
"Jangan keras-keras !" Bunga menutup mulut Mentari dengan tangannya.
"Kau berhutang banyak penjelasan pada Ku, Bung !" ucap Mentari kesal
"Iya nanti Aku ceritakan, tapi ingat status Ku tidak boleh ada yang tahu di kampus ini, oke ?" Bunga mengatupkan tangannya memohon agar Mentari tidak bicara apa pun mengenai dirinya di kampus.
"Kau pikir Aku apa ? Kau itu sahabat Ku, mana mungkin aku menggibahi Mu !" ucap Mentari tak terima.
"Siapa tahu Kau sedang lupa !" Bunga tercengir menampilkan gigi putihnya.
Jam istirahat pun usai kini kegiatan ospek pun dilanjutkan kembali sampai usai. Saat kegiatan ospek tersebut sebentar lagi selesai semua mahasiswa baru diberikan tugas dan tantangan harus mencari nama senior yang ada di kertas gulungan yang mereka dapatkan secara acak dan meminta tanda tangannya di kertas dan mengumpulkannya dalam waktu satu jam.
"Safira Angelina" ?" gumam Mentari pasalnya ia tak tahu siapa yang namanya Safira.
Semua para mahasiswa baru nampak sibuk mencari senior mereka.
"Kau dapat nama siapa ?" tanya Bunga yang tiba-tiba berada di samping Mentari.
"Astaga kau mengagetkan Ku !" Mentari memegang dadanya karena ia merasa terkejut dengan kehadiran Bunga.
"Ini !" Mentari menunjukkan nama Safira.
"Oh kalau begitu semangat, Aku pun harus mencari senior Ku juga !" Bunga menyemangati Mentari dan pergi meninggalkan Mentari.
Mentari mendengus kesal bingung harus dimana ia mencari keberadaan senior yang namanya Safira.
Mentari berjalan dan bertanya pada senior yang lainnya mengenai nama Safira namun mereka menjawab tak melihat keberadaan Safira.
__ADS_1
"Dimana Aku harus mencarinya ?" gumam Mentari
Sejak tadi Mentari terus berusaha mencari keberadaan Safir dengan bertanya dengan para senior namun hasilnya tetap saja nihil.
"Apa dia tidak hadir ?" ucap Mentari dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara microfon yang disampaikan oleh salah satu senior jika mahasiswa baru yang tidak mendapatkan tanda tangan maka akan dikenakan hukuman.
"Aaah.. Benar-benar sialan ! Dimana pula yang namanya Safira ini !" sunggut Mentari
"Waktu kalian lima menit lagi !"
Mentari semakin kesal karena terus mendapatkan desakan jika batas waktu yang diberikan oleh senior tersebut akan selesai.
Mentari pun terpikirkan sebuah ide ia kemudian tersenyum jahil persetan dengan idenya yang akan diterima akal sehat orang lain atau tidak yang penting dia bisa menemukan yang namanya Safira.
"SAFIRA ANGELINA !"
"SAFIRA ANGELINA !"
"SAFIRA ANGELINA !"
Sang punya nama yang namanya Safira Angelina pun mendengar namanya disebut-sebutkan pasalnya dia tengah berada di ruang BEM berkumpul dengan teman-teman gank nya.
"Saf, nama Mu di panggil !" ucap Bela teman Safira.
"Siapa orang iseng yang menanggil Ku ?" Safira merasa kesal karena tiba-tiba kesenangannya di ganggu oleh orang yang memanggil namanya menggunakan microfon.
__ADS_1
"Coba kita lihat !" ajak Cika temannya yang lain.
"Aaarggh.... Apa orang itu kurang kerjaan ?!" sentak Safira. Ia pun keluar dari ruang BEM dan masuk ke dalam gedung menemui orang yang memanggil namanya.
Dia adalah Safira Angelina mahasiswi primadona di kampus, cantik, pintar dan anak orang kaya sebab Bapaknya adalah pemilik perusahaan tambang batu bara.
"SAFIRA ANGELINA HARAP SEGERA KE SUMBER SUARA !" ucap Mentari kemudian.
"Apa yang Kau lakukan ?!" sentak Safira menatap tajam Mentari. Safira bisa melihat jika wanita yang memanggil namanya adalah mahasiswa baru.
"Aku ? Ah... Aku memanggil yang namanya Safira Angelina !" jawab Mentari dengan santainya.
"Kenapa kau memain kan microfon sembarangan ?" protes Bela ia mencoba memberikan teguran pada Mentari.
"Aku tidak sembarangan menggunakannya, Aku memakainya karena memerlukannya !" jawab Mentari
"Kalau Kau ingin bertemu dengan Safira seharusnya Kau berusaha mencarinya !" sahut Cika
"Iya Aku sudah mencarinya, hampir satu jam Aku mencarinya namun tak kunjung ketemu ! Dan ternyata orang yang Ku cari tengah bersembunyi karena sibuk mempercantik kukunya !"
Sindir Mentari melihat Safira, ia bisa melihat jika senior yang bernama Safira yang ia cari tersebut kini ada di hadapannya dan ia bisa melihat kuku ditangan Safira yang belum selesai di cat.
"Berani sekali Kau ?" ucap Safira menekan kan kata-katanya, bukannya sadar akan kesalahannya Safira malah tak terima di sindir oleh Mentari.
"Benar kan ? Kakak yang bernama Safira Angelina ? Karena Kakak sudah ada disini Aku ingin meminta tanda tangan Kakak sekarang juga !" Mentari menjulurkan kertas ditangannya agar Safira mau memberikannya tanda tangan.
...****************...
__ADS_1