
"Welcome Mr. Mario Syeh Scherzinger." klien Mario yang berada di Jepang menyambut kedatangan Mario disana.
"Thank You." Mario membalas sambutan hangat dari kliennya, selama dua hari Mario berada di Jepang, ia tak henti-hentinya memberikan kabar pada Mentari meskipun Mentari enggan membalas pesannya atau mungkin menampakkan wajahnya saat Mario menelpon Mentari lewat panggilan video.
"Yank... Masih marah ya ?" tanya Mario saat ini ia tengah beristirahat makan siang di salah satu restoran.
Mentari tak menjawab ia lebih memilih mengerjakan tugas kuliahnya.
"Yank... Mana wajah Mu ? Mas kangen nih." ucap Mario lagi ia terus membujuk Mentari agar mau bicara padanya.
"Yank... Aku tahu Kau marah pada Ku, oke dengarkan ini baik-baik Cahaya Mentari Binti Sarifudin Aku Mario Syeh Scherzinger dengan ini mengucapkan bahwa Aku jatuh cinta pada Mu !" ucap Mario dengan lantang hingga membuat Mentari spontan menampakkan wajahnya.
"Uh... Cantiknya bini Ku !" Mario menatap Mentari dengan mata yang berkedip-kedip.
"Coba ulang sekali lagi Aku mau dengar !" Mentari mencoba memastikan kembali ucapan Mario, benarkah dengan apa yang ia dengar barusan.
Mario terkekeh kini bibirnya tidak kelu lagi mengucapkan kata cinta untuk Mentari. Ia sudah sadar jika hatinya sudah terpaut pada si gadis desa yang sudah tak gadis lagi, Cahaya Mentari.
"I Love You, Cahaya Mentari !" kata Mario lagi hingga membuat hati Mentari berbunga-bunga.
Harry yang kebetulan ada di hadapan Mario merasa kalau Mario sangat alai bin lebay.
"Mas Kangen nih..." ucap Mario dengan manjanya.
"Kalo kangen ya pulang !" jawab Mentari untuk pertama kalinya ia menjawab ucapan suaminya itu selama dua hari ini.
__ADS_1
Mendengar permintaan pulang oleh Mentari, Mario pun nampak memikirkannya namun ia kembali tak bisa menyetujui keinginan istrinya itu sebab ada hal yang harus ia selesaikan siang ini bersama kliennya baru setelahnya ia bisa pulang ke tanah air.
"Sabar ya.. Yank, nanti suami ganteng Mu ini cepat pulang kok !" Mario mengedipkan satu matanya.
"Tapi Aku masih marah pada Mu, karena Mas menuduh Aku yang bukan-bukan !" lirih Mentari ia masih ingat betul kata-kata Mario yang membuatnya sakit hati.
"Maaf Yank... Aku hanya cemburu." jawab Mario merasa bersalah.
Mentari diam tak bersuara, benarkah apa yang dikatakan oleh suaminya itu ? Mario mencintainya dan merasa cemburu kala dirinya dekat dengan pria lain.
"Yank... Maafin Mas ya... Janji Mas tidak akan bicara seperti itu lagi." ucap Mario memelas
"Janji ?" sahut Mentari
"Iya Janji !" jawab Mario cepat.
"Yank... Jika bibir Mu seperti itu rasanya Aku ingin mencium Mu !" jawab Mario
"Ihh... Mesum terus !" sunggut Mentari
"Tiga hari kita tidak main Yank...Apa Kau tidak kangen Burio ?" tanya Mario tanpa dosa
"Tidak !" jawab Mentari bohong, bohong jika ia tak merindukan Burio dan sentuhan Mario yang selalu membuatnya mabuk kepayang bahkan setelahnya bisa membuatnya terbayang-bayang.
"Tidak berarti lawan katanya Iya !"
__ADS_1
Blush
Seketika pipi Mentari memerah dan membuat Mario terkekeh melihatnya.
Percakapan diantara Mentari dan Mario beberapa saat kemudian selesai karena Mario harus melanjutkan makan siangnya. Ia beruntung akhirnya Mentari mau memaafkan dirinya dan hubungan mereka kembali seperti semula.
"Tuan sepertinya sudah Bucin sekali dengan Nyonya !" celetuk Harry
"Tentu saja, dia kan istri Ku !" jawab Mario dengan sombongnya hingga Membuat Harry seolah mau muntah mendengarnya.
"Kenapa ?" Mario tak suka dengan reaksi Harry.
"Saya Mual, Tuan !" jawab Harry
"Bilang saja Kau iri Harry, makanya cari pasangan dan menikah jangan tahunya percaya dukun, usaha !" ucap Mario meledek pada Harry.
"Saya percaya Mbah Mijan Tuan !" jawab Harry yakin kalau perkataan Mbah Mijan akan terkabul.
"Terserah padamu, nampaknya kau sudah menjadi fans nya sekarang." jawab Mario ketus.
"Iya Tuan, bahkan Saya akan mencoblos Mbah Mijan sebagai dukun number one di desanya bahkan saya sudah memberikan dia hadiah sebuag baleho besar agar orang-orang tahu Mbah Mijan dukun number one !" jawab Harry penuh percaya diri dengan keyakinannya pada Mbah Mijan.
Byur
Seketika Mario menyemburkan air putih yang baru saja masuk ke dalam mulutnya ke wajah Harry.
__ADS_1
"Apa ?!"
...****************...