Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Kesalahan terbesar


__ADS_3

Husband From Hell



Sudah beberapa hari ini Thomas tak bisa tidur nyenyak, entah karena istrinya yang tak bisa dihubungi, atau karena pertemuannya dengan Kelly tempo hari itu.


Tidak, ini bukan karena Kelly, Thomas memang benar-benar merindukan Nadia.


"Yah, aku kangen Ibu." Tiba-tiba Neva datang dan meringkuk di pelukan Thomas. "Kenapa Ibu tidak pernah mengabari kita?" rengeknya. "Apa ibu sudah tidak sayang aku lagi?"


Bukan hanya Neva yang merasa kehilangan, Thomas juga. Yah meskipun kadang saat bersama selalu saja ada yang diperdebatkan. Tapi tetap saja, Nadia adalah istrinya. Dia akan merasa kehilangan saat wanitanya itu lama tak dalam genggaman.


"Besok kita ke rumah suami Kak Natalie ya, semoga suaminya bisa membantu kita untuk bertemu dengan Ibu." Thomas berusaha menenangkan anaknya.


"Sungguh?" Neva menengadahkan wajahnya.


"Iya," sahut Thomas, lalu sang ayah itu menepuk-nepuk punggung anak dalam pangkuannya agar ia tertidur lelap.


"Bagaimana kabarmu di sana, Nadia?" batin Thomas seraya kembali menatap anaknya yang tertidur dalam pangkuannya.


Bicara tentang Nadia, rupanya wanita itu tengah meringkuk kedinginan karena Kelly benar-benar menyiksa wanita itu. Dia melakukan hal-hal yang diluar perjanjiannya dengan Nicholas, seperti tak memberi makan lebih dari dua kali jadwal makan.


"Kuharap kau merasakan sakit yang dulu ku rasakan." Kelly menatap jijik Nadia di luar paviliun. "Kau harus merasakan penderitaanku dulu sebelum kau mati."


Kelly memang sangat dendam pada Nadia, karena wanita itu dianggap telah merebut Thomas darinya.


Padahal kenyataannya, Nadia sendiri hanya menerima perjodohan orang tuanya. Lihat saja! sampai saat inipun Nadia tidak terlihat begitu mencintai Thomas. Ia hanya berusaha melakukan tugasnya sebagai seorang istri.


Setelah Kelly puas melihat kondisi Nadia, Kelly pun pergi begitu saja meninggalkan Nadia yang terus menggigil karena kedinginan.


Bagaimana tidak? sudah seharian ini Kelly tak memberikannya jatah makanan, sehingga Nadia kini kelaparan dan tubuh wanita itu mulai kehilangan keseimbangannya.


"Natalie, tolong Mama!" ucapnya dengan bibir yang bergetar-getar.


Akankah Thomas dan Natalie mengetahui keadaan Nadia saat ini?


Dan akankah Nadia bisa selamat dari cengkraman Kelly?


***


Di rumah sakit


Setelah kehabisan cairan dalam tubuhnya karena muntah-muntah, ditambah perlakuan kasar Nicholas padanya saat berhubungan, Natalie akhirnya tumbang juga.


Wanita itu kini terpaksa dipasang selang infusan agar membantunya mendapatkan tenaga.


"Istri anda mengalami mual bukan karena hamil, tapi karena kadar asam dalam lambungnya naik." Begitu sekiranya dokter menjelaskan.

__ADS_1


Kini Nicholas dan Reynald sedang berada di depan ruang rawat Natalie, mendengarkan penjelasan tentang apa yang dialami Natalie.


dokter itu benar. Minuman yang diberikan Jennifer memang sengaja dirangsang untuk menaikkan kadar asam lambung dalam perut Natalie, hingga membuat wanita itu kewalahan dan terus muntah-muntah seperti orang hamil.


"Jadi, istri saya tidak hamil, dok?"


Dokter itu menggeleng-gelengkan kepalanya, "tidak. Mungkin dia hanya kelelahan. Dan tolong untuk lebih memperhatikan kembali asupan makanannya. Mungkin istri anda sering makan makanan yang kurang baik."


Ah, selama ini Nicholas memang tidak pernah memperhatikan wanita itu. Dia terlalu sibuk dengan dendamnya.


"Kalau begitu, saya permisi!" kata dokter itu yang hanya dibalas senyuman oleh Nicholas dan juga Reynald di belakangnya.


"Jadi, hasil testpack dan hasil laboratorium itu punya siapa? kenapa di sana tertera nama Natalie?" batin Nicholas. "Dan foto-foto itu juga? ... siapa sebenarnya yang sudah melakukan ini semua?"


Tiba-tiba ia teringat kata-kata Eliza.


"Apa Jennifer yang sudah melakukan ini semua?" batinnya. "Kalau benar iya, aku tidak akan pernah memaafkan kesalahannya."


"Tuan, perlu saya belikan minuman?" tawar Reynald.


"Ah, tidak perlu! terimakasih."


Nicholas pun buru-buru masuk ke ruangan.


Tubuh Nicholas mendadak lemas saat masuk ke ruangan dimana Natalie di rawat. Ulu hatinya terasa sangat sakit melihat wanitanya terbujur lemah.


"Tuan." Reynald langsung berusaha menopang tubuh Nicholas yang hampir saja ambruk ke lantai.


"Tapi, Tuan!"


"Tidak apa-apa. Aku bisa menjaga Natalie sendiri."


Reynald pun akhirnya pasrah. "Baiklah! ... tapi kalau Tuan perlu sesuatu, cepat hubungi saya!"


Reynald pun pergi setelah menerima anggukan dari Nicholas.


Setelah Reynald pergi, tinggallah Nicholas dan wanita yang sedang tertidur lelap di ruangan itu.


Perlahan ia mendekati wanitanya.


Saat jarak semakin dekat, ulu hati Nicholas berubah perih, sakit, marah, kecewa, semua campur menjadi satu.


Saat ini ia sangat membenci dirinya sendiri, sangat! ... Bahkan rasanya ia ingin membunuh dirinya sendiri.


"Bodohnya aku, kenapa aku tidak pernah mempercayai perkataannya." Nicholas terisak sambil memegangi dadanya. "Seharusnya aku lebih percaya padanya dibandingkan hasil test dan foto-foto itu."


Sekilas Nicholas terbayang senyum bahagia Natalie yang dulu selalu menjadi candu baginya.

__ADS_1



Senyum manis yang dulu selalu menjadi candu baginya.


"Kamu suka?" tanya Nicholas.


Bayangan saat Nicholas membelikan Natalie kalung di hari ulang tahun juga terlintas di benaknya.


"Iya. Suka ... sukaaa banget," jawab Natalie. Wanita itu berhasil membuat Nicholas gemas dengan ekspresi kebahagiaannya.


Namun itu dulu ....


Kini senyum manis itu tak pernah ia lihat lagi, tawa yang dulu selalu menjadi candu itu kini tak pernah hadir lagi.


Dan semua itu terjadi semenjak pernikahannya.


Semenjak Nicholas menikahinya.


Nicholas menyadari bahwa ia telah membawa Natalie masuk ke dalam neraka kehidupannya.


Kini dia menyesal. Saat melihat Natalie terluka karena ulahnya.


"Andai saja aku mendengarkan apa yang dikatakan Natalie, mungkin saat ini Natalie takkan terkulai lemah di tempat ini," batinnya.


Belum lagi saat Nicholas teringat betapa tersiksa dan kesaktiannya Natalie saat dia melakukannya dengan begitu kasar.


"******** ... kau benar-benar brengs3k NICHOLAS!" pekiknya dalam hati. Sedetik kemudian ia kembali merasa kakinya lemah lagi. Dengan secepat mungkin ia meraih kursi yang ada di samping ranjang Natalie. Ia duduk di sana sambil menatap wajah wanitanya yang terlihat lebih pucat dari biasanya.


Bibir itu, wajah itu, badan itu ....


Semua yang ia lihat dalam diri Natalie, kembali membuka lembaran akan tindakannya yang diluar batas.


"Dia pasti sangat menderita karena ulahku."


Apalagi saat dia teringat perkataan Reynald,


"Setahuku, jika seorang wanita mengeluarkan sedikit darah saat berhubungan, itu artinya gadis itu masih virgin. Dan itu artinya Natalie masih gadis."


Kalau saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Nicholas benar-benar tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


"Maafkan aku!"


Perlahan tangan Nicholas terangkat sampai pada rambut Natalie. Dia mengusap-usapnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Cepat bangun, sayang! aku tidak bisa melihatmu seperti ini."


Sebelah tangan Nicholas kemudian menggenggam tangan dingin Natalie. Ia juga memberikan kecupan hangat di sana. Tak sebentar, tapi beberapa detik lamanya.

__ADS_1


"Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah membiarkanmu mencintai laki-laki ******** seperti aku." Nicholas Jhonson


To be continued


__ADS_2