Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Dengan caraku


__ADS_3

Reynald mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia harus segera sampai ke rumah Nicholas untuk memberitahukan kebenaran yang selama ini terpendam, karena sejak tadi panggilan teleponnya tak juga diangkat bosnya itu.


"Nicholas harus segera mengetahui ini semua sebelum semuanya terlambat," gumam Reynald dalam hatinya seraya menaikkan kembali kecepatan mobilnya.


***


Sudah dua puluh menit Natalie menunggu Nicholas di depan gedung kantor Erick.


Sebelum dia kembali ke kantor Erick, Natalie sudah memberitahu Nicholas untuk menunggunya karena dia sedang ada lembur di luar kantor, dan Nicholas menjawabnya iya. Tapi kenapa sekarang laki-laki itu menghilang tak ada kabarnya.


Teleponnya pun bahkan tak diangkat-angkat oleh Nicholas.


"Apa dia sudah pulang dan marah besar padaku?" tanya Natalie.


Tak ada pilihan, akhirnya Natalie pun menghentikan sebuah taksi. Namun, baru saja dia berniat masuk, tiba-tiba kepalanya pusing.


Ueekk


Dia memuntahkan cairan dalam perutnya.


"Nona, kau tidak apa-apa?" tanya sopir itu, sementara Natalie hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kenapa perut Natalie mendadak jadi melilit dan mual seperti ini? padahal seharian ini dia tidak makan yang aneh-aneh.


Lupakan, Natalie harus segera pulang. Tapi lagi-lagi saat dia mau masuk ke dalam mobil itu, perutnya kembali memuntahkan cairan lagi.


"Nona, kau pasti sakit." Supir taksi itu segera keluar dari mobilnya dan berniat menolong Natalie. "Bagaimana kalau saya antar ke dokter terdekat."


Wajah Natalie mulai pucat. Dia tidak tahu dia kenapa?


Tak ada pilihan, perutnya memang melilit sekali. Ia pun akhirnya mengangguk dan mau diantar oleh sopir itu.


"Sebaiknya kau duduk di depan, supaya tidak terlalu mual." Sopir itu membukakan pintunya. "Tahan sedikit ya! saya akan Carikan rumah sakit terdekat," kata sopir itu.


"Tidak perlu!"


Tiba-tiba sebuah tangan mencekal dan menarik paksa tangan Natalie. "Dia tidak sakit, dan dia tidak perlu di bawa ke rumah sakit," kata Nicholas.


"Tapi, Tuan. Lihat wajah Nona ini sangat pucat sekali."


"Sudah kubilang, dia tidak sakit. Dia istriku dan dia hanya sedang mengalami mual karena kehamilannya."


Teg


Natalie langsung membelalakkan matanya tak percaya. "Apa maksud Nicholas berkata seperti itu?"


"Oh, Nona sedang hamil. Ya ampun, saya minta maaf ya Tuan kalau benar kenyataannya begitu." Supir itu lalu menutup pintu mobilnya kembali. "Kalau begitu saya permisi!" ucapnya sopan, lalu sopir itu pergi mengendarai mobilnya, sementara Natalie masih terus berusaha mencerna ucapan Nicholas barusan.


*Ia sedang hamil? ... Mana mungkin? batinnya.


Apa Nicholas sedang bercanda*?


Tapi jelas ini bukan Nicholas. Dia tidak pernah melihat Nicholas dengan yang namanya bercanda.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tatapan mata Nicholas sangat tajam ke arah Natalie. "Cepat masuk mobil!" ucapnya dengan nada sedikit keras.


"Tapi aku tidak bisa. Perutku sakit."

__ADS_1


"AKU BILANG CEPAT MASUK!!!"


Natalie spontan menutup matanya saat Nicholas membentaknya.


Takut melihat Nicholas murka, Natalie pun terpaksa menuruti permintaan Nicholas. Meskipun perutnya benar-benar melilit, Natalie akhirnya memaksakan dirinya masuk dan menahan agar dia tidak muntah di dalam mobil.


Setelah Natalie masuk, Nicholas pun lantas segera menyusul. Ia bahkan dengan sadisnya menginjak pedal gas mobilnya. Membawa Natalie dalam kecepatan di atas rata-rata.


Sungguh rasanya Natalie ingin pingsan saja. Nicholas benar-benar keterlaluan, pikirnya.


Beberapa jam yang lalu


"Jual minuman ini pada wanita itu!" kata Jennifer pada seorang anak kecil yang ia suruh untuk membantu melancarkan aksinya.


"Baik, Nona."


Anak kecil itupun lantas menjual menawarkan minuman pada Natalie yang tengah menunggu taksi untuk segera ke rumah sakit menemui Keisha yang kecelakaan.


Minuman itu sudah diracik Jennifer dan orang suruhannya sedemikian rupa agar membuat perut yang meminumnya menjadi mual dan melilit seperti orang sedang hamil, karena muntahan yang keluar hanya cairan dari minuman itu sendiri.


Setelah berhasil menjual minuman itu pada Natalie, langkah selanjutnya adalah memberikan goodiebag berisi hasil testpack palsu dan juga catatan palsu mengenai kehamilan Natalie, lewat supir taksi yang juga sudah disewa Jennifer.


"****** kau Natalie!" Jennifer terlihat begitu bahagia ketika semua rencananya berjalan mulus. Terlebih saat beberapa jam kemudian ia menerima laporan kalau Karan berhasil mengirim foto-foto Natalie dan Kevin yang sedang di rumah sakit ke email pribadi milik Nicholas.


"Nicholas pasti akan percaya kalau Natalie benar-benar hamil anak Kevin, dan setelah itu dia pasti akan segera menceraikan wanita itu. Hahahaha."


Jennifer tertawa begitu puas. Dia yakin sekali Nicholas akan marah besar dan menghukum wanita itu habis-habisan.


Jennifer juga berharap Nicholas akan menyiksa wanita itu dulu sebelum menceraikannya.


***


Oek .. oek..


Benar saja, baru saja sampai di parkiran rumah Nicholas, Natalie langsung memuntahkan cairan itu tepat saat pintu mobil terbuka.


Nicholas yang melihatnya sempat menatapnya dengan jijik. Bukan karena jijik akan air yang keluar dari tubuh Natalie, tapi dia jijik kala mengingat anak yang ada dalam kandungan Natalie adalah anak dari laki-laki lain.


Nicholas melihat diri Natalie tak lebih dari seorang wanita murahan saat ini.


Natalie mengusap keringat di wajahnya yang mulai bercucuran, sementara Nicholas melenggang begitu saja pergi tanpa berniat menolongnya, dan Natalie hanya bisa mengusap dadanya pasrah.


Saat Natalie masuk ke dalam kamar, dia melihat Nicholas sudah duduk di kasur dengan posisi membelakanginya. Laki-laki itu sepertinya tengah membaca sesuatu tapi entah apa.


Tak mau memikirkan yang lain-lain, Natalie pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajah dan badannya yang sudah bau akan cairan yang keluar dari tubuhnya.


Di dalam kamar mandi pun, Natalie tak luput dari rasa mualnya. Dia memuntahkan isi perutnya kembali di sana, tapi tak banyak. Sepertinya ini untuk yang terakhir, karena isi diperutnya sudah terasa kosong akibat berkali-kali muntah.


Beberapa menit kemudian, Natalie selesai membersihkan badannya, dia keluar dengan menggunakan handuk yang ia lilitkan di kepala, sedangkan tubuhnya ia tutup dengan handuk yang menyerupai baju.


Ia hendak mengambil baju dalam lemarinya, namun tangan Nicholas tiba-tiba menariknya dengan kasar.


"Awhh." Natalie memekik karena terkejut.


Namun bukannya melepas, Nicholas malah mengeratkan hingga Natalie merasa kesakitan.


"Sakit," rintihannya. "Lepas!"

__ADS_1


Nicholas tak mau melepaskan, dia malah menatap mata Natalie dengan tatapan hendak membunuh. "Gugurkan kandunganmu!"


Teg


Gugurkan kandungan? Apa maksud Nicholas? batin Natalie.


"Apa maksudmu?" Natalie terus meronta agar tangannya terlepas.


"AKU BILANG GUGURKAN KANDUNGANMU!!!"


Rupanya sejak tadi Nicholas menahan amarah karena mengira bahwa Natalie benar-benar hamil dan mengandung anak Kevin. Tapi rupanya itu hanya jebakan Jennifer saja. Wanita itu ingin Nicholas menyiksa dan menceraikan Natalie secepatnya.


Namun rupanya tidak, Nicholas bukan ingin menceraikan wanita itu, dia malah ingin Natalie untuk menggugurkan kandungannya. Meskipun kedepannya ia tidak tahu akan seperti apa nasib pernikahannya.


"Apa yang kau katakan? ... Kenapa kau memaksaku untuk menggugurkan kandungan. Aku tidak hamil."


"Terus kenapa kau muntah-muntah?"


"Aku ... aku tidak tahu."


Natalie memang tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menjadi seperti ini. Dia tidak tahu kenapa dia tiba-tiba muntah-muntah.


"Oh, tidak tahu. Lalu ini apa?"


Nicholas mengangkat ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto yang seseorang kirimkan melalui akun email nya.


"Kalau kau tidak tahu apa-apa, lalu ini apa?" wajah Nicholas semakin merah. "Aku menunggumu ber jam-jam, dan kau bilang kalau kau lembur, tapi ternyata kau memeriksakan kandunganmu dengan Kevin." Suara Nicholas terdengar sangat tinggi.


"Darimana foto-foto itu? kenapa Nicholas bisa mendapatkan foto-foto ku dengan Kevin?" batin Natalie.


"Kau salah paham, Nic. Itu ..." Haruskah Natalie menceritakan yang sesungguhnya. Tapi tak ada pilihan, ini lebih baik daripada dia difitnah melakukan hal yang gila itu. "Itu tadi Keisha kecelakaan. Aku hanya datang untuk menjenguknya, sungguh!"


"Oiya, Ckk," Nicholas berdecak. Dia lantas menarik paksa Natalie dan mengambil goodiebag yang tadi Natalie tinggalkan di dalam mobilnya.


"Lalu ini apa?" Nicholas melempar hasil testpack dan hasil pemeriksaan palsu yang dibuat Jennifer itu ke muka Natalie. "Sekarang kau tidak bisa alasan lagi, Natalie!!!"


Natalie lantas memungutnya, dan betapa terkejutnya dia sat melihat pada hasil itu rupanya tertera nama dia.


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin." Natalie menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Ini pasti fitnah.


Mana mungkin dia hamil? dia tidak pernah melakukannya dengan siapapun.


"Sudahlah! jangan banyak alasan lagi. Kau hamil kan? kau mengandung anak laki-laki ******** itu kan?"


"Tidak, Nicho. Tidak!!! aku tidak hamil."


"Perset@n." Nicholas menarik paksa tubuh Natalie dan membantingnya ke atas kasur, hingga handuk di kepala Natalie terhempas begitu saja ke lantai.


"Aku tidak akan membiarkan benih laki-laki itu tertanam di rahimmu."


"Awhhh." Natalie kembali merintih menahan sakit tubuhnya yang ditarik dan dihempaskan begitu saja, sementara Nicholas tiba-tiba mendekat ke arahnya sambil membuka pakaiannya satu persatu.


"Kau tahu? selama ini aku menahan diri untuk tidak menyentuhmu, karena aku menghargai mu." Ucap Nicholas sambil terus berjalan mendekati Natalie yang terus berusaha beringsut agar menjauh. Namun sayang, dia sudah di ujung kasur itu. Dia tidak bisa mundur lagi, kalau dia mundur dia jatuh. "Tapi kau ... kau dengan seenak dirimu melakukan hal itu sampai tumbuh menjadi benih di sana!" sentak Nicholas sambil menarik dagu Natalie.


Nicholas kini sudah telanjang dada. Dengan mata yang menatap tajam, Nicholas mulai mencengkram wajah wanita itu, sementara Natalie yang sudah berderai air mata terus menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berusaha menjelaskan kalau dia tidak seperti yang dikatakan Nicholas.


"Kalau kau bersikeras tidak mau menggugurkan kandungan mu itu, maka jangan salahkan aku jika aku sendiri yang akan menggugurkan kandungan mu dengan caraku," ucap Nicholas seraya melancarkan serangannya.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2