GADIS DESA MILIK PRESDIR

GADIS DESA MILIK PRESDIR
PERGI BERSAMA


__ADS_3

"Masuk !" titah Arash pada Melati yang membuat Melati bingung.


"Masuk ke dalam mobil Ku !" Arash menatap Melati dengan mata elangnya.


Pagi ini mereka hendak berangkat ke sekolah, Arish tidak bisa sekolah karena tubuhnya tiba-tiba demam.


Melati dengan terpaksa masuk ke dalam mobil Ferarri mewah bewarna merah tersebut.


"Pasang sabuknya !" kata Arash dengan ketus, lalu Melati pun memasang sabuknya kemudian mobil Arash pun keluar dari gerbang rumah dan menuju sekolah.


"Ingat Aku akan menagih jawaban dari Mu !" kata Arash di tengah perjalanan mereka menuju sekolahnya.


Melati menoleh ke arah Arash dan menggelengkan kepalanya karena Arash masih membahas permintaannya untuk menikah.


"Bagaimana kalau Aku menolak ?" kata Melati.


"Kau akan tanggung akibatnya ! Tidak ada kata penolakan !"


jawaban Arash membuat tubuh Melati bergidik ngeri.


Hingga pada akhirnya mobil mereka sampai di halaman sekolah Arash membuka pintu mobilnya seperti biasa dia akan menjadi idola di sekolahnya khususnya untuk kaum hawa apalagi adik-adik kelasnya.

__ADS_1


Kemudian Melati pun keluar dari mobil Arash hingga membuat para sahabat Danisa melongo dan terkejut. Bukan hanya mereka tapi juga teman-teman kelas Melati juga merasa keheranan.


"What ?!"


"Itu kan OKB, bisa-bisanya dia semobil dengan Arash ?!"


semua terpekik melihat Melati karena tidak hanya dari jarak dekat Melati dan Arash menjadi pusat perhatian melainkan di balik dinding kaca sekolah banyak para siswa dan siswi yang memperhatikan mereka berdua.


"Apa OKB itu merayunya ? Jangan-jangan dia sudah memberikan selangkangannya pada Arash." kata salah satu teman sekelas Melati yang tidak menyukai Melati sejak menjadi murid baru di kelas.


"Bagaimana dengan Danisa ? Apa mereka putus ?"


"Rumornya mereka sudah putus bahkan di sosial media milik Arash tidak ada lagi foto-foto Danisa."


"Setuju !" Marcelia saling melakukan TOS pada Wilona.


Melati masuk ke dalam kelasnya tentu saja ia langsung di hadang oleh Wilona dan Marcelia yang tengah bersidekap tangan ke arah Melati.


"Bagus ya, Kau mulai mendekati Arash Kami ! Siapa Kau yang beraninya mendekatinya ? Kami bahkan tidak pernah bisa duduk semobil dengannya !"


"Iya, Ah...jangan-jangan Kau sudah mengajaknya ke hotel ya ? Makanya Dia mau pergi sekolah bersama."

__ADS_1


"Apa maksud kalian ?" Melati risih dengan ungkapan yang diberikan oleh Wilona dan Marcelia untuknya.


"Jangan seperti kura-kura dalam perahu padahal nyatanya Kau adalah udang dibalik bakwan !"


"Jujur saja pada Kami, Apa Kau membuatnya sampai terbang melayang semalam sampai-sampai kepala Arash seperti habis kebentur tembok hingga Kalian bisa berangkat sekolah bersama ?" hina Wilona yang membuat Melati sakit hati mendengarnya.


Semurahan itu kah dirinya Dimata mereka ?


"Tidak ! Kalian salah paham !" sangkal Melati membela dirinya ia tak terima jika terus di hina oleh Wilona dan Marcelia.


"Jangan munafik Kau !" Wilona menarik rambut Melati yang di kuncir itu hingga kepalanya menengadah ke atas.


"Ah...sak..kit !"


"Ayo kita buat pertunjukkan Aku yakin sisa kalian semalam masih ada ditubuh Mu !" kata Wilona mengedipkan satu matanya pada Marcelia hingga Melati menggelengkan kepalanya dengan cepat, entah apa yang akan di lakukan oleh mereka padanya.


Kebetulan suasana kelas masih sepi hanya ada mereka bertiga disana. Wilona dan Marcelia membawa Melati menuju kaca jendela yang tertutup gorden.


Entah kapan mereka memulainya tangannya Melati sudah di ikat di belakang dengan sebuah tali kain.


Wilona mendekat ke arah Melati dan mengangkat kedua tangannya hendak meraih kemeja yang Melati kenakan...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2