
“Kenapa harus Saya yang pergi, Tuan ?” tanya Lusi cepat. Ia tak menyangka akan diperintahkan Mario menemani Harry ke Thailand karena urusan kerja sama perusahaan.
“Karena Aku ingin menghabiskan banyak waktu bersama istri dan anak Ku. Jadi Ku perintahkan Kau menemani Harry ke Thailand besok !” ucap Mario dengan tegas.
Lusi hanya bisa dongkol dalam hatinya, pasalnya ia sudah bersusah payah menghindar dari Harry bahkan tak peduli dengan Harry tapi apa boleh buat. Lusi kini harus berhadapan kembali dengan Harry.
Keesokan harinya,
Lusi datang ke bandara dengan mambawa kopernya disana ternyata sudah ada Harry yang tengah menunggunya.
“Kenapa Kau lama sekali ? Apa Kau tidak lihat ini jam berapa ? Sepuluh menit lagi pesawat akan berangkat !” omel Harry pada mantan kekasihnya itu.
Lusi hanya diam, ia pun hanya menjawab perkataan Harry yang membuat Harry tercengang mendengarnya.
“Maaf Pak, taksi yang Saya tumpangi macet dijalan !” ucap Lusi tanpa menatap Harry ia lebih suka menundukkan matanya ketimbang melihat Harry.
__ADS_1
“Ada apa dengannya ? Apa dia kehabisan obat ?” ucap Harry dalam hati, ia bingung dengan Lusi yang tiba-tiba tidak melawan ucapannya karena biasanya setiap kali Harry berbicara pasti Lusi akan membalas ucapannya bahkan dengan kata-kata pedas dan cerewetnya.
Keduanya kemudian menaiki pesawat dan menimati perjalanan mereka menuju negera Thailand. Beberapa jam kemudian, keduanya tiba di bandara dan sudah ada mobil yang menunggu mereka untuk mengantarkan mereka ke Hotel, Lusi dan Harry pun masuk ke dalam mobil tersebut.
Setelah melewati perjalanan beberapa menit, Lusi dan Harry tiba di hotel. Kamar Lusi dan Harry ternyata bersebarangan pintu.
“Besok pagi jangan sampai terlambat bangun, kita akan pergi jam tujuh pagi !” pungkas Harry
“Iya Pak !” jawab Lusi singkat kemudian ia masuk ke dalam kamarnya.
“Kenapa dia nurut sekali ?” Harry bergedik ngeri sendiri.
Sedangkan di dalam kamar Lusi geram bukan main saat harus bertingkah bak kuncing penurut pada Harry. Ia melakukan itu agar tidak terus bersama dengan Harry.
Keesokan harinya Lusi dan Harry pergi menemui klien yang akan mereka temui, setelah melewati serangkaian kegiatan bersama kliennya tersebut hingga klien itu mau bekerja sama dengan perusahaan SS Company, klien tersebut mengajak Harry dan Lusi minum di sebuah bar yang terkenal di Thailand.
__ADS_1
Mereka kemudian saling mengobrol kecuali Lusi, karena ia adalah perempuan sendiri, ia menjadi tidak nyaman dan ingin cepat pulang ke hotel.
Tak lama pandangan mata Lusi melihat orang yang sangat ia kenal. Lusi pun menuju meja bartender dan menyapa orang yang ia kenal itu, seorang pria tampan yang kini tengah melakukan tugasnya sebagai seorang bartender.
“Lukas ?” ucap Lusi karena ia tak mungkin salah melihat dan mengenal pria yang ada di hadapan matanya.
“Lulu ?” Lukas terkejut melihat kehadiran Lusi, mereka adalah teman satu SMA dan kini mereka bertemu kembali di Thailand.
Lukas pun keluar dari tempat kerjanya menghampiri Lusi, ia langsung memeluk Lusi sebagai tanda rindu pada sahabat lamanya itu.
Pelukan yang di lakukan oleh Lukas membuat tangan Harry terkepal kuat bahkan detak jantungnya pun menjadi tak karuan.
“Beraninya dia main peluk dengan wanita Ku !” geram Harry dalam hati, tanpa ba bi bu ia langsung meneguk satu gelas minuman keras miliknya hingga membuat klien bisnis Mario tersebut menjadi terpengarah melihatnya.
...****************...
__ADS_1