
“Kau lambat sekali !” Arash berdecak kesal karena terlalu lama menunggu Melati.
“Sudah mencuri bibir Ku kini marah-marah pula ! Dasar Arogan !” kata Melati dalam hati.
“Pasang sabuknya !” titah Arash ia kemudian menghidupkan mesin mobilnya.
Melati memasangkannya namun tidak bisa.
“Apa Kau selalu lelet ?” Arash menghela kasar nafasnya. Ia lalu memasangkan sabuk pengaman tersebut pada Melati hingga tatapan mereka kembali saling bertemu.
Deg
Dengan cepat Melati menutup mulut dengan ke dua tangannya, takut kalau Arash akan menciumnya lagi.
Lain halnya dengan Arash, ia merasakan hal aneh dalam hatinya saat melihat Melati dari jarak wajah mereka yang begitu dekat. Namun begitu melihat Melati langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Arash langsung tersenyum mengejek padanya.
“Kau pikir Aku mau mencium Mu ?” tebak Arash lalu ia menjentikkan jarinya ke kening Melati.
Pletak
“Aahh…”
Melati mengeluh keningnya yang di jitak oleh Arash tentu saja rasanya sakit.
__ADS_1
“Dasar piktor ! Buang jauh-jauh pikiran Mu itu !” Arash kemudian melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Melati yang cemberut setelah ia katai.
Saat di perjalanan keduanya sama-sama tidak bersuara. Hingga pada akhirnya Melati membuka suaranya kerena Arash memilih jalan lain.
“Lah…Kita mau kemana ?” tanya Melati bingung.
“Aku mau membelikan pesanan Arish.” Jawab Arash tanpa menoleh ke arah Melati.
Jalanan memang begitu lenggang namun tiba-tiba entah dari mana asalnya ada seekor kambing melintas dan membuat Arash tiba-tiba menginjak remnya.
“Aaaaa….”
Dengan cepat Arash menaruh tangannya di badan Melati agar Melati tidak terbentur dashboard mobilnya.
“Kambing sialan !” maki Arash yang melihat kambing tersebut berlari tanpa dosa.
“Dasar mesum !” pekik Melati hingga membuat Arash terkejut.
PLAK
Satu tamparan keras mendarat di pipi Arash dan itu membuat pipi Arash terasa panas serta merah.
“Apa yang Kau lakukan !” bentak Arash kemudian, ia marah pada Melati yang berani menampar pipinya.
__ADS_1
“Harusnya Aku yang bertanya Apa yang Kau lakukan ?!” Melati juga tidak terima di bentak oleh Arash.
“Dasar tidak tahu diri, Aku berusaha menyelamatkan Mu agar tidak terbentur. Tapi Kau malah menampar Ku !”
“Berusaha menyelamatkan Ku, Iya ! Kau menyelamatkan Ku sekaligus ingin melecehkan Ku !”
“Aku tidak melecehkan Mu, Aku hanya tidak sengaja !” sangkal Arash karena ia memang tidak bermaksud untuk memegang dada Melati, sebab itu hanyalah gerakan refleks dan spontan.
“Tidak sengaja Kau bilang !” kata Melati dengan geram.
“Iya, kalau Aku sengaja tentu saja bukan hanya Ku pegang tapi Ku peras !” jawab Arash
“Hah ?” Melati terkejut mendengar ucapan Arash yang tak tahu malu itu. Ia pun langsung menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
“Dasar Mesum !”
“Berisik ! lebih baik Kau diam ! Atau Ku turunkan Kau disini !”Arash mengeluarkan ultimatumnya hingga Melati diam tak bersuara.
Arash kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah Mall dimana Arish meminta Arash untuk membelikannya donat dan ayam goreng dan itu hanya di jual di Mall.
Saat Arash dan Melati tengah memesan tiba-tiba ada yang memanggil Melati hingga keduanya saling membalikkan tubuh ke sumber suara.
“Melati…”
__ADS_1
...****************...
"Gaes komen yang banyak dong biar semangat Aku nulisnya 😂😪"