GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
CERAI


__ADS_3

“David tunggu !” Melisa mencekal tangan David saat David hendak pergi lagi dimalam hari meninggalkan Melisa dirumah, dengan alasan lembur dikantor.


“Ada apa ?” balas David.


“Kau pergi ke Dubai dua bulan yang lalu ?” tanya Melisa


“Ah, jangan selalu percaya pada Mom Helena, dia suka bercanda !” jawab David mencoba mengelabuhi Melisa agar Melisa tak banyak bertanya ini itu padanya.


“Tapi, Mom Helena sendiri yang bilang kalau…” ucapan Melisa terputus saat David membentaknya.


“Cukup Melisa ! Aku harus pergi ke kantor, ada hal yang penting yang harus Ku kerjakan disana, dari padanya meladeni pertanyaan konyol Mu !”


“Konyol kata Mu ?” tanya Melisa lagi.


“Iya, Kau selalu seperti ini bertanya ini itu yang selalu membuat Ku muak !” jawab David kemudian ia mengalihkan padangannya ke arah lain.

__ADS_1


“Aku bertanya karena Aku istri Mu, David !” pekik Melisa.


“Orang gila juga tahu kalau Kau adalah istri Ku, jadi tidak perlu Kau menjelaskan lagi !” sentak David.


“David Kau kenapa ? Semakin hari hubungan kita semakin menjauh, Kau jarang pulang ke rumah, dan jarang berkomunikasi dengan Ku. Apa artinya Aku dimata Mu, David ?”


“Apa Kau tidak pernah melihat Aku dan menghargai Aku sebagai istri Mu ? Kau bilang masakan Ku tidak enak, Aku bahkan belajar memasak agar dengan baik, tapi apa nyatanya setiap hari Aku memasak untuk Mu, Kau tidak mau memakannya. Aku selalu meluangkan waktu Ku agar bisa bersama Mu, tapi apa nyatanya, Kau bahkan yang lebih menyibukkan diri Mu sendiri, tanpa meperhatikan Aku lagi !” terang Melisa, kesabarannya kini sudah diambang batas untuk meladeni sikap David padanya.


“Lalu Kau mau apa ? Hah ?” tanya David.


“Kau selalu merasa kurang, Melisa !” jawab David ia pikir David sudah memberikan Melisa segalanya, apapun yang Melisa inginkan David pasti memberikannya.


“Aku istri Mu tidak hanya butuh materi, tapi juga perhatian Mu !" ucap Melisa ia sampai meneteskan air matanya.


David menyunggingkan senyuman dibibirnya, ia pikir Melisa saat ini tengah membandingkan dirinya dengan Mario, yang selalu perhatian pada istrinya.

__ADS_1


“Kenapa ? Apa kau iri dengan Mario yang begitu perhatian pada istrinya, hingga Kau menjadi haus perhatian dari Ku ? Seharusnya Kau bersyukur dengan apa yang sudah Ku berikan !”


Melisa terkekeh mendengarnya, ia menghapus sudut air matanya. “Kenapa Kau membawa nama Mario, Aku tidak ada lagi hubungan apapun padanya.” jawab Melisa.


“Tentu saja karena dia mantan kekasih Mu !” sindir David.


“Itu bukan sebuah alasan, David !” Melisa menghela nafasnya ia begitu lelah jika harus terus menerus menjalani pernikahan yang jauh dari kata bahagia bersama David.


“Aku lelah jika harus terus menjalani pernikahan seperti ini, David ! Lebih baik kita bercerai saja !” ucap Melisa mengalihkan pandangan matanya ke arah lain, hingga David terdiam mendengarnya.


“Cerai kata Mu ?” David tertawa mendengarnya, pasalnya ia menganggap Melisa seorang wanita yang tidak bisa hidup tanpa harta dan kemewahan tidak mungkin Melisa akan dengan mudah meminta cerai darinya.


“Untuk apa menjalani pernikahan yang Aku pun tidak pernah merasa bahagia setelah menikah dengan Mu !” jawab Melisa dengan suara bergetar.


“Baik jika itu mau Mu, Aku akan mengabulkannya. Kita bercerai !”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2