
"Mas, Aku mau muntah !" keluh Mentari saat melihat orang yang duduk di sebelah mejanya tengah menikmati sushi dengan lahapnya.
"Kenapa Yank ?" tanya Mario cepat dan langsung khawatir.
"Aku mual melihat orang disebelah Kita ! Masa dia makan daging mentah !"
Mario menganggukkan kepalanya tanda ia tahu maksud dibalik Mentari ingin muntah karena istrinya itu tidak mau melihat hidangan yang tidak dimasak.
"Kita cari restoran lain saja, Yank !" pinta Mentari kemudian.
"Oh, ya sudah. Ayo kita cari restoran lain." ajak Mario
Mereka berdua kemudian mencari restoran lain namun saat mereka dalam perjalanan Mentari melihat ada restoran khas Indonesia, Nasi Padang !
"Mas, Aku mau makan itu saja !" tujuk Mentari pada restoran tersebut lalu mereka berdua masuk ke dalam restoran itu dan duduk dikursi, pelayan restoran tentu saja langsung menyajikan berbagai menu makanan dimeja makan mereka.
"Ini baru enak !" ucap Mentari langsung memulai makannya hingga membuat Mario memijit keningnya yang tidak pening.
"Ke Jepang cuma ingin makan nasi Padang !" tulis Mario dalam insta story instagramnya ia membuat video dimana Mantari tengah makan.
"Uh... Kenyangnya..!" ucap Mentari mengelus perutnya setelah menghabiskan makanannya.
__ADS_1
"Buah Mangga kita pasti kenyang di dalam sana !" ucap Mario tersenyum senang.
"Mungkin saat ini dia sudah mengantuk karena sudah kenyang !" ucap Mentari sambil terkekeh.
"Setelah ini kita kemana, Yank ? Kemarin kita sudah nonton konser, besok Kita ngapain ya ?" ucap Mario
"Pulang saja, Mas ! Ternyata tidak enak liburan di luar negeri, lebih enak di negeri sendiri apalagi di desa Ku !" jawab Mentari apa adanya.
"Kau lucu sekali Yank, perempuan di luar sana mendambakan liburan ke Luar Negeri, tapi istri Ku lain dari pada yang lain." ucap Mario mengelus kepala Mentari.
"Ya, bagaimana mau mengatakannya. Tapi itulah yang Aku rasakan Mas, kalau mau liburan lagi lebih baik kita liburan di dalam negeri saja, Oke !" kata Mentari tersenyum manis.
Tak lama mereka berdua keluar dari restoran tersebut, Mario mengajak Mentari ke pusat oleh-oleh negara Jepang. Mereka kemudian sibuk mencari buah tangan untuk Abah dan Umi di kampung.
"Kenapa tidak beli juga untuk Bapak dan Ibu Mertuua ?" tanya Mentari yang melihat suaminya hanya membelikan oleh-oleh untuk kedua orang tuanya saja.
"Daddy dan Mommy sudah sering ke Jepang, jadi tidak perlu dibawakan oleh-oleh Yank."
"Oh begitu, rupanya."
Setelah puas berbelanja, Mario dan Mentari kembali ke hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
"Yank, nanti pas lahiran operasi saja, ya !" ucap Mario pelan sambil mengelus-elus perut buncit Mentari. Ia mengatakan itu sebab takut jika terjadi hal yang tak ia inginkan jika Mentari melahirkan nanti.
"Kenapa harus dioperasi ?" Tanya Mentari
"Aku takut, Yank kehilangan Mu, Yank." jawab Mario menatap manik mata Mentari.
Deg
Sebesar itu kah rasa cinta Mario padanya kini ? Mentari bahkan merasa tak percaya jika Mario tak sanggup kehilangan dirinya.
"Doakan yang baik-baik, Mas. Doakan Aku dan calon anak Kita sehat tanpa kekurangan diwaktu lahiran nanti." jawab Mentari memegang rahang tegas Mario.
"Aku takut, Yank ! Sungguh Aku takut kehilangan Mu, jangan tinggal kan Aku." Mario langsung memeluk tubuh Mentari.
"Kami tidak akan meninggalkan Mu." Mentari menciumi wajah Mario bertubi-tubi hingga ia merasa gemas.
"Mau menjenguk buah mangga ?" tawar Mentari sambil mengedipkan satu matanya pada Mario, sontak saja Mario begitu mengerti tanpa ba bi bu lagi Mario langsung pasang aksi.
"Buah mangga, Daddy datang !" Mario langsung melemparkan pakaianya ke sembarang arah sedangkan Mentari terkekeh geli melihat tingkah laku suaminya yang begitu dikasih jatah langsung siap dan sigap.
...****************...
__ADS_1