GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PRAKTEKNYA


__ADS_3

"Persiapkan dirimu dan Lusi lusa kita berangkat ke Turki !" kata Mario dengan tegas.


"Turki ?" ucap Harry


"Iya, kita kerja sekalian honey moon ! eh bukan kita berdua maksudnya kau dengan istri Mu, dan Aku dengan istri Ku !" terang Mario


"Pekerjaan apa Tuan ? Kita tidak punya pekerjaan di sana !" jawab Harry


"Ini pekerjaannya beda, menyangkut masa depan calon penerus bangsa negeri ini !" sahut Mario yang membuat Harry terlonjak kaget.


"Hah ?!"


"Iya, ini pekerjaan yang sangat penting untuk kita semua !" kata Mario lagi. Ia sudah memikirkan bagaimana cara memberitahu Albert dimana keberadaan Bunga berada, tanpa merusak hubungan persahabatan Mentari dan Bunga.


Harry yang baru saja keluar dari ruangan Mario masih bingung dengan kata-kata Mario yang mengajaknya bekerja ke Turki ia sampai garuk-garuk kepala karena ucapan Mario begitu ambigu menurutnya.


"Abang kenapa ?" tanya Lusi yang membuat Harry terkejut.


"Hah ! Kau mengagetkan Aku !" Harry mengelus-elus dadanya.


"Bang, malam ini kita nginap di hotel yuk ?" ajak Lusi mengedipkan satu matanya pada Harry, tatapan penuh arti di dalamnya.


"Ngapain ke Hotel, apa kurang empuk kasur baru kita ?" jawab Harry


"Ya, tentu saja beda, Bang. Lain sensasinya !" bisik Lusi ditelinga Harry dengan tangannya mencoba menggoda Harry sampai Harry memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


"Lusi, ini di kantor !" Harry mengingatkan istrinya agar tidak kegatelan di kantor karena baginya cukup Lusi gatel saja di rumah.


"Coba suasana baru, Bang !" jawab Lusi menarik tangan Harry masuk ke dalam ruangannya dan ke kamar mandinya.


"Hah ?!" Harry terperanjat saat tubuhnya sudah dibawa masuk ke dalam kamar mandi.


Sudah dipastikan pasangan pengantin anyar itu kini tengah melakukan aksi enak-enak di dalam kamar mandi.


"Uhh...ternyata enak juga seperti ini !" kata Harry yang baru tahu ternyata gaya berdiri juga nikmat karena yang dia tahu hanya gaya di atas kasur.


"Aahh...Bang..enak uuhh.."


Mario yang sedari tadi memanggil Lusi melalui telepon namun tidak mendapatkan jawaban pun memilih pergi ke ruangan Lusi.


"Uuhh...aaahh.."


"Aahh...aahh...ahh.."


Mario mengusap kasar wajahnya jelas saja ia tahu suara siapa itu tentu saja itu suara Lusi dengan siapa lagi dia nganu-nganu kelau bukan dengan Harry.


"Dasar pengantin baru !" gerutu Mario ia cepat-cepat keluar dari ruangan Lusi.


"Apa kurang puas main dirumah sampai harus main di kantor !" kata Mario seorang diri yang didengar oleh Mentari yang baru saja tiba.


"Mas !"

__ADS_1


Mario menoleh ia pun tersenyum jahil melihat istrinya dan membuat Mentari menjadi aneh melihat tatapan dan senyuman suaminya.


"Ayo Yank !" Mario menarik tangan Mentari masuk ke dalam ruangannya ia bahkan mengunci pintu ruangannya dan mengaktifkan peredam suara.


"Mau apa Mas ?" kata Mentari saat tubuhnya di dorong ke sofa oleh Mario.


"Mempraktekkan gaya Helikopter !" Mario mengedipkan satu matanya hingga membuat Mentari merinding, padahal semalam ia hanya bercanda agar tidak kena terkam oleh suaminya.


"Apa sudah tahu ?"


"Tentu saja ! Aku bahkan bertanya pada Pilot pesawat pribadi kita !" jawab Mario dengan penuh bangganya.


"What ?!" pekik Mentari l, benar-benar suaminya tipikal manusia yang agak lain orangnya.


"Kita langsung praktek saja Yank !"


Srek


"Eh..Mas baju Ku !" protes Mentari yang entah berapa banyak bajunya yang sudah dirobek oleh suaminya itu.


"Besok Mas belikan baju satu outlet mall !"


Grep


...****************...

__ADS_1


__ADS_2