Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Kebetulan saja


__ADS_3

Brugh


Suara pintu terbuka lebar itu berhasil membuat siapapun yang ada di sana akan terkejut kaget.


"Nicholas."


Nadia langsung terbangun dari tempat tidurnya saat mendapati menantu sekaligus majikannya itu datang dengan raut wajah yang sangat menyeramkan.


Di belakang Nicholas sudah ada Kelly yang berjalan sambil mengangkat kedua tangannya, dilipat sebatas dada. Kemudian menyusul Reynald di belakang Kelly, dan dua bodyguard Nyonya Kelly yang lainnya.


"Begini caramu bekerja?" ucap Nicholas dengan tatapan sengitnya.


"Ti_tidak, ibu ... ibu hanya sedikit merebahkan tubuh ibu, Nicho."


"JANGAN SEBUT NAMAMU IBU DI DEPANKU!!! KARENA AKU BUKAN ANAKMU. MENGERTI?"


Nadia benar-benar terperanjat saat dibentak seperti itu.


"Ma_maaf, saya ... maksudnya saya hanya sedikit merebahkan tubuh saya," ulang Nadia.


Memilih tak menghiraukan perkataan Nadia, Nicholas langsung mendekati Merry. "Bu, Ibu baik-baik aja kan?" tanya Nicholas.


Merry mendongakkan kepalanya, menatap anak yang sangat dicintainya itu. Tapi tak ada jawaban, hanya senyuman kecil yang Merry berikan, tapi setelah itu hilang lagi. Ia kembali menunduk lagi.


Ini benar-benar membuat hati anak manapun pasti akan terluka. Melihat orang yang sangat dicintainya dalam kondisi antara hidup dan mati seperti ini siapa yang tak pilu?


Seharusnya saat ini Merry sedang menikmati kemewahan yang dihasilkan Nicholas. Harusnya Merry hanya tinggal jalan-jalan ke luar negeri, kuliner ke penjuru dunia, membeli perhiasan-perhiasan mewah, dan hal-hal yang di impikan oleh semua wanita di muka bumi.


Tapi nyatanya tidak. Nyatanya kini Nicholas hanya mampu menatap wanita itu dengan keadaan yang sangat memilukan.


"Ma, aku mau membawa Ibuku ke luar negeri."


"Hah." Kelly langsung terperanjat terkejut. Kenapa Nicholas mendadak akan membawa Merry ke luar negeri. Padahal kan selama ini dia sendiri yang menunggu saat ini. Saat dimana Nadia yang merawat Merry.


"Tapi kenapa?" tanya Kelly, "Bukankah kau menginginkan ini sejak dulu?"

__ADS_1


Iya, sejak dulu Nicholas memang sudah sangat menantikan saat-saat ini, saat-saat dimana dia bisa membalaskan dendamnya kepada Nadia, saat-saat dimana dia bisa melihat Nadia merawat ibunya sampai sembuh, meskipun itu tidak akan pernah terjadi.


"Aku tidak bilang kalau aku akan berhenti menyiksa wanita ini," ucap Nicholas sambil menatap Nadia. "Aku hanya bilang aku akan membawa Ibuku berobat ke luar negeri saja. Aku ingin ibuku sembuh."


Sejak dari dulu Nicholas memang pernah beberapa kali berniat membawa Merry ke luar negeri untuk berobat, namun rencananya selalu digagalkan oleh Kelly.


Wanita jahat itu rupanya tidak ingin kalau Merry sembuh, dia takut Nicolas akan melupakan dendamnya pada keluarga Nadia.


Maka dari itu, Kelly selalu saja menggagalkan rencana Nicholas, termasuk kali ini ... kali ini dia juga harus menggagalkan kembali rencananya, Merry tidak boleh sembuh! Nicholas tidak boleh melupakan dendamnya.


"Sayang. Kita bahas itu nanti lain kali saja ya! yang penting sekarang kita pikirkan bagaimana menghukum wanita ini." Kelly menatap Nadia. Ibu Natalie itu sudah sangat ketakutan apalagi saat kelly mengatakan bahwa dia akan segera dihukum.


"Hukuman apalagi yang akan mereka berikan padaku? aku takut." isak Nadia dalam hati.


Melihat gerak-gerik Kelly, Reynald semakin yakin ada sesuatu yang wanita itu sembunyikan.


Kenapa dia begitu bersikeras sejak dahulu melarang Nicholas membawa ibunya ke luar negeri, padahal pengobatan di luar negeri setidaknya memiliki kesempatan lebih banyak persentasenya agar Merry bisa sembuh dibandingkan dirawat sendiri di rumah.


"Dugaanku semakin kuat," batin Reynald.


Jika melihat masa lalu Nadia, dia memang bisa dikategorikan sebagai manusia yang tidak punya perasaan karena memperlakukan tetangganya tanpa belas kasihan.


Karena penyebab utama dari penyakit Merry adalah Kelly. Kelly yang sudah merencanakan ini semua. Dia yang membuat Merry sakit parah hingga seperti ini, dia ingin memanfaatkan Nicholas untuk membalaskan dendamnya.


"Ya sudah! Mama urus saja wanita ini sesuka hati Mama. Aku harus pulang untuk mengurus sesuatu," kata Nicholas seraya mengecup kening Ibunya, lalu mengajak Reynald keluar dari tempat itu, namun sebelum keluar Nicholas sempat melirik sengit ke arah Nadia yang tertunduk tak berani menatap siapapun. "Berikan hukuman pada wanita itu!" katanya sebelum Iya benar benar pergi dari ruangan gelap itu.


Kelly tersenyum sinis penuh kemenangan, Iya akhirnya berhasil menggagalkan kembali rencana Nicholas untuk membawa Merry ke luar negeri.


"Ckkk, kau pikir akan mudah lepas dari jeratan ku Nadia," ucap Kelly seraya meminta beberapa pengawal masuk dan mengikat Nadia di ranjang besi yang biasa menjadi tempat tidur Nadia.


"Nyonya, tolong lepaskan saya!" pekik Nadia, namun Kelly sama sekali tidak memiliki rasa iba sedikitpun. Dia malah terus berjalan keluar dari ruangan itu.


"Nyonya, tolong a_aku!" Isak Nadia lirih. "Thomas, tolong aku!"


Teg

__ADS_1


Langkah kaki Kelly terhenti saat mendengar Nadia menyebutkan nama Thomas. Ulu hatinya mendadak sakit, teringat kala itu Nadia merebut Thomas darinya.


"Nyonya, Saya tahu Anda pasti masih memiliki hati yang baik." melihat langkah kaki kali terhenti Nadia merasa bahwa wanita itu akan meminta anak buahnya untuk melepaskan ikatan di badannya. Tapi sayang, bukannya pertolongan yang dia dapatkan malah sebuah tamparan keras mendarat di pipinya hingga membuatnya panas.


Plak


Kelly akhirnya berhasil menumpahkan kekesalannya selama ini pada Nadia dengan memberikan bekas merah di pipinya.


Panas, Nadia merasakan panas di pipi kirinya. Dia tidak tahu apa salahnya, kenapa Nadia bisa sampai menamparnya sekeras itu?


Apa mungkin hanya karena dia meminta pertolongan?


"Jangan pernah lagi menyebutkan nama Thomas di depan wajahku!" bentak Kelly.


Thomas?


Nadia coba kembali mengingat apa yang barusan ia katakan. Kenapa Kelly terlihat begitu bencinya saat Nadia menyebutkan nama Thomas.


Memangnya kenapa?


Thomas kan suaminya, batinnya.


"Memangnya ... memangnya apa yang salah dengan ucapan saya, Nyonya?"


"Pokoknya aku tidak suka kamu menyebutkan nama Thomas di depan wajahku, ingat itu! Jangan pernah sekali lagi kamu menyebutkan nama itu atau penggal kepalamu."


Nadia terperanjat sambil memejamkan matanya karena kata-kata yang keluar dari mulut kali terasa begitu keras di telinganya.


"Baik, Nyonya. Saya tidak akan lagi menyebutkan nama Thomas di depannya Nyonya. Saya janji."


Kelly mendelikkan matanya malas, Berlama-lama melihat wajah wanita dihadapannya ini memang membuatnya mual. Dia pun akhirnya memilih pergi dari tempat itu, sementara Nadia terus bertanya-tanya kenapa kali sepertinya sangat tidak menyukai Thomas.


Apakah Kelly pernah punya hubungan spesial dengan laki-laki bernama Thomas, atau memang Thomas yang dimaksud adalah Thomas suami Nadia sendiri.


"Ah, tidak mungkin." Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya tidak mungkin wanita kaya raya seperti Kelly pernah mempunyai hubungan spesial bersama suaminya, Thomas.

__ADS_1


"Ah, mungkin hanya kebetulan saja namanya sama."


To be continued


__ADS_2