
Mentari terbangun dari tidurnya karena ia merasa haus. Saat ia menggeliat tiba-tiba ia merasakan sesuatu menimpa perutnya sebuah tangan kekar yang tengah memeluknya.
Mentari sontak melihat ke samping tempat tidurnya ternyata Mario entah kapan pulangnya kini sudah berada di sisinya dan tidur disampingnya.
"Mas !" Pekik Mentari karena merasa kaget dengan kehadiran Mario yang tiba-tiba.
"Apa Sayang ?" Balas Mario tanpa membuka kedua matanya karena ia masih mengantuk dan masih ingin tidur sebab begitu urusannya selesai di Jepang, Mario langsung pulang karena merindukan Mentari.
"Kapan pulangnya ?" Tanya Mentari pelan.
"Satu jam lalu." Jawab Mario kemudian ia membuka matanya dan mencium pipi Mentari sekilas.
"Sudah ayo tidur lagi, Mas masih ingin tidur." Kata Mario lagi
"Aku haus Mas, Aku minum sebentar !" Mentari turun dari tempat tidur dan mengambil botol minumnya di meja belajarnya. Ia meneguknya hingga tandas saat ia tengah meminum airnya Mario ternyata memeluknya dari belakang.
"Mas..."
"Hem.."
"Katanya mau tidur ?"
"Melihat tampilan Mu yang seperti ini Mas jadi tidak bisa tidur lagi."
Mentari menggunakan lingerie bewarna hitam, padahal lingerie yang dikenakan mentari tidak bergitu seksi tapi memang dasar otak mesum Mario saja yang mudah terpancing dan membuat Burionya tak tahan.
"Main yuk, Yank..." Ajak Mario ia sudah mengendus-endus leher jenjang Mentari.
"Tapi besok Aku kuliah Mas, lagi pula apa Mas tidak lelah baru pulang dari Jepang ke Indo !" Mentari mencoba mengingatkan Mario.
__ADS_1
"Tidak mungkin lelah Yank, kalau sudah bersama Mu !" Mario mengangkat tubuh Mentari dan mendudukkannya di meja belajar.
"Main di meja, Yank..katanya rasanya enak !"
"Hah ?!" Mentari hanya bisa membelalakkan kedua matanya serta membuka mulutnya karena menganga mendengar ajakan suaminya itu, dan Mentari hanya bisa pasrah menerima ajakan Mario untuk nganu-nganu di waktu dua pagi.
......................
Ting
'Mentari nama Mu sudah terdaftar sebagai calon anggota BEM. Apa Kau punya waktu sepulang kuliah ? Aku mau mengajak Mu ke pembukaan caffe kopi Ku.' (Bara Valentino)
Mario melototkan kedua matanya lagi-lagi yang namanya Bara mengirimkan pesan pada istrinya. Mario mengatur emosinya untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi dengan melampiaskan kekesalan hatinya karena cemburu dengan Mentari.
"Ini tidak boleh di biarkan, bisa-biss istri Ku direbut dia !" gumam Mario
Mario pun menghubungi anak buahnya untuk mengawal Mentari diam-dima kemana pun Mentari pergi.
Tiba-tiba Mario terpikirkan pesan yang dikirim kan oleh Bara barusan, walaupun pesan itu sudah dihapus oleh Mario tapi tetap saja pasti Bara akan menemui istrinya.
"Yank, nanti pulang kuliah ke kantor Ku ya." pinta Mario
"Iya Mas !" Mentari pun mengangguk setuju.
Mario pun membalasnya dengan sebuah senyuman jika Mario memintanya pada Mentari tidak mungkin Mentari akan menolaknya karena Mentari sangat patuh padanya.
"Kau selalu menurut pada Ku, Yank. Mau hadiah apa ? Mas ganteng Mu ini akan membelikannya untuk Mu !"
"Hadiah ?"
__ADS_1
"Iya, Kau mau apa pun nanti Mas belikan !" jawab Mario dengan santainya seolah dia memang pria yang banyak uang, eh.. Tapi memang iya kan ? Si Mario banyak duitnya.
"Jangan menghambur-hamburkan uang dengan percuma Mas, Aku sudah punya semuanya apalagi yang kurang ?" balas Mentari mencoba menasehati suaminya itu karena tugas Mentari saat ini adalah harus bisa mengubah sifat suaminya yang suka membeli ini itu tanpa pertimbangan terlebih dulu.
"Kan Mas ganteng Mu ini banyak duit Yank ?" jawab Mario penuh percaya diri dan agak sombong.
"Sifat sombong Mu ini sepertinya memang harus dirubah Mas !" Mentari meletakkan sendok makannya. Dan membuat Mario terdiam.
"Mana dompet Mu ?" Mentari meminta dompet Mario dan Mario memberikannya.
"Buat apa Yank ? Kau perlu uang ya, ambil lah semuanya Yank, semua untuk Mu !" jawab Mario yakin, antara yakin dan tidak.
"Ini semua akan Ku tahan !" Mentari mengambil lima belas kartu sakti miliknya dan membuat Mario menjadi cango.
"Hah ?!"
"Kenapa ? Tidak suka ? Kalau tidak mau ya sudah, mulai malam ini Mas tidur di luar !" Mentari langsung memberikan ultimatum pada suaminya hingga Mario menjadi takut, bukan takut tidur di luar tapi takut tidak diberi jatah.
"Yank.. Teganya diri Mu !" ucap Mario memelas.
"Mau atau tidak ?"
Dengan terpaksa Mario menuruti keinginan istrinya yang menahan seluruh kartu saktinya.
"Iya, Yank.."
"Bagus ! Nanti malam bonus dua ronde !" Mentari mengedipkan satu matanya pad Mario.
"Hah ?!"
__ADS_1
...****************...