
"Apa Kau tidak tahu rahasia suami Mu ?" ucap Mario ia memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
Melisa mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan ucapan Mario padanya. Padahal ia hanya menggunakan nama David agar bisa menyapa Mario dan bila perlu dekat lagi dengan Mario. Lalu apa yang dikatakan Mario perihal suaminya benar-benar membuatnya bingung.
"Rahasia ? Rahasia apa ?"
"Urus saja urusan Mu dengannya, lagi pula apa peduli Ku dengan urusan rumah tangga kalian !" setelah mengatakan itu Mario pergi meninggalkan Melisa yang terdiam di tempatnya.
Kata-kata Mario barusan seolah terus berputar di pikiran Melisa. 'Rahasia ? Apa ada yang tidak Ku ketahui tentang David ?' ucap Melisa dalam hati.
......................
"Ayo kita pulang, Yank !" ajak Mario ia merasa sudah seharusnya mereka meninggalkan acara ulang tahun Tuan Wilson tersebut, dan Mentari pun mengangguk setuju.
Keduanya kemudian berpamitan dengan Tuan Wilson dan juga Albert. Namun sebelum Mario dan Mentari pergi dari hadapan Albert, Mentari mengatakan sesuatu pada Albert yang membuat Albert bingung namun tetap terngiang di pikirannya.
'Aku harap ini adalah kebahagiaan Mu yang sesungguhnya, Tuan Albert !'
"Apa maksudnya ?" gumam Albert yang terus melihat punggung Mario dan Mentari semakin menjauh dari pandangan matanya.
Mario mengajak Mentari menginap di sebuah hotel yang diresmikan oleh Daddy nya satu tahun lalu.
__ADS_1
"Kenapa kita ke hotel, Mas ?" tanya Mentari
"Kita kan belum pernah menginap di hotel !" jawab Mario dengan santainya.
"Pasti mahal menginap disini !" ucap Mentari pelan karena melihat fasilitas hotel yang begitu mewah.
"Sure ! Tapi tenang, kita gratis menginap disini, Yank. Karena ini hotel milik Daddy, yang akan diwariskan untuk Mikayla." jawab Mario berterus terang.
"Wah... Suami Ku memang keturunan sultan ! Berarti kalau punya anak sepuluh hartanya tidak akan habis !" kata Mentari hingga membuat Mario tertawa mendengarnya.
"Jadi Kau ingin punya anak sepuluh, Yank ?" tanya Mario dengan antusias
"Satu saja belum lahir, Mas. Jangan terlalu serius Mas, Aku hanya bercanda !" Mentari tercengir kuda.
"Aduh Yank, sakit !"
"Rasakan ini ! Aku ini manusia Mas, bukan kucing yang hamil lalu beranak empat sekaligus !" sunggut Mentari.
Setelah itu Mentari melepaskan gaunnya karena merasa gerah dan hanya memakai dalaman sport Bra dan celana pendek ketat yang senada warnanya.
"Oh.. So Sexy !" Mario melihat tubuh Mentari yang semakin seksi karena perut Mentari yang sudah membuncit.
__ADS_1
"Kenapa ? Mau ya ?" pancing Mentari dengan mengedipkan satu matanya hingga membuat Mario terperanjat dengan tingkah centil istrinya.
"Apa boleh ?"
Jangan tanya Burio sudah jelas dia bangun dan siap bertempur.
"Tapi kan tidak bawa sarung !" ucap Mentari mengingatkan suaminya, memang mereka berdua sudah diperbolehkan berhubungan suami istri namun dokter tetap melarang Mario untuk mengeluarkan olinya ke dalam rahim Mentari sebab belum waktunya. Jadi Dokter menyarankan Mario untuk memakai sarung, alias pengaman.
"Diluar saja, Yank !" jawab Mario dengan cepat membuka pakaian yang ia kenakan karena ia sudah tak sabar untuk memakan Mentari.
"Memangnya boleh ?" tanya Mentari lagi.
"Boleh ! Mas tanya dengan dokter !" jawab Mario yang sudah melepaskan celana panjangnya.
"Dokter siapa ?" tanya Mentari lagi
"Dokter online !" celetuk Mario
"Hah ?"
Hingga keduanya memulai aksi gelut yang menyenangkan diatas ranjang nan empuk di kamar hotel tersebut.
__ADS_1
...****************...