GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
TENGGELAM


__ADS_3

Sorry Gaes, kalo Typo antara nama Arash dan Arish nanti Aku perbaiki ya 🙏


......................


Melati pulang kerumah dengan perasaan gontai. Lelah tentu saja ia merasakan lelah karena seharian menghabiskan waktu disekolah belum lagi tadi bertemu dengan Arash.


Melati kemudian berjalan menuju tangga namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Arish yang tengah berbicara entah dengan siapa di halaman kolam renang.


Melati mencoba tak menghiraukan suara Arash namun sedetik kemudian terdengar suara pecahan barang disana dan itu membuat Melati khawatir dan menuju sumber suara.


Dan benar saja Melati melihat Arash tengah bersama dengan sepupunya, Devan. Devan adalah anak Melisa dan David sepupu Mario.


Bugh


Bugh


Bugh


Arish dan Devan terlibat dalam sebuah perkelahian dan saling baku hantam dan membuat Melati menjadi panik serta berusaha memisahkan keduanya.

__ADS_1


"Sudah hentikan !"


"Rasakan ini !" Devan memberi lagi bogem mentah pada Arish.


"Hei Apa yang Kau lakukan !" pekik Melati menatap tajam Devan.


"Jangan ikut campur !" bentak Devan pada Melati. Devan menarik Arish lalu berusaha untuk memukulnya lagi namun pukulannya terhenti saat tubuhnya di tarik oleh Arash dari belakang. Pada saat itu juga Arish yang berada di pinggir kolam menjadi oleng dan hendak tercebur ke kolam renang ditarik oleh Melati namun sayangnya Melati dan Arish malah ikut masuk ke dalam kolam renang.


Byur


"Arish !" pekik Arash yang terkejut melihat kembarannya masuk ke dalam kolam renang bersama Melati. Dengan cepat Arash menyelamatkan Arish sebab kembarannya tersebut tidak bisa berenang.


Arash langsung membawa Arish menepi dipinggir kolam dan memastikan keadaan saudaranya itu baik-baik saja. Namun ada satu yang ia lupakan yaitu Melati. Ternyata Melati juga tak bisa berenang dan Melati sudah tenggelam.


"Ayo kita ke kamar Mu !" ajak Arash kemudian.


"Mana melati ?" tanya Arish lalu Arash membulatkan kedua matanya saat menyadari kalau Melati telah tenggelam di dalam kolam.


Dengan cepat Arash masuk lagi ke dalam kolam untuk menyelamatkan Melati. Ia mencari keberadaan Melati di dasar kolam setelah ia menemukannya ia langsung membawa Melati ke atas dan menepi. Dengan cepat Arish menyambutnya keduanya lalu berusaha untuk menyelamatkan nyawa Melati dengan memberikan pertolongan pertama.

__ADS_1


"Beri dia nafas buatan !" titah Arash yang merasa enggan untuk menyentuh Melati dan lebih menyuruh Arish untuk melakukannya.


"Aku tidak bisa !" kata Arish apa adanya.


"Ya sudah pompa saja terus jantungnya !" kata Arash berdecak kesal.


Berulang kali jantung Melati di pompa namun Melati tak kunjung bangun membuat kedua saudara kembar itu menjadi frustasi.


"Ya sudah bawa saja ke rumah sakit !" kata Arash namun dengan cepat Arish menolaknya sebab jika Melati sampai dirumah sakit dan kedua orang tua mereka melihat kondisi Melati yang seperti itu pasti Arish akan kena hukuman.


"Jangan !"


"Tolong beri dia nafas buatan !" kata Arish dengan memohon pada Arash. Arash yang tidak bisa melihat wajah Arish yang memelas ia pun mau tidak mau memberikan Melati nafas buatan.


"Kenapa rasanya manis ?" kata Arash dalam hati setelah berusaha memberi nafas buatan untuk Melati.


Hingga beberapa detik kemudian Melati tersadar dan memuntahkan air di dalam mulutnya, air kolam yang sudah ia telan.


"Uhuk...uhuk.."

__ADS_1


"Syukurlah Kau sudah sadar Melati !" kata Arish merasa lega ia dengan spontan memeluk Melati. Namun tatapan mata Melati dan Arash saling melihat satu sama lain dengan perasaan yang sulit untuk di definisikan.


...****************...


__ADS_2