GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
SAH


__ADS_3

Pada akhirnya Melati menikah dengan Arash, mereka sah menikah secara agama dan negara. Melati menikah diwalikan oleh hakim karena ayahnya sudah tiada, bahkan keluarga ayahnya pun tak tahu ada dimana. Selama ini Melati dan Ayahnya hanya hidup berdua hingga pada akhirnya Ayahnya menikah lagi dengan Sita.


Setelah acara ijab kabul selesai keluarga Scherzinger dan Sarifudin mengadakan makan malam bersama. Semua nampak bersuka cita dan bahagia menyambut pasangan pengantin baru yang baru saja sah menikah satu jam lalu.


"Aku tak menyangka Kau sudah menantu." celetuk David pada Mario


"Sudah suratan takdir mungkin !" jawab Mario pelan


"Arash kalau Kau butuh sesuatu, tanyakan pada Paman, Paman siap membantu, karena Paman adalah ahlinya !" David mengedipkan satu matanya ke arah Arash, hingga membuat Arash menggelengkan kepalanya.


"Jangan meracuni otak putra Ku, mereka hanya menikah bukan langsung ingin punya anak !" Mario menekankan kata-katanya, hingga membuat David menelan air liurnya.


"Melati, ini kado dari Bibi untuk Mu." kata Melisa ia memberikan Melati paper bag orange berisikan tas Hermes untuk Melati.

__ADS_1


"Terimakasih, Bibi." jawab Melati pelan ia menerima kado itu.


"Ini juga dari Bibi, semoga Kau suka ya." kata Mikayla dan Paula.


"Bibi ini..." Melati memegang kado yang diberikan oleh Mikayla berupa kunci mobil.


"Mobilnya ada di depan." kata Mikayla lagi yang membuat Melati kian melongo.


"Bibi, bingung harus memberikan apa. Kau beli sendiri saja ya, Sayang." Paula memberikan Melati buku rekening dan ATM yang berisikan uang 2 miliar.


"Ini dari Paman, Paman tidak bisa memberi hadiah yang mahal dan mewah, tapi semoga kalian menyukainya." Harry memberikan paper bag berukuran kecil pada Melati dan Arash.


Melati dan Arash menerima kado dari Harry, dan berterimakasih padanya. Banyak yang begitu menyayangi mereka berdua. Hingga keduanya sadar seharusnya dikemudian hari, Mereka tidak boleh membuat orang-orang yang mereka sayangi kecewa.

__ADS_1


Baik Mario dan Mentari tentu saja telah menyiapkan kado yang begitu istimewa pada anak dan menantunya itu. Mereka telah menyiapkan sebuah rumah yang akan Arash dan Melati tempati, rumah itu akan mereka berikan kala Melati dan Arash sudah tamat sekolah.


Semua nampak bahagia dan bersuka cita dengan pernikahan Arash dan Melati. Tanpa mereka sadari ada satu orang yang tak bahagia, hatinya begitu murung dan terluka. Ia bahkan mengasingkan diri dari acara makan malam keluarga besar itu dan lebih memilih duduk di balkon kamarnya, memandangi indahnya malam dengan berkelip bintang diatas langit.


......................


Setelah para keluarga pulang, Arash dan Melati kembali ke kamar mereka. Ada rasa canggung diantara keduanya saat tengah menaiki tangga bersama.


Begitu mereka tengah sampai di depan pintu kamar, Melati masuk ke dalam kamarnya dan Arash juga masuk ke dalam kamarnya sendiri. Entah apa yang dipikirkan oleh keduanya.


Kepala pelayan yang melihat anak majikannya itu ternyata tidak tidur dalam satu kamar, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia berpikir mengapa mereka sampai pisah kamar ? Padahal mereka sudah menikah !


Saat Arash dan Melati telah berada di kamar mereka masing-masing. Melati menatap cincin yang melekat di jari manisnya. Sebuah cincin berlian yang dipilihkan oleh Arash satu Minggu lalu. Begitu pun dengan Arash ia melihat cincin yang melekat di jari tangannya pula, dan menatap itu tanpa ekspresi entah ia harus merasa senang atau bersedih.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2