Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Nonton bioskop 1


__ADS_3

Sore ini, seperti yang sudah disepakati, Nicholas menjemput Natalie dari kantornya, dan seperti biasa juga, tak ada pembicaraan apapun diantara keduanya sampai akhirnya mereka sudah tiba di depan rumah mewah Nicholas.


Natalie langsung keluar dari mobil saat Nicholas mematikan mesin mobilnya.


Buru-buru sekali, pikir Nicholas, padahal Nicholas sudah berusaha keras untuk bisa menjemputnya di tengah kesibukannya sebagai seorang CEO.


Enam puluh menit kemudian



Natalie kembali keluar dari kamar dengan pakaian yang terlihat formal.


Elegan dan terlihat sangat nyentrik di tubuhnya. Pilihan Klara, Tante Erick memang tidak pernah salah.


Nicholas yang tengah mengambil air minum di dapur tak sengaja melihat Natalie turun dari tangga. Ia pun langsung mengikuti arah kemana Natalie berjalan.


"Mau kemana anak itu?" tanyanya dalam hati.


Tin .. tin


Suara klakson mobil seseorang terdengar di luar. Nicholas segera mengintipnya dibalik tirai.


"Erick?" gumamnya dalam hati. "Untuk apa dia datang menjemput Natalie? ... mau pergi kemana lagi mereka?"


Tanpa basa-basi, Nicholas langsung mengejar Natalie.


"Mau kemana?"


"Pergi," sahut Natalie terdengar tak peduli.


"Pergi?" ulang Nicholas. "Pergi kemana? ini kan sudah di luar jam kantor."


Natalie mengikat sepatu di kakinya. "Bukan urusanmu!"


Tap


Tangan Natalie sudah berhasil diraih Nicholas.


"Apa ini?" Nicholas berhasil mengambil tiket dari tangan Natalie.


"Berikan padaku!"


Nicholas menjauhkan tangannya agar tidak bisa diraih Natalie. Beruntung tubuhnya lebih tinggi, jadi Natalie tidak bisa meraihnya.


"Tiket nonton?" ucap Nicholas. "Kau mau pergi nonton dengan Erick?"


"Kalau iya emang kenapa? ... sudah cepat berikan padaku!"


Nicholas pun akhirnya membiarkan Natalie menarik kembali tiketnya.


"Ckkk, ternyata kau suka menjilat ludah sendiri ya?" sindir Nicholas.


"Apa maksudmu?"


Nicholas melenggang lalu duduk di kursi sambil menyilangkan kedua kakinya dan merebahkan sebelah tangannya di sandaran kursi.


"Beberapa hari yang lalu kau bilang Jennifer tidak profesional dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang sekretaris. Ternyata kau juga sama saja. Kau juga tidak lebih suci dari Jennifer."


"Jangan samakan aku dengan Jennifer. Aku bukan dia!" sentak Natalie.


"Oya? ... apa bedanya? kalian sama-sama sekretaris pribadi. Dan sama-sama melewati batas sebagai seorang sekretaris, mencampuri kehidupan pribadi bos nya."

__ADS_1


Natalie membuka matanya lebar-lebar. Ia tak terima karena Nicholas menyamakan dia dengan wanita itu. Jelas ia berbeda. Ia pergi bukan untuk urusan pribadi, meskipun sebenarnya tanpa ia sadari Erick memang menganggap ini adalah perjalanan pribadi mereka. Erick sengaja berpura-pura mengatasnamakan pekerjaan agar Natalie mau diajak pergi. Karena kalau bukan karena alasan pekerjaan, Natalie pasti menolaknya.


"Ada beberapa hal yang perlu diluruskan." Natalie melipat tangannya sebatas dada. "Pertama, aku pergi nonton untuk urusan perusahaan, bukan urusan pribadi."


"Mana ada nonton malam-malam begini ada di list pekerjaan seorang sekretaris. Anak SD kau bodohi juga tidak akan percaya," ledek Nicholas sambil mengalihkan wajahnya.


Terserah, Natalie berusaha masa bodo kalaupun laki-laki itu tak percaya pada kata-katanya, yang penting dia sudah menjelaskan.


"Kedua, aku tidak pernah mengganggu urusan pribadi rumah tangga orang."


Kali ini, pernyataan Natalie berhasil mengalihkan perhatian Nicholas.


"Aku tidak merebut Erick dari siapapun karena Erick masih sendiri. Jadi, sah-sah saja jika aku pergi dengan dia kemana saja, karena aku tidak melukai wanita manapun."


Teg


Secara langsung Natalie telah memberitahukan Nicholas bahwa selama ini dia sangat terluka atas perlakuannya dengan Jennifer.


"Jadi, kuharap kau tidak pernah melarangku pergi dengan Erick kemanapun. Karena aku ... aku tidak akan pernah mendengar lagi kata-katamu."


Setelah selesai menjelaskan, Natalie pun pergi begitu saja.


"Dasar wanita keras kepala!" Nicholas mengerang kesal.


***


Sesampainya di depan gedung bioskop. Erick dan Natalie berjalan berdampingan, ditemani seorang petugas yang ditugaskan untuk menemani mereka keliling Mall itu.


Sesekali Erick mencuri perhatian menatap wajah Natalie dari samping. Entah sejak kapan Erick merasa Natalie adalah wanita yang sangat berbeda. Dia cantik, tapi dia tidak pernah menyadari akan kecantikannya. Dia selalu terlihat bersikap biasa saja, padahal dia bisa saja menjadikan kecantikannya itu sebagai aset yang sangat luar biasa untuk meraih uang sebanyak-banyaknya.


"Tidak salah jika Nicholas memilihmu, karena aku juga mulai tertarik untuk bisa lebih jauh denganmu," gumam Erick dalam hatinya.


Keduanya sudah duduk di dalam gedung bioskop, menunggu pemilik Mall itu datang. Mereka duduk bersebelahan. Rencananya memang hanya mereka bertiga yang akan menikmati suguhan malam itu. Bioskop ini rencananya akan dibuka Minggu depan, dan pemilik Mall itu mau Erick mencobanya agar bisa memberikan saran dan pesan untuk perbaikan interior jika diperlukan.


Merasa Erick terus memperhatikannya, Natalie jadi salah tingkah. Mereka sedang berdua di dalam bioskop, jadi pembicaraan mereka pun kembali non formal.


"Ah, tidak. Itu ... mppp ... ah, kamu suka baju yang kuberikan?"


Natalie melirik baju yang dipakainya, "Ah iya. aku suka."


Erick tersenyum, "Syukur kalo kamu suka. Saya takutnya pilihan saya tidak membuat kamu nyaman."


"Oh, jadi ini kamu yang pilih?"


Erick mengangguk, padahal itu bukan pilihannya. Klara lah yang sudah memilihkannya untuk Natalie. Erick hanya ingin Natalie menyanjung dirinya karena ia tahu selera Natalie.


"Wah, ternyata kau pintar juga memilih pakaian wanita."


Rencana Erick berhasil. Natalie mulai kagum padanya.


"Atau jangan-jangan, kamu sering yang melakukan ini pada wanita-wanita lainnya."


"Ah, tidak-tidak." Erick terlihat gugup, "ini kali pertamanya kok. Sungguh!"


Natalie bingung, kenapa juga Erick harus terlihat sebegitu gugupnya saat Natalie menanyakan hal tersebut. Kalaupun memang kenyataannya iya juga bukan masalah bagi Natalie. Dia berhak melakukannya dengan siapapun.


"Oh," Natalie mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum menggoda, "jadi aku wanita pertama nih?" godanya.


"Tentu." Erick tiba-tiba menatap wajah Natalie penuh arti. "Karena kamu adalah wanita spesial untukku!"


Teg

__ADS_1


Tiba-tiba suasana berubah hening saat Erick mengucapkan itu. Entah kenapa rasanya ribuan pertanyaan yang selama ini bersarang di pikiran Natalie, tentang kenapa Erick begitu perhatian padanya akhirnya terjawab. Ternyata Erick menganggap Natalie lebih dari seorang sekretaris biasanya.


"Ma_maaf, aku tidak bermaksud seperti ini," ujar Erick memecahkan kesunyian di ruangan itu, sementara Natalie masih diam membisu. Dia tidak habis pikir kenapa Erick bisa menganggapnya lebih dari itu, padahal Erick sendiri tahu kalau Natalie sudah memiliki suami.


"Ah, tidak apa-apa." Natalie berusaha biasa-biasa saja, tapi jujur hatinya sudah beradu, antara bingung dan tak percaya, kenapa Erick bisa seperti ini.


"Tidak perlu dipikirkan. Aku hanya sekedar mengagumimu."


Erick kembali memecah kesunyian keduanya.


"Ah, iya. Terimakasih." Natalie jadi gugup seketika. "Oiya, mana pemilik Mall ini? katanya mau datang?" Natalie melihat sekelilingnya, ruangan itu sepi dan hanya ada mereka berdua di sana.


"Oh iya. Aku lupa. Tadi dia bilang katanya dia tidak bisa menemani kita malam ini. Jadi, sepertinya hanya kita saja berdua."


Hah?


Maksud Erick mereka akan menonton berdua di gedung bioskop itu?


Natalie sempat ragu.


"Apa dia sengaja melakukan ini?" batin Natalie. Namun dia segera menepisnya jauh-jauh ketika melihat Erick sepertinya sungguh-sungguh.


"Jangan takut! aku tidak akan macam-macam kok."


Natalie akhirnya mau. Lagipula selama ini Erick selalu bersikap baik padanya. Natalie yakin, laki-laki itu tidak akan macam-macam.


Perlahan semua lampu meredup dan mati bersamaan.


Layar bioskop pun terbuka.



Natalie yang semula gugup pun akhirnya mulai menikmati tayangan malam itu.


Sebuah film romantis berhasil diputar. Semua itu tentunya atas permintaan Erick. Dia memang sengaja merencanakan ini semua. Dia ingin menikmati sajian romantis ini hanya berdua dengan Natalie.


Lima belas menit sudah tayangan itu berlangsung, kini adegan mulai panas. Tokoh pasangan utama mulai melakukan adegan 18+.


Sampai akhirnya


Seseorang tiba-tiba duduk di samping Natalie. Dengan senyuman khas nya, dia terlihat sangat santai duduk dan merusak suasana romantis Erick dan Natalie malam itu.



"Udah mulai dari tadi ya filmnya?" tanya Nicholas. "Yah, sayang sekali aku telat," ucapnya seraya duduk di samping Natalie dengan santainya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Nicholas."


"Kamu."


To be continued


**Hayo, kira-kira kenapa Nicholas bisa nyelonong masuk? padahal gedung itu sudah di sewa Erick loh? 🤣


Kira-kira bagaimana jadinya kalau mereka nonton film bertiga?


Kalo Natalie kedinginan dia bakal nyender kemana? kiri apa kanan?


Ayo!! berikan komentar terbaik kalian sebagai penyemangat author.


Jangan lupa juga like, and vote ya! biar novelnya semakin diminati orang lain.

__ADS_1


Terimakasih 🤗**


__ADS_2