
“Beraninya kau datang.” Mario menatap tajam David dan David hanya tersenyum menanggapi Mario. Sedangkan Mentari menoleh ke arah suaminya itu mungkin pria yang dihadapan suaminya tersebut adalah sepupunya yang ia ceritakan kemarin.
“Aku tentu saja datang dan memberi selamat untuk sepupu Ku yang baru saja menikah. Selamat !” David menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan namun Mario enggan untuk menyambutnya.
“Brengsek !” Mario melihat Melisa yang ikut menyusul David dibelakangnya hingga Mario memalingkan tatapannya ke arah lain.
“Untuk apa kalian datang ?” ucap Mario geram melihat kehadiran David dan Melisa.
“Oh ternyata mereka peran antagonis nya ?” gumam Mentari melihat prilaku David dan Melisa, Mentari jadi kasihan dengan suaminya tersebut. Ia pun merangkul mesra tangan Mario dan tersenyum manis pada David dan Melisa.
“Terimakasih sudah datang diacara kami, doakan kami hidup bahagia dan segera memiliki anak. Bukan kah Mas sudah tidak sabar untuk punya anak ? Oh Iya, kita akan bulan madu ke Dubai.”
Mentari tersenyum manis pada Mario agar Mario mengerti maksud pembicaraannya untuk tampil mesra dihadapan orang yang sudah menyakitinya.
__ADS_1
Mario mengerti apa yang dilakukan oleh istrinya tersebut. Ia menyambut ucapan Mentari dan merangkul pinggang ramping istrinya di hadapan David dan Melisa hingga membuat mereka berdua merasa iri.
“Tentu saja, kita harus segara memiliki anak agar lahir penerus generasi keluarga Syeh Scherzinger. Setelah ke Dubai bukankah lebih baik kita ke negara lain, Korea, Maldives atau mungkin ke Paris ?”
Melisa meradang mendengar ucapan Mario barusan. Tidak mungkin menurutnya Mario secepat itu melupakan dirinya hanya dalam waktu dua minggu, yang benar saja !
“David, jangan lupa mengundang jika kau mau menikah nanti ? Ah sepertinya meski diundang pun aku tak mau datang sebab aku harus fokus membuat istri Ku segera hamil !”
ejek Mario pada sepupunya itu, Mario tahu benar apa kelemahan David. Selain David memiliki prilaku yang menyimpang ia juga tahu jika David tidak bisa menghamili wanita, alias mandul.
“Apa kau bisa minggir dan turun dari panggung ? Sebab masih banyak tamu lainnya yang harus kami salami !” usir Mario hingga membuat David semakin terhina.
“Sialan kau Mario !” David pun turun dari atas pelaminan disusul dengan Melisa. Sedari tadi Melisa hanya bisa diam melihat Mario, rasa penyesalan tentu ia rasakan begitu besar karena telah dengan berani melepaskan dan menghianati Mario.
__ADS_1
“Ah sial, seharusnya aku selidiki siapa Mario. Bodohnya kau Melisa !” batin Melisa menatap ke arah lain, entah mengapa ia tak terima Mario bersanding dengan wanita lain.
“Seharusnya aku yang menjadi pengantin wanitanya, seharusnya aku yang menjadi istri Mu, Mario. Bukan wanita lain !” gumam Melisa dalam hati.
“Kau memikirkan apa ?” David melihat Melisa yang sedari tadi hanya diam dan menatap ke arah kaca jendela.
“Ah, aku sepertinya sedikit pusing !” Melisa memijit kepalanya yang tidak sakit untuk mengalihkan David yang mungkin akan bertanya ini itu padanya.
“Oh, kau istirahat saja nanti ku bangun kan jika kita sudah sampai di apartemen !” ucap David mengelus pucuk kepala Melisa.
David memang menyukai Melisa, meskipun ia harus merebut Melisa dari sepupunya sendiri tapi ia tak merasa bersalah sama sekali. Ia puas jika sudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi ada yang mengganjal dari dari dirinya setelah bertemu dengan Mario barusan, Mario benar-benar menginjak harga dirinya.
“Mario..” David menyunggingkan senyuman setelah mengucapkan nama Mario senyuman yang penuh arti dan misteri.
__ADS_1
... ………………...