Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Wanita cantik


__ADS_3

"Kamu haus?"


"Kamu haus?"


Tanya Nicholas dan Erick bersamaan.


Natalie bingung dia harus menjawab apa? "Aku ... aku bisa ambil sendiri minumannya." Natalie pun kemudian membalikkan badannya.


"Eh," Natalie terperanjat kaget.


Betapa terkejutnya dia ketika baru saja dia mau mengambil minuman itu, tiba-tiba kedua tangan laki-laki menyodorkan minuman dengan warna yang sama di depan mukanya.


"Minum ini!" Erick


"Tidak, ini saja!" Nicholas


Natalie bingung kenapa dua laki-laki ini tiba-tiba terlihat seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan.


Memilih tak mengecewakan salah satu, Natalie pun akhirnya tak memilih dua-duanya.


"Maaf, tapi aku ingin minum air putih saja." Natalie pun melewati dua laki-laki itu begitu saja dan berjalan mengambil air putih yang tak jauh dari tempat berpijaknya.


Dua laki-laki yang ditolak mentah-mentah itu rupanya tak selesai sampai di sana. Mereka masih saja saling berdebat.


"Kamu sih!"


"Ini semua gara-gara kamu!"


Mendengar keduanya kembali berdebat, akhirnya Natalie pun memilih untuk meninggalkan keduanya.


***


Acara siang ini ditutup dengan penampilan seorang musisi terkenal yang menyanyikan lagu-lagu romantis sebagai pelengkap.


I need you, baby, and if it's quite alright


I need you, baby, to warm a lonely night


I love you, baby, trust in me when I say


Oh, pretty baby, don't bring me down, I pray


Oh, pretty baby, now that I found you, stay


And let me love you, baby, let me love you


Semua tamu undangan yang datang bergemuruh memberikan tepukan tangan yang meriah untuk musisi tampan itu, termasuk Natalie yang kini tengah duduk manis di kursi sendirian setelah meninggalkan Erick dan Nicholas yang tadi berdebat.



Nampaknya Natalie sangat menikmati penampilan musisi itu. Buktinya dia terlihat sangat bahagia sekali, sampai Erick yang ternyata duduk di belakangnya pun tak kuasa untuk tidak menahan senyumnya. Dia benar-benar cantik, batinnya.


"Oke guys, kali ini sebagai lagu pamungkas, saya minta salah satu diantara kalian yang Sudi untuk menjadi inspirasi saya di depan sini." Beberapa orang saling melirik. Permintaan musisi itu masih abu-abu. Siapa yang dia minta? laki-laki atau perempuan.

__ADS_1


"Ah, tentunya wanita cantik ya. Saya tidak mungkin terinsipirasi saat melihat kumis atau janggut di depan saya. Sumpah, itu tidak lucu."


Penonton tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan musisi itu. Sampai akhirnya ....


"Ah, sepertinya wanita yang duduk di kursi itu cocok."


Jennifer sangat girang, karena musisi itu menunjuk ke arahnya.


"Sudah ku duga, pasti aku yang akan dia pilih." Jennifer pun berdiri dari duduknya lalu menyimpan tas miliknya.


"Ah, bukan kamu. Tapi dia!"


Rupanya bukan Jennifer. Sungguh ini sangat memalukan sekali baginya. Wajahnya yang semula berseri-seri kini berubah penuh kekesalan. Apalagi setelah dia tahu bahwa wanita yang dipilih musisi itu adalah Natalie. Dengan kesal, ia pun kembali duduk sambil terus berusaha menahan malunya pada Nicholas yang kini di depannya. Meskipun sebenarnya Nicholas tidak begitu memperdulikannya, karena dia asik mengobrol dengan temannya.


Natalie terperanjat, karena tiba-tiba semua mata menatap ke arahnya.


"Aku?" gumamnya dalam hati seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Iya. Kamu," ujar musisi itu sambil berjalan dan turun dari panggung.


"Eh, tapi_"


Belum sempat Natalie menolaknya, laki-laki itu sudah menyambar tangan dan menariknya ke atas panggung.


Nicholas yang semula sedang mengobrol itu langsung terfokus ke arah panggung. Bahkan matanya sejak tadi tak berkedip saat melihat wanitanya di bawa musisi itu. Belum sembuh kecemburuannya dari Erick, kini ada laki-laki lain yang coba menyentuhnya. Ingin rasanya Nicholas marah dan membawa wanitanya itu pulang saat ini juga, tapi tunggu ...


Rupanya laki-laki itu tak berniat buruk. Dia hanya meminta Natalie duduk di kursi, sedangkan musisi itu tetap berdiri sambil menyanyikan sebuah lagu.


🎵 Perfect : Ed Sheeran


Darling, just dive right in


And follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


Darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath

__ADS_1


But you heard it, darling, you look perfect tonight*.


Berada di atas panggung dan dinyanyikan sebuah lagu romantis oleh seorang musisi tampan, jelas ini membuat hati wanita manapun benar-benar terharu. Apalagi bagi Natalie. Ini adalah hal paling romantis selama perjalanan panjang kehidupannya, karena selama ini dia tidak pernah merasa diistimewakan oleh orang yang dia cintai.


Sekilas bayangan saat dulu Nicholas selalu memperlakukannya dengan romantis membuat hati Natalie sesak dan sakit.


"Andai saja laki-laki di depanku ini adalah kamu," batinnya.


Sesaat sebelum lirik akhir berkumandang, tak sadar Natalie menitikkan air matanya karena haru. Dia benar-benar merasa bahagia sekali karena ada orang lain yang menganggap dirinya begitu berharga, setelah apa yang dilakukan suaminya selama ini kepadanya.


"Hey, apa kau menangis?" musisi itu tiba-tiba meminta band pengiring menghentikan musiknya saat melihat Natalie menangis.


"Tidak. Aku hanya terbawa suasana saja. sungguh. Maafkan aku!"


Natalie merasa bersalah karena dia sudah membuat musisi itu harus menghentikan konsernya.


"Tidak apa-apa kalau kau sedih. Lagu ini memang akan terasa menyentuh bagi sebagian wanita yang merasa sangat dihargai oleh pasangannya."


Musisi itu benar. Natalie memang teringat akan seseorang yang sangat dia cintai.


"Apa kau sudah punya pasangan?"


Teg


Pertanyaan menohok itu berhasil membuat Natalie bungkam.


Nicholas di ujung sana berusaha dengan susah payah untuk menelan salivanya. Entah kenapa saat ini dia berharap Natalie mengakui keberadaannya di sana. Padahal dia sendiri tidak pernah menganggap Natalie ada.


"Apakah Natalie akan menyebutkan namaku?"


Tak hanya Nicholas, Erick pun rupanya berharap bahwa Natalie akan menyebutkan namanya meskipun hanya sebagai pasangannya datang ke pesta hari ini, bukan pasangan sebagai kekasih atau suaminya. Karena sepertinya segitu saja sudah cukup bagi Erick.


Tapi sepertinya keinginan keduanya tak dikabulkan Tuhan.


"Aku ... aku masih sendiri," ucap Natalie bohong.


Mendengar Jawaban Natalie, Nicholas spontan saja berdiri dari duduknya dan hendak naik ke atas panggung saat itu juga, kalau bukan Jennifer mendelik ke arahnya. "Sial," batinnya lalu terpaksa duduk kembali.


Sekilas Natalie menangkap mata Nicholas yang melirik ke arahnya.


"Tenang saja! aku tidak akan membawa namamu di depan sini," gumam Natalie.


"Wah, kalau begitu saya masih punya kesempatan dong ya?" ujar musisi itu menggoda Natalie.


Natalie hanya tersenyum saat digoda musisi itu, sementara para penonton terbahak-bahak merasa ini lucu. Lantas selanjutnya musisi itu membantu Natalie turun dari kursinya.


"Terimakasih ya! kuharap kau akan segera menemukan laki-laki yang benar-benar menghargai dan mencintaimu setulus hati," ucap musisi itu saat mengantarkan Natalie kembali ke kursinya. "Wanita cantik sepertimu hanya untuk laki-laki yang benar-benar beruntung."


Melihat ucapan musisi itu, mendadak hati Nicholas panas. "Natalie sudah menemukan laki-laki itu. Dan itu adalah aku. Kenapa juga musisi gila itu harus mendoakan dia supaya bertemu dengan laki-laki lain. Awas saja kalau aku bertemu dengannya di jalan. Akan ku buat dia menyesal dengan ucapannya," geram Nicholas.


"Terimakasih," sahut Natalie.


"Sama-sama cantik."

__ADS_1


Musisi itu pun kembali ke panggung dan mengucapkan salam perpisahan kepada para tamu undangan.


To be continued


__ADS_2