GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
BULLYING


__ADS_3

"Kalian mau bawa Aku kemana ?" Melati panik saat dirinya dibawa oleh dua orang siswi kelas lain ke gedung pertemuan dan gedung itu langsung di kunci dari dalam.


Melati dihempaskan ke dalam dan Melati melihat seorang siswi cantik kini membalikkan tubuhnya pada Melati dengan tersenyum sinis.


"Danisa.." Melati berkata lirih dan Danisa pun sampai terkekeh mendengarnya.


"Kau mengenalku ?" tunjuk Danisa pada dirinya dengan jari telunjuknya sendiri.


"Baguslah kalau Kau mengenalku ! Ya, Aku Danisa. Aku juga adalah pacarnya Arash ! Apa perlu Aku jelaskan pada Mu, untuk tidak keganjenan pada pacar orang?!"


"Ka..kau salah paham !"


"Salah paham katamu ?!" bentak Danisa ia bahkan tak segan menampar wajah Melati.


PLAK


"Aahh..." Melati meringis menahan sakit di pipinya.


"Salah paham apa ? Aku melihat Mu begitu pasrah diberi perlakuan manis oleh Arash ?! Apa Kau memang murahan ? Katakan pada Ku, berapa Aku harus membayar Mu !" Danisa menekankan kata-katanya dengan kilatan kemarahan di wajahnya pada Melati.


Sakit hati tentu saja, Melati sakit hati mendengar Danisa mengecapnya sebagai wanita murahan.

__ADS_1


"Aahh...sa..sakit !" Melati meringis menahan sakit karena Danisa menjambak rambutnya.


"Kau memang harus diberi pelajaran agar mata Mu terbuka lebar dan berkaca siapa diri Mu !" Danisa dengan kasar menjambak rambut Melati bahkan Danisa mendorong tubuh Melati hingga jatuh tersungkur di lantai.


Tak lama masuklah Wilona dan Marcelia dengan tersenyum puas pada Melati. Tentu saja Melati menjadi takut karena keduanya datang dengan santainya dengan membawa bola basket.


"Ayo kita main basket, Melati." kata Wilona dengan santainya, ia sudah tidak sabar membalaskan dendam pada Melati. Karena Arash jadi membencinya dan itu gara-gara Melati.


"Ka..kalian Mau apa ?" Melati ketakutan apalagi Wilona dengan santainya memainkan bola basketnya.


"Nikmati permainan kalian." Danisa tertawa kemudian meninggalkan Melati bersama Wilona dan Marcelia di dalam gedung tersebut.


BUGH


"Gantian, Aku lagi !"


BUGH


"Ahh...sakit..." kali ini Melati memegangi perutnya yang terasa sesak dan mual saat bola basket tersebut dilempar ke arah perutnya oleh Marcelia.


"Itu akibatnya, berani merebut Arash Kami ! Dasar anak orang kaya baru !" maki Wilona dan Marcelia kedua tertawa puas melihat Melati yang merintih kesakitan.

__ADS_1


Lain halnya dengan Arish ia mencari keberadaan Melati. Sebab ingin mengajak Melati makan siang bersama di kantin. Namun Arish tak mendapati Melati di kelasnya bahkan di kantin pun Arish tak menemukannya.


Hingga tiba-tiba Arish tak sengaja menabrak seseorang dia adalah Aurel yang merupakan teman dekat Melati.


"Maaf, Aku tidak sengaja." kata Arish dengan lembut dan ramah.


"Tidak apa-apa !" Aurel memaklumi itu.


"Apa Kau melihat Melati ?" tanya Arish cepat, karena setahu Arish, Melati berteman dengan Aurel.


"Aku pun tengah mencarinya, dia menghilang saat Kami di toilet." kata Aurel apa adanya, karena ia pun sedang mencari keberadaan Melati juga.


"Menghilang ?" Arish bingung dengan ucapan Aurel barusan.


"Kau mau mencarinya ? Ayo Kita cari bersama-sama !" ajak Aurel dan Arish pun merasa khawatir dengan keberadaan Melati. Apalagi Aurel bercerita bahwa beberapa hari lalu Melati pernah dimusuhi oleh Wilona dan Marcelia.


Arish dan Aurel mencari Melati di setiap sudut sekolah bahkan di setiap ruangan namun mereka tak menemui Melati.


"Aahh..sakit !" Melati berteriak untuk kesekian kalinya kala Wilona dan Marcelia terus bergantian melempar bola basket ke tubuh Melati. Keduanya seolah tak merasa iba dan kasihan mereka terus saja menyiksa Melati.


Hingga pada akhirnya keduanya terperanjat kaget kala melihat pintu yang di buka dengan kasar oleh seseorang dan membuat Wilona dan Marcelia terkesiap dengan siapa mereka berhadapan sekarang.

__ADS_1


BRAK


...****************...


__ADS_2