
Dua bulan kemudian,
Mario memuntahkan isi perutnya di closed perutnya benar-benar seperti diaduk-aduk tak jelas dan kepalanya tiba-tiba berdenyut-denyut serta mata yang berkunang-kenang setelah mengeluarkan semua isi perutnya.
Harry pun membantu Mario keluar dari kamar mandi setelah Mario terduduk lemas tak bertenaga.
"Tuan, minum dulu !" Harry memberikan satu gelas air putih untuk Mario dan Mario menyambutnya.
"Tuan, kalau sedang tidak sehat lebih baik tidak usah ke kantor !" ucap Harry
"Tapi kalau dirumah Aku baik-baik saja, entah mengapa kalau pagi hari Aku selalu seperti ini !" keluh Mario sudah tiga hari ini ia seperti terkena penyakit aneh.
"Apa perlu Saya panggilkan dokter, Tuan ?" tanya Harry
"Iya, tolong panggilkan dokter peribadi Ku !" titah Mario
Tak lama kemudian, dokter pribadi Mario tiba dan langsung memeriksa Mario.
"Apa yang ada rasakan Tuan ?" tanya dokter
"Kepala Ku pusing, mual muntah, tubuh Ku lemas kalau di pagi hari. Tiga hari ini entah mengapa Aku suka makan rujak kedondong !" terang Mario apa adanya.
Dokter pun megangguk-anggukkan kepalanya ia mengerti sekarang Mario tengah mengalami penyakit apa.
"Jadi apa penyakit Ku ?" lirih Mario
__ADS_1
"Anda sedang sakit enak, Tuan !" celetuk sang Dokter hingga membuat Mario merasa cango dan melongo.
"Hah ? Mana ada sakit enak, Dok ! Yang benar saja kalau mendiagnosis !" cibir Mario
"Tapi jika dugaan Ku ini benar, Tuan ! Anda bisa membawa istri Anda ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan !" terang sang Dokter kemudian.
"Apa hubungannya dengan istri Ku ? Aku yang sakit disini, bukan istri Ku !" sentak Mario ia merasa kesal dengan penjelasan Dokter tersebut.
"Tenang.. Tuan.. Tenang.." Harry mencoba menenangkan Mario agar tidak emosi pada Dokter yang memeriksanya.
"Betul Tuan !"
"Hei ! Kau ini Dokter atau bukan !" bentak Mario
"Singkatnya istri anda tengah hamil !" jawab Dokter itu cepat takut kalau sampai Mario marah.
"Selamat Tuan ! Anda akan menjadi seorang Ayah !" Harry langsung memberikan selamat pada Mario dan menjabat tangan padanya. Itu membuat Mario seketika terkejut mendengarnya.
"Hah ? Hamil ? What!!!!" teriak Mario
"Anda tengah mengalami sindrom kehamilan simpatik dimana anda mengalami gejala-gejala Ibu hamil di trimester pertama." terang Dokter kemudian.
Mario langsung berdiri dari duduknya ia terdiam sakit terkejut mendengar penjelasan Dokter tersebut. Dalam otaknya tergiang-ngiang kata Hamil trimester pertama.
"Tuan, Anda baik-baik saja ?" tanya Dokter, sebab Mario tiba-tiba diam tak bersuara lagi.
__ADS_1
"Harry ! Batalkan meeting hari ini !" titah Mario dengan tegas kemudian ia pergi meninggalkan Harry dan Dokter pribadinya diruangannya.
"Kemana Tuan Mario ?" tanya Dokter itu ia menjadi bingung dengan Mario yang tiba-tiba pergi begitu saja.
"Mugkin dia syok !" celetuk Harry
"Ini resep obat penghilang rasa mual muntah Tuan Mario !" Dokter itu memberikan kertas resep obat yang sudah ia tuliskan pada Harry dan Harry menerimanya. Saat Dokter itu mau bertolak pergi, Harry menahannya.
"Ada apa ?" tanya Dokter tersebut
"Kali ini Aku yang mau berkonsultasi pada Mu, Dok !" ucap Harry pelan
"Apa Anda sakit ?"
"Iya Aku sepertinya sakit !" jawab Harry
"Apa yang Anda rasakan ?" Dokter tersebut mengeluarkan lagi alar stetoskopnya.
"Jantung Ku terkadang berdegup kencang rasanya berdebar-debar kalau melihat wanita yang ada di depan ruangan ini !" terang Mario wanita yang dimaksudkan adalah Lusi sekretaris Mario.
"Hah ?!" Dokter pun seketika seperti orang bengek.
"Jadi apakah gerangan penyakit yang Ku derita ?"
...****************...
__ADS_1
Gak janji up lagi ya gaes.. Satu bab dulu sebab daerah Ku lagi hujan petir takut meledak ponsel Ku 🤣🤣🤣