Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Putus!!!


__ADS_3


Sepanjang perjalanan, Nicholas terus memikirkan wanita bernama Natalie.


Senyumnya, tawanya, akankah Nicholas bisa kembali melihatnya untuk waktu yang lebih lama lagi.


Seandainya Tuhan memberiku satu kesempatan, aku ingin sekali terlahir kembali menjadi laki-laki yang seutuhnya untuk Natalie.


Tidak apa jika aku ditakdirkan tidak menjadi Nicholas pemilik perusahaan Jhonson Company, asalkan aku bisa menjadi satu-satunya laki-laki yang paling Natalie cintai.


Dan kami menjalani hidup sampai akhir nanti.


Nicholas Jhonson.


Nicholas terperanjat dari lamunannya saat dia sudah sampai di depan rumah Jennifer.


Beruntung pagi ini, Jennifer belum berangkat kerja. Dia baru saja keluar dari rumahnya dan hendak bergegas masuk ke dalam mobilnya.


"Sayang, kok kamu ke sini pagi-pagi?" tanya Jennifer saat Nicholas datang. "Kamu pasti sengaja jemput aku kan?"


Bukannya menjawab pertanyaan Jennifer, Nicholas malah menarik lengan wanita itu dan memaksanya segera masuk ke dalam mobil.


"Nicho, kamu apa-apaan sih?" kesal Jennifer.


Nicholas lalu mengunci pintunya dari dalam. Dia menatap tajam mata Jennifer, seolah ingin menerkam.


"Lepas! sakit." Jennifer menarik tangannya, dan Nicholas membiarkannya. Wanita itu kemudian mengusap-usap tangannya yang memerah.


"Kenapa sih?" tanya Jennifer lagi. "Kamu pagi-pagi udah narik aku ke dalam mobil kaya gini, kenapa?"


Lama tak ada jawaban, Nicholas masih menatap mata wanita itu, dan itu berhasil membuat Jennifer jadi sedikit takut.


"Ada apa sebenarnya dengan Nicholas?" batin Jennifer. Dia sedikit takut ketika melihat mata Nicholas sudah merah.


Prak


Nicholas melempar hasil testpack dan juga hasil lab yang dia temukan di dalam goodiebag Natalie.


"Kenapa Nicholas memberikan ini padaku?" Jennifer bertanya-tanya dalam hatinya. "Jangan-jangan dia ...."


"Jelaskan padaku! kenapa kau melakukan ini?" ucap Nicholas dengan datarnya, memotong lamunan Jennifer.


Dugaan Jennifer tepat, rupanya Nicholas mencurigainya.

__ADS_1


"Sial," batin Jennifer. "Kenapa dia mencurigai ku?"


"JAWAB JENNI!!! KENAPA KAMU DIAM?"


Jennifer tersentak saat Nicholas mulai bicara dengan nada tinggi.


"AKU TANYA KENAPA KAMU MELAKUKAN INI, HAH?"


Air mata Jennifer tiba-tiba turun. Baru kali ini Nicholas bicara dengan nada setinggi ini.


"JANGAN MENANGIS! JAWAB PERTANYAAN AKU!"


Jennifer benar-benar ketakutan, karena Nicholas terlihat seperti Monster baginya.


"Kenapa kamu menuduhku yang melakukannya, apa kau punya bukti?" ucap Jennifer dengan air mata yang sudah menetes.


"Ckkkk." Nicholas berdecak. "Aku tidak perlu bukti untuk menuduhmu sebagai pelaku utama, karena semuanya sudah jelas bukan?"


"Apa maksudmu?"


"Ini!" Nicholas mengangkat ponselnya. Dia memperlihatkan email yang dia terima. Email yang mengirimkan dia foto-foto Natalie dengan Kevin saat di rumah sakit.


"A_apa itu?" Jennifer gugup. Dia pura-pura tidak mengerti dengan apa yang diperlihatkan Nicholas.


Wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, kalau kau tidak mau mengakuinya, maka aku akan memperpanjang urusan ini ke pihak yang berwenang dengan kasus pencemaran nama baik Natalie."


"Apa maksudmu Nicho? aku tidak melakukannya, aku tidak tahu kenapa foto itu bisa masuk ke email kamu, bukan aku yang mengirimnya."


Semua sudah jelas. Jennifer adalah pelaku utama semua ini.


Sebenarnya Nicholas hanya memancing Jennifer untuk mengelak dari tuduhannya itu, dan ternyata harapan Nicholas terwujud. Jennifer mengelak bahwa dia bukan pelakunya sebelum Nicholas menjelaskannya.


Jadi sudah jelas, pelakunya memang Jennifer.


Nicholas tersenyum miring lalu melepaskan tangan wanita itu.


"Bagus! lebih cepat mengaku, maka lebih baik untukmu."


Jennifer mengerutkan keningnya, apa maksud Nicholas. Dia tidak mengakuinya, dia mengelak, kenapa Nicholas bilang kalau dia mengakuinya.


"Aku sudah bilang bukan aku, Nic pelakunya. Kenapa kamu malah bilang aku pelakunya?"

__ADS_1


Nicholas masih diam dan tak bergeming, sebelum sebuah kata keluar dari bibirnya.


"Kita Putus! dan jangan pernah lagi temui aku! "


Jennifer membulatkan matanya lebar-lebar. Apa dia tidak salah dengar, Nicholas memutuskannya. Nicholas memutuskan dia demi wanita bernama Natalie itu. Sungguh Jennifer tidak terima ini, dan sampai kapanpun dia tidak akan terima.


"Ini gak mungkin. Kamu becanda kan?" tanya Jennifer. Dia benar-benar tidak percaya. Sungguh, katakan ini hanya mimpi!


Tak bermaksud menjawab, Nicholas lantas keluar dari mobil itu.


"Nicho! tunggu!" Jennifer langsung mengejar, namun Nicholas tak menggubris wanita itu. Ia terus berjalan dengan perasaan yang sudah hancur lebur. Wanita yang selama ini sangat dia percaya, dan wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya itu ternyata telah mengecewakannya. Dan karena wanita itu juga dia kini melukai wanita yang sangat dicintainya.


Nicholas tau, Jennifer melakukan ini semua pasti karena wanita itu cemburu, karena bagaimanapun juga Jennifer memang masih berstatus sebagai kekasih Nicholas, dan oleh karena alasan itu juga Nicholas tak mau memperkarakan ini ke jalur hukum.


Tapi, perbuatannya yang sudah keterlaluan itu jelas tak bisa mendapatkan toleransi lagi. Apapun alasannya, membuat keterangan palsu untuk menjatuhkan orang lain bukanlah hal yang dibenarkan.


Jennifer harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Dan memutuskannya itu adalah pilihan yang paling tepat menurut Nicholas.


Sudah sejak lama memang Nicholas ingin mengakhiri hubungannya dengan wanita itu, lebih tepatnya saat Natalie kembali ke dalam kehidupannya, hanya saja dia tidak pernah mendapatkan waktu yang pas, dan hari ini Nciholas rasa adalah hari yang paling cocok untuk mengakhiri hubungannya dengan wanita itu.


"Nicho, tunggu! aku tidak mau kita putus," pekik Jennifer, "apalagi kamu mutusin aku gara-gara wanita jal@ng itu."


Langkah kaki Nicholas terhenti kala Jennifer mengucap kata jala@ng itu untuk wanita yang paling berarti dalam hidupnya itu.


"Aku tahu aku salah. Tapi aku melakukan ini semua karena aku sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu." Jennifer terus berusaha menahan agar Nicholas tidak pergi. "Aku cuma gak mau kamu lebih perduli dan perhatian pada Natalie! ... dia itu gak pantes buat kamu. Dia cuma wanita jal@ng."


"JAGA BICARAMU JENNIFER! DIA ISTRIKU. DIA BUKAN WANITA JAL@NG SEPERTI YANG KAU KATAKAN."


Emosi Nicholas kembali memuncak. Kemudian dia membalikkan badannya. "Wanita jal@ng seperti apa yang kau maksud, hah?" Nicholas berjalan mendekati Jennifer kembali. "Kau tahu? bahkan sampai tadi malam, dia masih menjaga kehormatannya untuk suaminya."


Jennifer terkejut dengan ucapan Nicholas. Darimana Nicholas tahu kalau Natalie masih menjaga kehormatannya.


"Jangan-jangan Nicholas dan Natalie ...." Pikiran Jennifer menerawang sampai ke adegan dimana Nicholas dan Natalie melakukan hal yang biasa dilakukan suami istri pada umumnya. Jelas Jennifer tak terima. Dia saja yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapatkannya, kenapa Natalie bisa dengan begitu mudahnya.


Nicholas sudah sangat dekat dengan Jennifer. Jarak keduanya mungkin hanya tinggal setengah meter lagi.


"Dan gara-gara kamu." Nicholas kembali menunjuk wajah Jennifer dengan telunjuknya. "Dan karena perbuatan mu itu, aku sudah merenggut kehormatannya dengan cara yang tidak manusiawi. KAU TAHU ITU JENNIFER, APA KAU TAHU ITU???"


Jennifer menganga tak percaya. Dugaannya benar. Nicholas dan Natalie sudah melakukan ....


"Arghhhhhh." Nicholas mengacak-acak rambutnya frustasi. "Aku benci kenapa aku harus terlahir di dunia ini, aku benci." Nicholas memekik, sementara Jennifer masih mematung diam tak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka kalau rencana untuk membuat Nicholas menceraikan wanita itu malah berujung aksi seperti ini.


**To be continued

__ADS_1


Terimakasih untuk yang sudah like, komen, vote, and rate novel abal-abal ini. Semoga semua kebaikannya dibalas oleh Allah. Aamiin**!


__ADS_2