dan Arish menjadi tidak sehat, itu karena mereka mencintai satu orang wanita yang sama, yaitu Bunga Melati.
...****************...
__ADS_1