
Bruk
"Aduh..." Melati merasakan sakit di bokongnya saat tubuhnya di hempaskan oleh Arish ke lantai. Meskipun Arish telah menyelamatkannya, tapi Arish tetap saja tidak menyukai Melati dan membencinya.
"Apa selain ikut campur urusan orang lain Kau juga suka menguping ?" Arish mengatakan itu dengan mensejajarkan tubuhnya dengan Melati hingga tatapan mereka saling bersibobrok satu sama lain.
"Ma..maaf Arish Aku tidak sengaja mendengar suara keributan tadi, Aku tidak tahu kalau itu Kau.." ucap Melati pelan ia meremas ujung rok sekolahnya saking takutnya pada Arish.
Arish memiliki sifat arogan dan dingin berbeda dengan Arash yang lebih ramah dan baik pada siapa pun.
"Aku tidak butuh penjelasan Mu !" Arish menekankan kata-katanya lalu pergi meninggalkan Melati yang menatap kepergiannya.
Melati menghembuskan kasar nafasnya setelah kepergian Arish. Tidak pernah sekali pun Arish bersikap baik padanya, selalu saja ketika ia berhadapan dengan Arish pria itu seakan merasa muak dan benci padanya.
__ADS_1
Seketika Melati mengingat apa yang pernah terjadi pada mereka dulu sebelum Melati berada di tengah-tengah keluarga Mario.
Flash Back
Melati pada waktu itu turun dari sebuah Bus, ia berencana untuk pergi ke toko kue karena ingin memberikan Ayahnya kejutan ulang tahun. Setelah Melati membeli Kue di sebuah toko kue, ia keluar dari toko tersebut namun tiba-tiba tubuhnya di tabrak oleh seseorang dan itu adalah Arish.
Kue yang dibawa oleh Melati jatuh dan rusak, itu membuat Melati menjadi sedih dan marah pada Arish. Apalagi Arish dengan tanpa rasa bersalah tidak meminta maaf padanya dan pergi begitu saja meninggalkannya.
Melati yang menduga kalau Arish dan Danisa akan berbuat mesum di dalam kamar hotel tersebut langsung menghubungi petugas keamanan hotel, pada saat itu Melati tidak tahu kalau pemilik hotel tersebut adalah Mikayla bibinya Arish.
Mikayla yang mendapatkan laporan kalau keponakannya ada di dalam kamar hotel miliknya dengan seorang wanita dan hendak berbuat mesum tentu saja merasa geram dan marah.
Mikayla langsung meminta petugas keamanan untuk membuka pintu kamar dan jelas saja keadaan wanita yang bersama dengan Arish sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Mikayla memarahi Arish habis-habisan setelah puas Mikayla memarahi Arish dan mengancam perbuatan Arish pada Mario ia keluar dari kamar hotel tersebut dan menghampiri Melati, dan mengucapkan terima kasih pada Melati. Jika tidak ada Melati mungkin keponakannya tersebut sudah berbuat lebih jauh dan bisa mempermalukan nama keluarganya.
Arish melihat Melati dengan menatap penuh benci padanya. Sejak saat itulah Arish tidak melupakan wajah Melati dan membenci Melati.
Buntut dari kesalah pahaman tersebut nyatanya membuat Arish harus menjalani hukuman dari Mentari. Mentari memblokir kartu debit dan kredit Arish untuk sementara waktu meskipun sementara tapi itu berlaku selama tiga bulan.
Hubungan Arish dan Danisa menjadi sering uring-uringan sebab Arish tidak memiliki uang untuk memenuhi keinginan Danisa.
Apalagi Mentari yang melarang ia untuk berpacaran dan selalu memarahinya kalau ia kedapatan masih bersama dengan Danisa. Karena Mentari menginginkan Arish untuk fokus pada sekolahnya dan mempertahankan prestasinya di sekolah.
Flash Back Selesai
...****************...
__ADS_1