GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
CANTIKNYA MELATI


__ADS_3

Melati telah siap dengan tampilan seragam sekolahnya karena ia akan kembali masuk sekolah setelah libur semester selama dua Minggu.


Melati keluar dari kamarnya yang ternyata Arish pun keluar dari kamarnya juga.


"Selamat pagi kembang Melati." sapa Arish. Sifat Arish begitu ramah kepada siapa pun. Apalagi kini Melati sudah menjadi anggota keluarga mereka, wajar saja jika Arish mengakrabkan diri dengan Melati.


"Pagi, Arish." jawab Melati tersenyum kikuk.


Saat keduanya hendak menuruni tangga tiba-tiba suara Arash membuat Melati dan Arish membuka jalan untuknya.


"Minggir !"


"Santai saja, pacar Mu tidak akan marah walau pun Kau telat menjemputnya !" cibir Arish pada saudara kembarnya.


"Diam Kau !" balas Arish ia bahkan pergi sekolah terlebih dulu tanpa sarapan dan berpamitan dengan kedua orang tuanya.


Keduanya kemudian duduk di ruang makan menunggu Mario dan Mentari yang juga baru saja keluar dari kamar mereka.


"Selamat pagi Arish, Melati." sapa Mario


"Pagi, Pa." balas Arish sambil mengoles selai kacang di roti yang ia pegang.

__ADS_1


"Mana Arash ?" tanya Melati celinga celinguk.


"Sudah pergi Ma, hari ini pacarnya ikut pemilihan putra putri sekolah !" ujar Arish apa adanya.


"Harus bagaimana lagi Mama menasehatinya untuk tidak pacaran dulu, dan fokus saja pada sekolahnya." Melati mendengus kesal karena Arish tidak pernah menurut padanya.


"Sudahlah Yank, selagi dia pacaran hanya untuk membuatnya semangat sekolah menurut Mas tidak masalah. Kita hanya perlu memantaunya saja, dan terus mengawasinya agar tidak terjadi hal yang tidak kita ingin kan." jawab Mario


"Aku hanya khawatir Mas." lirih Mentari


"Tak apa, percaya saja pada Ku. Aku akan mengurus Arash." jawab Mario memastikan Mentari agar tidak kepikiran dengan Arash.


"Ya sudah Mas, Aku menurut saja." kata Mentari.


"Pertama Aku sudah nyaman disekolah yang lama, Paman. Kedua untuk pindah ke sekolah yang lama, Aku tidak terlalu percaya diri." Melati menundukkan kepalanya. Ia tentu tahu sekolah itu, sekolah idaman para remaja sepertinya. Namun hanya anak-anak orang kaya yang sekolah disana sedangkan dirinya jauh berbanding terbalik dengan status sosial mereka.


"Aku akan menjadi teman Mu, tenang saja. Mau ya pindah sekolah ditempat Ku ?" bujuk Arish ia begitu senang jika Melati mau pindah sekolah.


"Sudah Mas, jika Melati tidak mau. Kita tidak perlu memaksakannya jika dipaksa pindah takutnya Melati tidak fokus sekolah dan tidak bisa beradaptasi." kali ini Mentari ikut menengahi.


"Benar yang dikatakan Ibu Mentari, Paman. Maaf jika Aku menolak permintaan Paman." lirih Melati.

__ADS_1


"Ya, sudah jika itu keputusan Mu. Paman hanya bisa mendukung Mu." jawab Mario


"Terimakasih Paman." kata Mentari tersenyum manis.


Mario pun menganggukkan kepalanya "Lanjutkan sarapan Mu." kata Mario dan Melati pun melanjut sarapannya.


Setelah mereka selesai sarapan Melati dan Arish pergi ke sekolah diantar sopir, ditengah perjalanan Arish sedari tadi mencuri-curi pandang pada Melati. Entah mengapa sejak kehadiran perempuan itu Arish begitu nyaman meskipun Melati tak tahu dengan perasaan Arish.


"Di desa Kakek Ku ada sebuah air terjun yang sangat indah." kata Arish membuka obrolan mereka.


"Oh iya." jawab Melati antusias ia termasuk ke dalam pribadi yang suka alam dan memang Melati pun ikut tergabung ke dalam organisasi pecinta alam.


"Iya, kapan-kapan Kita ke sana, yuk ?" ajak Arish


"Tentu saja, Aku ingin lihat bagaimana pemandangannya disana." jawab Melati


"Iya, Kau harus melihatnya, karena tempatnya begitu indah dan cantik..sangat cantik !" Arish mengatakan kata cantik sambil melihat wajah Melati yang memang begitu cantik, hingga Melati terdiam dan merasa aneh dengan kata-kata Arish.


"Hah ?!"


"Begitu cantik pemandangan di air terjun itu !" Arish mengalihkan pandangan matanya ke arah lain sambari menetralkan degup jantungnya yang tak beraturan.

__ADS_1


Sedangkan Melati ia hanya tersenyum menanggapi pernyataan Arish barusan dan bersikap biasa saja.


...****************...


__ADS_2