
Malam ini adalah malam yang paling ditunggu-tunggu Keisha, adik dari Kevin. Pasalnya, dia bisa bertemu dengan seseorang yang sejak lama sangat ia rindukan, yaitu Natalie.
Gadis kecil itu tengah di make-up oleh seorang tata rias dan tentunya Eliza sudah berada di sana untuk menemani Keisha, bahkan dua jam sebelum acara di mulai.
"Liz, kamu kok cepet banget datangnya? kan acaranya masih satu jam lagi?" tanya Kevin yang masuk ke dalam kamar Keisha setelah mengatur dekorasi bersama tim EO.
"Gpp, Vin. Aku emang sengaja datang lebih awal. Soalnya aku pengen lihat Keisha di make-up. Ternyata dia cantik banget ya!" puji Eliza sambil memegangi tangan Keisha yang baru saja selesai di make-up itu.
"Makasih, Kak Eliza," ucap Keisha malu-malu. Lalu Kevin duduk di samping Eliza.
"Kamu gugup?" Kevin mengecek suhu kening adik wanitanya itu.
Keisha menggelengkan kepalanya. "Enggak, Kak." Lalu tiba-tiba pertanyaan itu datang lagi. "Kak, Kak Natalie beneran datang kan?"
Sontak saja Eliza jadi malas. Kenapa juga harus Natalie lagi yang dipertanyakan. Ada dia di sana. Apa itu tidak cukup bagi mereka?
"Iya. Kak Natalie datang kok. Tadi dia kasih tahu Kakak, kalo dia lagi di jalan."
"Asik!!! aku sudah tidak sabar rasanya."
"Yasudah, Kakak ke depan lagi ya!" ujar Kevin, "Liz, aku titip Keisha dulu ya!"
"Ah, iya, Vin! Keisha aman kok sama aku."
***
"Rick, maaf ya aku gak bisa masuk kerja dulu malam ini. Soalnya aku harus menghadiri acara ulang tahun adik sahabatku," ucap Natalie pada Erick dibalik teleponnya. Sebenarnya dia ragu-ragu saat ingin meminta izin. Karena baru dua hari saja dia sudah berani minta izin. Belum lagi, kemarin dia pulang duluan karena sebuah kasus. "Kalau kamu mau potong gaji aku juga gpp, kok."
"Hahahaha." Erick terdengar tertawa dibalik teleponnya. "Kau ini sangat menggemaskan sekali Natalie. Kalau memang tidak bisa kerja yasudah jangan dipaksakan!" ucapnya begitu santai, seolah tak terjadi sesuatu apapun. Padahal, kalau bos-bos lain pada umumnya pasti akan langsung mengeluarkan SP 1 karena karyawan barunya sudah meminta jatah libur di hari ketiganya bekerja.
"Jadi, kamu tidak marah?" tanya Natalie ragu-ragu.
"Tidak, Nat! lanjutkan saja kegiatanmu. Aku akan minta Gres, untuk mencarikan penggantimu."
Natalie menghembuskan nafas lega, karena ternyata hanya kekhawatirannya saja yang berlebihan. Erick memang sosok bos paling sempurna menurutnya. Bersyukur rasanya bisa dipertemukan dengan orang sepertinya.
"Andai saja Nicholas memiliki kepribadian sepertinya," cicitnya dalam hati. "Astaga, kenapa aku malah memikirkan Erick."
Natalie segera menyambar kadonya yang akan ia berikan pada Keisha. Taksi online pesanannya sudah sampai di depan rumah. Dia harus segera bergegas pergi sebelum terlambat di Acara ulang tahun Keisha.
__ADS_1
***
"Apa? dia datang ke acara ulang tahun adiknya Kevin?" Nicholas mengeram marah karena Natalie tak memberitahukannya kalau dia pergi menemui laki-laki itu. Beruntung Reynald memberitahukan dia tentang itu. Tentang kenapa Reynald bisa tahu, itu yang masih jadi misteri. Sepertinya ada seseorang yang sengaja memberitahukan ini semua demi rencana jahatnya.
"Kita susul mereka sekarang!" Nicholas segera bergegas bangun dari tempat duduknya setelah menerima laporan.
"Tapi, Tuan! Mana mungkin kita bisa menyusul mereka. Kalaupun bisa, pasti acara itu sudah selesai."
Hari ini memang Nicholas dan Reynald sedang berada di luar kota untuk keperluan meeting perusahaannya. Baru sekitar 15 menit yang lalu acara mereka selesai, dan rencananya besok pagi mereka baru akan kembali pulang. Tapi, mendengar Natalie datang ke rumah Kevin, mendadak keinginan Nicholas untuk segera pulang tak bisa ditolak lagi. Awalnya dia tidak suka Kevin dekat dengan Natalie karena Kevin tahu hubungan Jennifer dengannya. Tapi sekarang setelah Natalie mengetahui dengan sendirinya entah kenapa Nicholas masih tak suka jika wanita itu tetap dekat dengannya. Harusnya tidak ada masalah lagi akan hal itu.
"Sewa helikopter. Aku yakin, pemerintah kota ini menyediakan beberapa unit untuk keperluan yang sangat mendadak." Nicholas merapikan barang-barang miliknya. "Lima belas menit lagi aku tunggu di alun-alun kota," ucapnya seraya menyambar ponsel miliknya. Ia keluar dari kamar dan langsung memesan taksi online sepanjang perjalanan keluar hotel itu. Sementara Reynald pun segera bergegas memainkan jari jemarinya di atas ponsel, menghubungi seseorang untuk membantunya memesan helikopter pribadi.
"Baik, sepuluh menit lagi saya akan sampai di sana." Setelah memutuskan sambungan teleponnya, ia buru-buru berlari keluar kamar untuk melakukan check out dan selanjutnya menuju parkiran mobil, mengendarai mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Dia harus sampai bersama helikopter pesanan Nicholas sebelum tuannya itu datang.
***
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday
Happy birthday
Semua orang bertepuk tangan saat Keisha meniup lilinnya.
"Yeeee," teriak semuanya.
"Selamat ulang tahun ya, adik Kakak yang paling cantik." Kevin mencium kening Keisha lama di sana. Dia lalu memeluk keluarga semata wayangnya itu dengan erat dan penuh haru bagi siapapun yang melihat, termasuk Eliza dan Natalie yang berdiri tepat di belakang keduanya.
"Sekarang potong kuenya yah!" ucap pembawa acara malam itu.
Keisha dibantu Kevin akhirnya segera memotong kue itu. Dia lalu memberikan potongan kue pertamanya kepada sang Kakak tercinta, Kevin. Dan selanjutnya kepada wanita yang sangat ia harapkan bisa menjadi kakak iparnya, atau tepatnya bisa menjadi istri dari Kakaknya, Kevin.
"Potongan kedua untuk siapa, Keisha cantik?" tanya pembawa acara itu. Keisha pun melirik Natalie, membuat Eliza lagi-lagi harus menahan dirinya untuk tidak cemburu. Natalie memang lebih dulu masuk dalam kehidupan Kevin dan Keisha, jadi Eliza harus sadar akan itu.
"Potongan kue kedua ini aku persembahkan untuk seorang wanita cantik yang kuharapkan bisa menjadi kakak iparku."
Teg
__ADS_1
Natalie langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar permintaan Keisha.
Menjadi kakak ipar baginya, itu artinya dia harus menikah dengan Kevin, dan itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan, mengingat statusnya yang saat ini masih menjadi seorang istri dari laki-laki lain. Dan yang kedua, ada wanita lain disampingnya yang jauh sangat sangat mencintai Kevin, yaitu Eliza. Dan karena kedua alasan itu sepertinya Natalie tidak mungkin mengabulkan permintaan Keisha.
"Terimakasih, sayang," ucap Natalie saat menerima potongan kue itu. Tak ada yang bisa dilakukan memang saat ini selain mengiyakan saja permintaan Keisha terlebih dahulu. Tentunya Natalie hanya tidak ingin merusak suasana kebahagiaan gadis itu malam ini. Meskipun tak enak hati pada Eliza, tapi Natalie benar-benar tidak punya pilihan lain. "Maafkan aku, Eliza," batinnya seraya menatap Eliza yang kini sudah menunduk tak bersemangat lagi.
Tiga puluh menit kemudian, acara berlangsung meriah dengan diakhiri dengan foto bersama. Kemudian para tamu undangan yang sebagian besar adalah teman sekolah Keisha pun silih berganti berpamitan untuk pulang. Kini tinggal hanya Eliza dan Natalie saja yang masih tersisa.
"Kalau gitu aku pamit pulang dulu ya!" ucap Eliza pada Kevin dan Keisha. Sementara Natalie yang tengah berdiri di belakang Keisha terlihat tak menghiraukan ucapan sahabatnya itu. Wanita itu sibuk memegangi kepalanya yang mendadak sakit seperti dicengkeram setelah menenggak segelas minuman berwarna merah yang diberikan Eliza.
"Nat, kamu kenapa?" Kevin terlihat panik.
"Gak tahu nih. Kepalaku tiba-tiba pusing,"
"Kamu yakin bisa pulang dengan keadaan seperti ini? ... ah, atau kalau nggak, kamu pulang bareng Eliza aja dulu. Nanti Eliza temenin kamu sampai depan rumah kamu." Kevin menatap wajah Eliza, "kamu mau kan, Liz?"
"Ah, maaf, aku gak bisa. Soalnya malam ini aku dijemput sama paman aku. Dia udah nunggu di luar. Dan rencananya malam ini aku mau nginap di rumahnya. Maaf ya, jadi aku gak bisa nganter Natalie ke rumahnya."
"Ah, begitu ya!" sahut Kevin sedikit kecewa.
"Aku gpp, kok. Aku bisa pulang sendiri." Natalie juga sepertinya tidak ingin merepotkan Eliza.
"Yasudah, kalau gitu aku pulang duluan ya." Eliza pun segera pergi setelah berpamitan kepada Keisha Dengan memberikannya sebuah hadiah istimewa.
"Makasih, Kak Eliza. Aku suka banget hadiahnya," ucap Keisha. "Kakak hati-hati ya!" gadis itu melambai-lambaikan tangannya pada Eliza yang sudah berjalan pergi meninggalkan rumah itu.
"Nat, mendingan kamu istirahat dulu sebentar di kamar Keisha. Kalau udah agak mendingan baru kamu pulang ya! soalnya aku khawatir kamu kenapa-napa di jalan."
Semula Natalie berpikir bahwa dia tidak ingin berlama-lama di rumah Kevin, tapi merasakan kepalanya berdenyut sangat kencang sepertinya tidak mungkin juga baginya untuk pulang dalam keadaan seperti ini.
"Hmppp," Natalie pun mengangguk dan berjalan menuju kamar Keisha dengan dibantu oleh Kevin.
Sesampainya di dalam kamar, Kevin langsung membantu merebahkan tubuh Natalie di atas kasur. Dan benar saja, Natalie langsung lelap tak lama setelah Kevin menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Sepertinya dia sangat kelelahan sekali," batin Kevin seraya menatap wajah Natalie. Setelah memastikan Natalie tidur pulas, Kevin pun kembali bergegas untuk keluar kamar, menemui Keisha yang masih membereskan kado-kadonya di ruang tamu. Sampai akhirnya
"Hah, kenapa pintunya terkunci?"
Berulang kali Kevin berusaha membukanya, pintu itu tetap saja tidak mau terbuka.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"
To be continued