
Jennifer membuang ponselnya sembarang, saat teleponnya tak juga di respon oleh kekasihnya.
"Shit .. "
Nafasnya terdengar memburu. Apalagi setelah sebuah gambar dari mata-matanya masuk ke dalam ponselnya.
"Sepertinya Nicholas mulai bermain-main denganku."
Rencana awal Nicholas menikahi wanita itu adalah untuk menghancurkan kehidupan keluarganya, kenapa sekarang malah menjadi seperti ini. Nicholas sepertinya malah mulai mencintai Natalie. Jennifer tidak akan membiarkan ini semua terjadi berlarut-larut. Ini semua harus dihentikan.
Dia kembali mengambil ponsel yang ia buang, dan mulai menghubungi nomor telepon tujuan.
"Hallo,"
"Sepertinya kita harus melakukan rencana lain untuk wanita sialan itu."
"Oke, tunggu kabar selanjutnya dariku. Ingat! tetap awasi mereka."
Tut .. Tut ..
Jennifer menaikkan tangan dan melipat setinggi dadanya. Sepertinya memang harus menggunakan cara lain agar Nicholas segera sadar akan perlakuannya.
***
"Bu, bulan depan sepertinya kita sudah tidak bisa buka usaha ini lagi kalau setiap hari kita harus ganti rugi sama pelanggan." Thomas menelungkup wajahnya dengan tangan.
"Yasudah tinggal tutup." Nadia acuh tak acuh.
"Kok ibu ngomongnya gampang banget sih?" Thomas menatap Nadia yang tengah sibuk dengan kuku kukunya, "ini mata pencaharian utama kita loh, Bu. Mau darimana lagi kita untuk memenuhi biaya makan kita sehari-hari?"
"Kan ada Natalie. Minta aja sama dia!" Jawab Nadia sembarangan, "apa gunanya anak nikah sama orang kaya, kalau masih mikirin besok mau makan apa."
"Ya ampun, Ibu. Sudah ayah bilang, jangan memanfaatkan keadaan Natalie!"
"Aish, ayah ini. Terus ayah mau apa sekarang, hah? ayah mau usaha apa lagi?" Nadia mendekatkan wajahnya, "lagian juga usaha laundry tiap hari kok aneh, ada aja masalah. Entah baju pelanggan sobek tiba-tiba lah. Entah itu kelunturan lah, ilang lah. Aneh."
Thomas memicingkan matanya, apa yang dikatakan Nadia benar juga. Kenapa setiap hari ada saja keanehan yang terjadi di bisnis mereka itu. Apa mungkin ada orang yang telah merencanakan ini dibalik semuanya.
Arghh, Thomas tak mau berburuk sangka.
Usaha ini sudah digeluti sejak tahun pertama pernikahan mereka, apa mungkin di tahun ini Thomas harus gulung tikar? rasanya berat.
Seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam menyelinap lewat jendela rumah.
"Sepertinya mereka akan segera gulung tikar, Bos." Ucap seorang mata-mata yang berhasil menangkap pembicaraan Thomas dan Nadia.
"Bagus! semakin cepat akan semakin baik." Jawab wanita topi fedora dari jauh sana, "tetap awasi mereka! jangan sampe lengah!"
"Baik, Bos!"
Tut ... tut ...
"Thomas ... Thomas ..." Wanita topi fedora itu tertawa miring saat mendengar kabar buruk menimpa keluarga Thomas.
"Rasakan pembalasan ku!"
***
Sementara malam itu berlalu dengan sedikit panas, sepasang suami istri yang tengah menikmati makan malam romantis di sebuah restoran mewah terlihat begitu sangat romantis.
"Sayang, ini serius buat aku?" Natalie benar-benar terkejut melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
Sebuah meja makan lengkap dengan menu istimewa yang romantis penuh dengan bunga-bunga dan lilin kecil ditengahnya.
"Iya, kamu suka?" Nicholas menarik kursi dan mempersilahkan Natalie untuk duduk.
"Suka. Suka banget." Natalie mulai duduk. Dia melihat sekelilingnya sepi tak ada satupun pelayan atau tamu selain mereka berdua.
"Aku sengaja menyewa restoran ini khusus untuk kita berdua."
Ucapan Nicholas barusan membuat Natalie semakin bahagia karena bisa mendampingi laki-laki sempurna seperti Nicholas.
"Hey, kamu nangis?" Nicholas segera mengambil sapu tangan dari kantong tuxedo Nya.
"Hustt, jangan nangis! aku gak mau lihat kamu sedih!" Nicholas mulai mengusap lembut air mata Natalie, "bukankah ini yang kau mau?"
"Aku bukan sedih, Nic. Aku terlalu bahagia karena kamu memperlakukan ku seperti ini." Natalie menggenggam tangan Nicholas yang semula mengusap air matanya.
"Janji ya! jangan berubah!" Pinta Natalie penuh harap.
Nicholas terdiam saat Natalie meminta dirinya berjanji. Sementara Nicholas sendiri tidak tahu sampai kapan dia harus bersandiwara seperti ini. Nicholas bahkan tak yakin, kalau esok Natalie akan baik-baik saja.
"Hmpp," angguk Nicholas yang diikuti senyuman dari bibir manis Natalie.
"Yasudah, ayo kita makan!" Nicholas mulai menuangkan air ke dalam gelas.
Makan malam romantis malam itu menjadi yang pertama kalinya untuk Natalie setelah pesta pernikahan mereka. Dan Natalie juga berharap bahwa akan ada malam-malam indah ini selanjutnya, meskipun sebenarnya keadaan buruk tengah menunggu Natalie di tempat lainnya.
***
"Berikan dia dosis lebih tinggi dari biasanya! buat wanita itu masuk rumah sakit lagi malam ini juga."
"Baik, Bos!"
Jennifer memperlihatkan senyum smirk Nya, saat melihat orang suruhannya berhasil menyusup ke tempat dimana Merry di ikat.
Ingat! kelemahan Nicholas adalah wanita bernama Merry itu. Nicholas akan menjadi monster yang menyeramkan dan mencabik-cabik mangsanya jika wanita itu tersakiti.
Dan Jennifer yakin, setelah ini Nicholas akan membuat Natalie menangis malam ini juga.
"UPS, maafkan aku sayang. Aku terpaksa memakai ibumu sebagai umpan. Abis kamu nakal sih." Umpat Jennifer yang kemudian menarik pedal gas mobilnya.
***
Makan malam itu berakhir dengan Nicholas yang memberikan sebuah hadiah.
"Aku punya sesuatu untukmu." Ucap Nicholas seraya merogoh benda warna merah yang berbentuk hati.
Natalie tak bisa menahan lagi menahan air matanya. Ini benar-benar diluar dugaannya. Nicholas kembali menjadi pribadinya seperti dulu saat ia kenal. Penuh kejutan romantis yang luar biasa.
Nicholas mulai membuka isi kotak itu, dan Natalie benar-benar terharu.
Sebuah kalung berlian yang sangat indah.
Perlahan, Nicholas menyingkap rambut Natalie dibantu Natalie dia mulai mengalungkan berlian itu di leher jenjang wanitanya.
"Kamu suka gak kalungnya?"
Tak ada jawaban, Natalie langsung memeluk erat laki-lakinya.
"Makasih sayang. Makasih."
Nicholas perlahan melepaskan pelukannya. "Udah! berhenti bilang makasih ya! aku capek dengernya." Omel Nicholas. "Pulang yuk! aku capek banget hari ini."
__ADS_1
Natalie mengangguk lalu menarik tas miliknya.
Drttt ... drttt .. (Ponsel Nicholas berdering)
Mama?
Nicholas mengeja nama dalam hatinya.
Untuk apa Mama menghubunginya malam-malam begini?
"Siapa sayang?" Tanya Natalie heran saat melihat perubahan wajah Nicholas.
"Mama." Jawab Nicholas.
"Kenapa gak diangkat?"
Nicholas kembali melihat layar ponselnya. Sebenernya ia tak ingin malam ini ada yang menggangu acaranya dengan Natalie, tapi karena itu adalah orang tuanya, dan Natalie juga yang memintanya akhirnya dia mengangkatnya.
"Kamu tunggu di mobil ya sayang! nanti aku nyusul."
"Hmppp, jangan lama-lama ya!" Natalie kemudian berjalan masuk ke dalam mobil yang semula dibukakan oleh Reynald.
"Hallo, Ma. Ada apa?"
"APA?" Nicholas terkejut.
"Oke, Nicholas segera ke sana, Ma. Mama kirimin alamat lengkapnya sekarang ya!"
Nicholas segera memutuskan sambungan dan berlari mengejar sebuah taksi.
"Loh, Rey bukankah itu Nicholas? kenapa dia masuk ke dalam taksi?" Natalie segera keluar dari mobilnya.
"Saya tidak tahu, Nona." Jawab Reynald yang kemudian ikut keluar dari mobilnya.
"Kejar mereka, Rey!" Pinta Natalie yang segera diikuti anggukan oleh Reynald.
Natalie segera mengeluarkan ponselnya dan berusaha menghubungi Nicholas. Dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya itu.
"Nic, angkat!" Natalie sudah menitikkan air mata kekhawatirannya.
"Reynald, ayo kejar! jangan sampe ketinggalan!" Pinta Natalie dengan raut wajah tak santai.
"Baik, Nona."
Saat Natalie pasrah karena Nicholas tak juga mengangkatnya, sebuah panggilan masuk ke ponsel Reynald.
"Baik, Tuan." Reynald menutup panggilan ponselnya dan membelokkan mobilnya mendadak.
"Loh, kok belok? kita mau kemana?" Natalie melihat mobil taksi yang dinaiki Nicholas tidak melewati jalur ini.
"Reynald, kamu mau bawa aku kemana?"
"Maaf, Nona. Tapi Tuan meminta saya untuk mengantarkan Nona kembali pulang."
"Pulang? aku tidak mau pulang Reynald. Aku ingin mengikuti Nicholas. Aku khawatir dengannya."
"Maaf, Nona. Tapi ini perintah Tuan. Saya tidak bisa menolaknya."
"Arghh," Natalie membuang pandangannya ke arah jendela. Kesal.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Nicholas. Kenapa setelah menerima panggilan telepon dari Mamanya dia pergi begitu saja. Belum lagi Natalie tidak tahu keberadaan orang tua Nicholas sebenarnya, karena yang dia tahu orang tua Nicholas ada di luar negeri untuk urusan bisnisnya.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?"