
"Berikan dia dosis yang sama dengan Merry!" perintah Kelly.
"Baik, Nyonya."
Kelly memerintahkan anak buahnya untuk memberikan obat yang sama dengan obat yang diberikan pada Merry setiap harinya. Kelly mau Nadia juga menjadi seperti Merry. Kelly mau Nadia menjadi gila. Dengan begitu, semua dendam Kelly terbalaskan.
Bisnis kedua saudara iparnya hancur.
Nadia, saingannya dulu gila
Keluarga Thomas hancur.
Dan sebentar lagi, harta kekayaan Jhonson akan dia raih. Dengan begitu dia akan segera mendapatkan apa yang selama ini ia impikan.
Kelly juga berencana menikah dengan Bram, meninggalkan Mark Jhonson yang usianya memang terpaut jauh dengannya.
Dan semuanya itu kini tinggal di depan mata saja, tinggal hanya beberapa langkah lagi Kelly akan mendapatkan semuanya.
Kelly mendekati Nadia yang tengah dipegangi oleh orang suruhannya.
"Aku tidak mau!!!" Nadia memekik hebat.
Plakk
Satu tamparan mendarat di pipi Nadia.
"Cepat minum, atau ku bunuh kau!" pekik Kelly. Nadia terperanjat, dia takut, dia benar-benar takut. Pipinya sudah merah, tapi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan ketakutannya.
"Sebenarnya apa salahku? ... kenapa kau begitu membenciku?" tanya Nadia dengan mata yang berkaca-kaca.
Kelly menatapnya sambil memegangi dagu Nadia. Dia angkat wajah wanita di hadapannya.
"Kau mau tahu apa salahmu, hah?"
Dengan air mata yang menetes, Nadia menganggukkan kepalanya.
Kelly mencengkram dagu wanita itu semakin erat, sampai Nadia meringis menahan sakitnya.
"Kau ..." ucap Kelly dengan amarah yang hampir membludak. "Kau telah merebut Thomas dariku."
Hah?
Nadia membulatkan matanya tak percaya. Rupanya wanita di hadapannya ini dendam karena Nadia telah merebut Thomas darinya.
Seketika Nadia teringat ucapan Thomas kala itu. Pembicaraan Thomas dengan temannya sehari setelah pernikahan mereka. Nadia diam diam mendengarkan pembicaraan mereka, tapi dia tidak tahu siapa yang dimaksud.
"Aku masih memiliki seorang kekasih, tapi aku harus meninggalkan dia demi Nadia. Karena aku tidak mau mengecewakan Ibuku, dia sangat berharap aku bisa menikahi Nadia."
Sebenarnya waktu itu Nadia sempat bertanya-tanya dan berusaha mencari informasi mengenai kekasih yang ditinggalkan Thomas hanya untuk menikahinya. Nadia ingin agar mereka kembali bersatu karena Nadia merasa bersalah telah merebut Thomas. Lagipula Nadia tidak mencintai Thomas, mereka juga menikah hanya atas dasar permintaan orang tua masing-masing.
Namun, karena Nadia tak kunjung juga mendapatkan informasi mengenai wanita itu, Nadia pun akhirnya memendam rasa penasarannya dan membiarkan pernikahan mereka berlanjut begitu saja sampai dikaruniai 3 orang anak.
"Kau salah paham. Aku tidak pernah merebut Thomas darimu."
"Oya?" Kelly memiringkan kepalanya, menatap dengan tatapan penuh kejahatan ke arah Nadia. "lalu kau pikir aku akan mengampunimu, setelah kau mengatakan ini semuanya salah paham." Kelly tertawa terbahak-bahak. "Tidak semudah itu Nadia. Kau harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kau lakukan padaku dulu."
Kelly melepaskan cengkraman tangannya di Dagu Nadia dan melemparkannya begitu saja. "Nikmati saja hari-hari terakhir mu menjadi orang waras," begitu ucapnya.
Kelly pun akhirnya keluar dan orang-orang suruhan Kelly mulai beraksi memasukkan beberapa butir obat-obatan ke dalam mulut Nadia dengan memaksa.
Saat tengah memaksa Nadia menelan obat-obatan itu, Merry tiba-tiba berteriak. Dia berontak dan berusaha membuka ikatan di tangannya. Seolah Merry paham bahwa dia harus menolong Nadia.
"Argggghhhh." Merry terus menjerit-jerit, membuat orang-orang suruhan Kelly jadi hilang konsentrasi.
__ADS_1
"Cepat tenangkan dia bodoh! telingaku sakit mendengar suaranya," kata salah satu orang suruhan Kelly kepada temannya.
Saat satu orang suruhan Kelly itu pergi, Nadia memanfaatkan kesempatan ini untuk beraksi. Dia menendang bagian sensitif laki-laki di hadapannya sekuat tenaga menggunakan kakinya.
"Aww." Laki-laki itu terpental sambil memegangi alat vital karena kesakitan.
"Sial." Satu laki-laki yang tengah menenangkan Merry itu marah melihat temannya kesakitan. Dia berniat untuk membantu rekannya yang ditendang oleh Nadia tadi. Namun di luar dugaan, Merry malah menggigit tangan laki-laki itu dengan sangat kuat.
Seperti ada keajaiban Merry seolah ingin membantu Nadia untuk terbebas dari jeratan Kelly.
"Arghh."
laki-laki kedua itu juga tersungkur memegangi tangannya yang mulai berdarah karena bekas gigitan Merry.
Melihat situasi yang senggang, Nadia tidak menghilangkan kesempatannya untuk bisa menyelamatkan diri.
Buru-buru dia melepaskan ikatan tangannya, beruntung ikatan tangannya tidak terlalu kuat saat itu, sehingga dia bisa dengan mudah membukanya.
Kedua laki-laki itu sempat berdiri untuk kembali menghalangi Nadia, namun secepat mungkin Nadia mengambil kayu balok yang berada disampingnya dan menghantamkan balok itu kepada dua laki-laki tersebut
*Bugh
Bugh*
Suara hantaman balok itu terdengar hingga kedua laki-laki itu tersungkur.
Tanpa membuang waktu, Nadia langsung pergi meninggalkan ruangan itu sebelum mereka kembali mengejarnya. Namun sebelum Nadia benar-benar keluar dari tempat itu, dia sempat melirik ke arah Merry, wanita yang telah membantunya keluar dari jeratan Kelly.
Dia sangat berterima kasih kepada wanita yang dulu pernah dia caci maki itu, dia juga berjanji akan kembali untuk menyelamatkan Merry dari tempat terkutuk itu. "Terima kasih Merry," batin Nadia. "Aku janji aku akan menyelamatkanmu dan juga keluargamu."
***
"Kita harus bekerjasama untuk menghancurkan Kelly," ucap ayah Jela yang diikuti anggukan kepala dari yang lainnya.
"Iya. Aku juga sudah berusaha masuk ke rumahnya untuk mencari informasi mengenai paviliun itu, tapi Kelly tidak mengizinkan aku masuk," sahut Ibu Jela.
Dua keluarga itu tengah berkumpul untuk berpikir bagaimana caranya menumbangkan wanita jahat itu. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Wanita itu tak terkalahkan. Mereka mulai frustasi dan hampir ingin menyerah saja rasanya.
"Apa Mark tidak tahu? ... kenapa dia diam saja melihat kedua kakaknya dihancurkan oleh istrinya sendiri?" tanya Ibu Jela. "Apa mungkin dia juga bekerjasama dengan istrinya itu."
"Tidak mungkin," sergah Ibu Rega. Mark tidak sejahat itu. Aku tidak yakin kalau dia bekerjasama dengan istrinya yang keji itu."
Kali ini Ayah Jela setuju. Dia yakin, adik kandungnya itu bukan tipe manusia pendendam. Meskipun dulu mereka berdua sempat mengesampingkan Mark Jhonson dari keluarganya, tapi setelah Nicholas hadir, semuanya kembali normal seperti sedia kala. Dan mereka rasa tidak pernah ada dendam setelahnya. Mereka sudah menerima dengan lapang dada, jika Ayah mereka memilih Nicholas sebagai penerus.
Kelima orang itu saling sahut menyahut membahas bagaimana cara menumbangkan Kelly, hanya satu orang yang diam. Ayah Rega. Dia diam dan tak banyak bicara, sampai akhirnya ....
"Ayah, kenapa kau diam saja?" tanya Rega. Ayahnya menatap dengan tatapan semu dan hanya senyuman kecil yang terhidang.
Beberapa menit berlalu, mereka masih tak menemukan jalan juga. Apa mungkin mereka harus merelakan saja semuanya.
"Sebenarnya..."
Ayah Rega yang semula diam saja itu bersuara.
"Sebenarnya apa, Yah?" tanya Rega. Dua keluarga itu saling menatap Ayah Rega.
"Sebenarnya, Aku tahu bagaimana menumbangkan Kelly."
Ruangan keluarga Rega yang semula riuh itu menjadi hening seketika. Semua mata tertuju pada Ayah Rega. Rupanya ayah dari Rega itu selama ini memendam rahasia.
"Cepat katakan! apa yang kau tahu tentang wanita itu," tegas ayah Jela tak sabaran.
Ayah Rega pun mulai bersuara, menceritakan masalalunya.
__ADS_1
Flashback.
Dulu, saat aku mengunjungi rumah Mark untuk membawakan oleh-oleh dari luar negeri, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Kelly dengan seorang laki-laki. Dia meminta orang itu membawa putrinya Seli ke panti asuhan, rupanay Kelly ingin membuang Seli agar dia bisa melancarkan aksinya untuk merebut perusahaan Papa.
Lalu, di hari Kelly beraksi, aku meminta orang-orang suruhanku untuk membatalkan rencana Kelly. Aku ingin mereka membawa orang suruhan Kelly untuk mengakuinya di depan Jhonson. Aku hanya ingin Jhonson tau, bahwa istrinya itu bukan orang baik. Dia tega membuang anak kandungnya sendiri.
Iya, meskipun aku tidak begitu menyukai Kelly dan anaknya, tapi Seli tetaplah keponakanku. Dia anak dari adikku, dan aku tidak mau kalau sampai Selli diperlakukan seperti itu oleh ibu kandungnya sendiri.
Tapi sayang, orang-orang suruhan Kelly itu bersikeras tak mau melepas Selli, sampai akhirnya terjadilah perkelahian hebat.
Tak ada pilihan, Orang-orang suruhanku akhirnya membunuh mereka, karena mereka duluan yang mengancam nyawa kami. Lalu kami membuang mayatnya ke jurang untuk menghindari kecurigaan, kemudian aku masuk ke dalam mobil mereka hendak mengambil Selli, tapi sayang. Gadis itu sudah hilang, dan aku sempat melihat bahwa yang membawanya pergi adalah supir pribadi Mark sendiri, namanya Raymond.
Orang-orang suruhanku coba mengejar Raymond, tapi tidak bisa. Dia pergi terlalu cepat!
Lalu keesokan harinya, Kelly tahu bahwa aku yang sudah membunuh orang-orangnya. Dia datang menemuiku dan mengancam akan memenjarakanku jika aku tidak memberitahukan dimana putrinya.
Karena aku takut Kelly akan memenjarakanku, aku pun terpaksa memberitahu bahwa supir pribadi suaminya lah yang telah membawa kabur Selli.
Kelly pun langsung memanggil Raymond. Dia menanyakan dimana Selli berada. Sayangnya, supir itu bersikeras mengatakan bahwa dia tidak tahu dimana Selli, padahal jelas-jelas aku melihatnya.
Karena kesal, Kelly pun akhirnya menyusun rencana. Dia memintaku untuk membunuh supir pribadinya itu. Kelly takut jika dia berkata yang tidak-tidak pada suaminya.
Sebenarnya aku memang berharap sekali Raymond membeberkan itu pada Mark. Itu artinya Mark akan mengetahui keburukan istrinya. Tapi lagi-lagi Kelly mengancam ku. Dia bahkan sudah menyiapkan surat gugatan jika aku tidak memenuhi permintaannya, maka dia akan membahas masalah pembunuhan kedua orang suruhannya.
Dan, aku pun terpaksa memenuhi permintaannya.
Aku ....
Aku membunuh supir pribadinya dengan mensabotase kecelakaan mobilnya.
Flashback off
Air mata ayah Rega menggenang saat menceritakan hal itu. Sejujurnya selama bertahun-tahun ini dia dihantui rasa bersalahnya pada Raymond dan keluarganya, tapi lagi-lagi karena alasan takut dilaporkan, Ayah Rega hanya diam.
Semua mata memandang tak percaya saat mendengar pernyataan rahasia yang selama ini ayah Rega sembunyikan dari semuanya.
Rupanya ayah Rega lah yang telah membunuh ayah Reynald. Dia terpaksa melakukan hal tersebut karena diancam Kelly. Dia takut kalau Kelly akan melaporkannya pada polisi.
"Jadi Ayah...." Rega menggantung ucapannya saking tak percayanya. Dia tidak menyangka bahwa Ayahnya adalah seorang pembunuh.
"Dulu aku memendam rahasia ini karena aku takut pada Kelly. Tapi sekarang ... melihat Kelly semakin semena-mena, aku sepertinya harus sedikit berkorban. Aku akan membuat pengakuan di kantor polisi. Aku akan membeberkan semua keburukan Kelly. Dengan begitu, dia akan berhenti berbuat jahat."
Semua mata masih diam terpaku menunggu kelanjutan cerita itu. Tapi sepertinya semua telah berakhir. Sudah jelas sekarang, siapa Kelly sebenarnya. Dia adalah wanita paling keji yang pernah mereka kenal.
"Kenapa kau tidak pernah menceritakan ini padaku?" tanya Ibu Rega.
"Maafkan aku! ... aku kira, Kelly tidak akan berbuat sejauh ini." Ayah Rega tertunduk. Keluarga Jela hanya saling bertatapan. "Mungkin ini memang saatnya aku untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu."
"Ayah." Rega langsung memeluk ayahnya. "Jangan lakukan itu! .... kita bisa mencari cara lain untuk bisa melawan Tante. Kumohon! aku tidak mau ayah dipenjara."
Ayah Rega berusaha memberikan pengertian pada Rega. "Jangan takut, Nak! ... masih ada Ibu dan juga anak istrimu yang akan selalu ada untukmu. Kita tidak punya pilihan. Hanya inilah cara satu-satunya untuk menjatuhkan Kelly."
"Sayang!" Kini giliran Ibu Rega yang sedari tadi diam itu seketika memeluk suaminya.
Ayah Rega pun membalas pelukan Istrinya. Dia tahu ini pasti berat, tapi ini akan semakin berat jika dia tidak bergegas menghentikan perbuatan Kelly itu.
"Tidak apa-apa. Aku akan kembali lagi."
Wanita itu menangis dalam pelukan suaminya. Membayangkan bagaimana nanti kehidupannya tanpa suaminya.
"Jangan bersedih! ... ini hanya sementara."
To be continued
__ADS_1