GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PERMINTAAN GILA


__ADS_3

"Mau apa Kau ?" seperti biasa sikap dingin selalu ditunjukkan oleh Arash pada Melati.


"Aku mau mengobati luka Mu." kata Melati kemudian.


"Tidak perlu !" tolak Arash


"Tapi Aku akan semakin bersalah kalau tidak mengobati Mu." jawab Melati lagi


"Oh..jadi Kau tidak ikhlas mengobati Ku !"


"Bukan begitu, Aku..."


"Apa ?"


"Bukan begitu cara membalas Budi !" kata Arash kemudian


"Lantas ?" tanya Melati


"Masuklah ke kamar Ku, akan Ku pikirkan bagaimana cara yang pantas bagi diri Mu membalas budi pada Ku." kata Arash menatap Melati dengan sorot mata yang dingin.


Melati menguatkan dirinya ia kemudian berani masuk ke dalam kamar Arash. Ini pertama kali baginya masuk ke dalam kamar Arash selama ia tinggal dirumah Mario.


Kamar Arash jelas begitu jauh berbeda dengan Arish. Arash yang begitu menyukai warna hitam pekat dan abu-abu kamarnya di desain begitu menawan, apalagi banyak sekali koleksi mainan dan miniatur yang begitu mahal dan antik.

__ADS_1


"Sudah besar masih suka main mobil-mobilan." batin Melati setelah melihat begitu banyak mainan di lemari kaca milik Arash.


"Kau mau mengobati luka Ku, kan ? Kalau begitu kemari lah !" kata Arash menepuk sisi tempat duduknya untuk Melati.


Melati kemudian menurut ia lalu membuka tutup obat merah dan menuangkannya sedikit -sedikit ke dalam kapas kemudian ia memolesnya secara perlahan di lengan Arash yang terluka.


Sejenak Arash diam terpaku melihat Melati yang begitu tenang mengobati lengannya. Hingga pada akhirnya Melati selesai ia mengangkat wajahnya yang ternyata bersibobrok dengan wajah Arash.


Keduanya kemudian tenggelam dalam perasaan masing-masing hingga Arash kemudian tersadar dan menggertak Melati.


"Apa yang Kau lihat ?"


"Ah..ti...tidak ada !" dengan cepat Melati menyela karena ia pun malu sudah berani menatap pria sedingin kulkas seperti Arash.


"Apa yang Kau ingin kan ?" tanya Melati


"Menikah dengan Ku !" jawab Arash dengan sorot mata yang tajam hingga membuat Melati terperanjat.


"Hah..? Apa ?!" Melati terpekik mendengar penuturan Arash barusan. Menikah ? Bahkan mereka masih berstatus pelajar yang duduk dibangku SMA, yang benar saja !


"Apa Kau gila ? Kau tidak waras ya ?!" Melati langsung berdiri dari duduknya.


"Aku baru putus dengan pacar Ku, dan Aku sepertinya membutuhkan Mu untuk membuat dia menyesali keputusannya !" jawab Arash dengan entengnya.

__ADS_1


"Hah ?!" Melati semakin terperangah mendengarnya. Membutuhkan Ku ? Melati sejenak tertawa satu kata yang ingin Melati ucapkan pada Arash adalah, gila ! Arash gila !


"Dasar pria gila !" umpat Melati dalam hati dan tentu saja Arash bisa menebak apa yang dikatakan oleh Melati untuknya.


"Berhenti mengumpat atau memaki Ku ! Akan Ku tunggu jawaban Mu setelah kita lulus SMA !" kata Arash lalu ia pergi meninggalkan Melati seorang diri di kamarnya.


"Dia benar-benar tidak waras ! Gila ! Apa kepalanya habis terbentur tembok ? Masih sekolah tapi pikirannya sudah mau menikah ? Apa dia pikir menikah itu hanyalah sebuah permainan ? Sinting ! Dasar wong edan !"


Melati mengeluarkan sumpah serapah dan kedengkian dalam dirinya untuk Arash, ia masih tidak habis pikir mengapa Arash dengan mudahnya mengajaknya menikah, dan pernikahan mereka hanya untuk membalas mantan pacarnya si Arash siapa lagi kalau bukan Danisa.


Di lain sisi Arash menyunggingkan senyuman di bibirnya setelah ia meneguk air putih di gelasnya. Ia terpikirkan akan Melati yang mungkin tengah memaki dirinya tanpa ia ketahui.


"Aku tahu Kau orang yang menepati janji dan tahu cara berbalas budi !" kata Arash seorang diri lalu ia mengeluarkan ponsel di saku celananya dan membuka sosial media miliknya ia menghapus pertemanan dengan Danisa dan juga foto-foto mereka berdua agar Danisa pikir ia sudah benar-benar melupakan hubungan mereka.


Sontak saja beberapa saat kemudian Danisa membuka ponselnya karena ada begitu banyak pesan masuk dari sahabatnya yang mengatakan jika Arash menghapus foto-foto dirinya dan Arash.


Danisa yang penasaran langsung membuka sosial media miliknya, matanya langsung terbelalak saat melihat beranda milik Arash yang tak lagi ada foto kebersamaan mereka berdua bahkan Arash sudah berhenti mengikuti sosial media miliknya.


"Arash, apa yang Kau lakukan ?" Danisa berdecak.


...****************...


Komen dong Gaes...kalo komen aku up lagi nih..😂🙏

__ADS_1


__ADS_2