
“Mau kemana lagi ?” tanya Melisa melihat David yang sudah rapi dengan pakaiannya.
“Ada meeting dengan klien !” dusta David.
“Klien ? di hari libur begini ?” tanya Melisa penuh selidik.
“Klien Ku datang dari Canada. Dia ingin bertemu dengan Ku membahas proyek yang akan Kami kerjakan !” pungkas David agar Melisa percaya.
“Tapi ini hari libur, Aku bahkan mengosongkan jadwal pemotretan Ku agar bisa menghabiskan waktu dengan Mu. Lalu mengapa Kau tidak bisa melakukannya ?” ucap Melisa
“Aku bekerja demi kebutuhan rumah tangga kita, Melisa ! Seharusnya Kau mendukung Aku, dan menyemangati Ku. Bukannya mengeluh ! Lagi pula setiap harinya kita selalu bertemu, apa tidak cukup buat Mu !” sentak David kali ini ia sudah hilang kesabaran menghadapi istrinya itu.
“David..” lirih Melisa
“Tapi kita seperti orang asing, David ! Aku bahkan istri Mu juga butuh nafkah batin Mu bukan hanya nafkah lahir Mu !” terang Melisa
“Nafkah batin ?” David menyunggingkan senyuman dibibirnya.
“Iya, selama ini Kau sibuk bekerja-bekerja dan bekerja. Sampai Kau lupa kita sudah menikah, ini sudah enam bulan kita menikah, tapi adakah terbesit di pikiran Mu bagaimana hubungan pernikahan kita ? Aku tidak hanya membutuhkan uang sebagai nafkah dari Mu, tapi Aku juga…” ucapapan Melisa terputus saat David mendorong tubuhnya hingga terlentang di atas kasur.
__ADS_1
Awww David !
David kemudian menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan juniornya. Lalu ia menarik paksa pakaian dalam Melisa hingga Melisa memekik.
“Ini yang Kau ingin kan, bukan ?”
“Aaaa…David sakit !” pekik Melisa saat David memasukinya tanpa pemanasan terlebih dahulu bahkan David melakukannya dengan kasar padanya.
“David hen..tikan..aaa..sakit David.” Pekik Melisa
David tak menghiraukannya, ia terus melakukannya sampai pada akhirnya David mengeluarkan semburan panas itu memenuhi rahim Melisa.
Setelah menggauli Melisa, David menaikkan lagi celananya. Dan merapikan kembali pakaiannya tanpa sedikit pun rasa empati pada Melisa yang sudah ia tiduri, semacam diperkosa namun diperkosa oleh suami sendiri.
Melihat David yang masih kekeh ingin pergi padahal David sudah menyentuhnya. Membuat hati Melisa teiris perih, ia merasa seperti seorang wanita ja.lang yang tak ternilai setelah ditiduri begitu saja.
“David, Kau masih ingin pergi ?” tanya Melisa kembali.
“Iya !” jawab David singkat kemudian ia meraih kunci mobilnya di atas nakas lalu pergi meninggalkan Melisa yang kini telah berjatuhan air mata.
__ADS_1
“Kenapa hidup Ku seperti ini setelah menikah dengannya !” Melisa seolah menyesal menikah dengan David, David tak pernah menghargainya sedikit pun. Bahkan selalu mengabaikannya, seolah ia bukan istrinya.
David masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju sebuah alamat apartemen. Tak lama kemudian mobilnya tiba disebuah apartemen, ia mengetuk salah satu unit pintu apartemen begitu pintu itu terbuka, seseorang langsung menarik tangan David masuk ke dalam.
Orang itu adalah Matteo kekasih David. Matteo dan David sudah lama berpacaran sejak mereka duduk dibangku kuliah. Keduanya bertemu lagi saat Matteo nekat datang ke Indonesia menemui David yang hilang kabar, bahkan David yang ternyata tengah menikah dengan Melisa.
Kehadiran Matteo tentu saja membawa perubahan besar dalam hidup David. David bahkan kembali menjalin hubungan dengan Matteo bahkan mengabaikan Melisa yang kini sudah berstatus sebagai istrinya.
“Kenapa lama sekali ?” ucap Metteo dengan bibir yang mengerucut kesal karena lama menunggu David datang ke apartemennya.
“Maaf, Melisa merengek seperti anak kecil !” David berdecak kala menyebutkan nama Melisa.
“Sampai kapan hubungan Kita seperti ini, ayo Kita menikah !” ucap Matteo kemudian.
“Tentu saja Kita akan menikah ! Tapi tunggu waktunya belum tepat !” ucap David lembut.
“Ya, sudah. Aku akan selalu menunggu Mu.” Matteo mengalungkan kedua tangannya di leher David dan mereka saling berciuman satu sama lain, ciuman itu terus menuntut hingga pada akhirnya hanya mereka yang tahu bagaimana kelanjutannya.
...****************...
__ADS_1