
Keesokan harinya,
"Jadi kalian benar-benar rujuk ?" ucap Mentari melihat Melisa dan David kini sudah bersama.
"Terpaksa !" balas Melisa tak bersahabat. Sedangkan David hanya bisa diam menerima ucapan yang terlontar dari bibir wanita yang kini sudah menjadi istrinya lagi tersebut.
"Kapan nikah ulangnya ?" tanya Mentari lagi
"Pulang dari negara ini Kami segera menikah lagi !" kali ini David yang menjawabnya sedangkan Melisa hanya terdiam.
Bunga dan Albert yang kebetulan ikut dalam undangan acara makan siang tersebut, mereka berdua pun hanya menyaksikan Melisa dan David sebab nasib Bunga dan Albert pun sama seperti mereka berdua, sama-sama akan memulai hubungan pernikahan kembali, alias nikah lagi.
"Kalian jangan lupa mengundang Kami ya ?" kata Mentari kemudian, melihat Bunga dan Albert lalu David dan Melisa.
"Kami nikah di KUA !" jawab Melisa dan membuat David menoleh ke arah Melisa.
"Kenapa ?" tanya David
"Gratis dan tidak keluar biaya !" kata Melisa yang membuat Harry dan Mario mengunci bibir mereka agar tidak tertawa. Lain hal dengan Albert pria itu bahkan sudah memikirkan rencana pernikahan mewah bersama Bunga.
David hanya bisa diam dan tertunduk sudah diterima kembali menjadi suami Melisa saja dirinya sudah bahagia, ia akan menuruti apapun keputusan Melisa.
"Betul itu ! Lebih baik uangnya di tabung untuk hal yang lebih penting ! Aku jadi ingat sewaktu menikah dulu, Sapi yang selalu ku sayang seperti anak sendiri harus rela di sembelih oleh Abah buat dimasak rendang satu desa !" kata Mentari
"Sapi ?" ucap Melisa dan Lusi bersamaan.
__ADS_1
"Istri Ku ini juragan sapi !" kata Mario memperkenalkan usaha istrinya.
"Ya, sapinya banyak di Desa !" kali ini Bunga membuka suara.
"Jadi penasaran, dimana Desanya ?" Albert ikut bicara.
"Kami kan satu Desa dengan Bunga !" jawab Mentari yang membuat Albert manggut-manggut kepala.
"Oh iya, kalau kalian sudah sah menikah kembali dan butuh honey moon datanglah ke resort yang sudah selesai dibangun oleh suami Ku." kata Mentari lagi.
"Iya, anggap saja kado pernikahan dari Kami !" sambung Mario
"Terimakasih Mario, memangnya dimana lokasinya ?" tanya David
"Di Desa Suka Cinta !"
"Aku rindu twin A, Mas !" ucap Mentari ia tentu saja merindukan dua orang anaknya itu, sebab ia dan Mario pergi ke Turki tanpa membawa mereka berdua.
"Mau pulang ?" tanya Mario sambil memeluk Mentari dari belakang.
Mentari menganggukkan kepalanya ia tentu saja rindu pulang ke rumah dan bertemu dua buah hatinya, Arash dan Arish.
"Oke, nanti malam kita pulang !" Mario semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Mentari hingga keduanya saling menatap pemandangan indah kota Turki dari kaca jendela kamar hotel yang mereka tempati.
Lain halnya dengan Lusi dan Harry sepasang pengantin baru itu tengah menikmati fasilitas hotel yang sudah di bayar oleh Mario.
__ADS_1
"Minggu depan Kau tidak usah kerja lagi !" kata Albert pada istrinya.
"Kenapa ?" tanya Lusi cepat.
"Siapa tahu bibit yang sudah Ku semai tumbuh disini." Harry mengelus perut rata Lusi dengan lembut yang membuat Lusi terharu mendengarnya.
Lusi kemudian mengambil tasnya dan memberikan sesuatu di tangan Harry, berupa kotak kecil bewarna cokelat.
"Apa ini ?" Tanya Harry bingung.
"Bukalah." jawab Lusi tersenyum manis.
Harry pun membuka kotak itu dan mengambil sebuah alat test kehamilan yang sudah bergaris dua.
"Lu..Lusi !" suara Harry tercekat.
Lusi menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, satu minggu lalu Lusi iseng membeli alat tes kehamilan sebab ia sudah telat haid selama dua Minggu setelah hampir dua bulan menikah dengan Harry.
Setelah Lusi cek ternyata dirinya benar-benar hamil. Dan ingin memberikan kejutan untuk suaminya itu.
"Kita akan jadi orang tua, Bang." ucap Lusi pelan.
Harry sampai meneteskan air mata bahagianya karena ia tak menyangka istrinya sudah hamil dan mereka diberi kepercayaan untuk menjadi orang tua.
"Terimakasih !" Harry memeluk Lusi dan mencium wajah dan pucuk kepala Lusi berkali-kali.
__ADS_1
...****************...
Maaf Gaes aku lama update, karena Aku akhir-akhir ini sibuk banget, kerjaan di kantor di rumah banyak banget ! Jadi buat kalian yang masih setia sama cerita ini aku mau ucapin terimakasih banyak dan sabar menunggu, doain cerita ini selesai ya Gaes..aku rencananya cerita ini berlanjut sampe ke anak-anaknya Mario dan Mentari semoga aja terealisasikan ya..mohon doa dan dukungannya. 🥰🥰🥰