
Husband From Hell
🎵 Lyodra : Terlanjur Mencinta
Aku t'lah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu?
Aku t'lah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu
Hanyalah menunda luka
Yang tak pernah kuduga
Dan bila akhirnya
Kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku t'lah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu?
Aku t'lah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati, tak sanggup melupa
***
Natalie menatap kosong bunga di tangannya.
Bunga bertuliskan kata-kata indah itu nampak tak nyata bagi Natalie.Dia beranggapan mungin saja
Nicholas hanya sembarang dan asal menulis kata-kata itu, atau mungkin Nicholas hanya meminta sang penjual untuk membuat ucapan permintaan maaf itu.
"Sudahlah." Natalie kembali menyimpan bunga itu pada tempatnya. Ia tak mau memikirkan sesuatu yang hanya akan melukai dirinya sendiri.
"Ini tentang kenyataan, bukan hayalan," batin Natalie.
Tok tok tok
Suara ketukan membuyarkan lamunan Natalie, buru-buru ia menarik selimutnya kembali untuk berpura-pura kalau dia tidur, seperti yang dilakukannya tadi pagi, saat Nicholas datang membawakannya seikat bunga. Dia memang tidak mau bertemu laki-laki itu, sebisa mungkin dia selalu menghindarinya.
"Natalie."
Suara laki-laki yang terdengar sedikit parau itu rupanya bukan Nicholas, dan Natalie kenal betul siapa itu.
"Ayah." Natalie langsung saja membuka selimutnya, dan memeluk laki-laki yang datang. Dia benar-benar sangat membutuhkan sandaran saat ini, dan Thomas datang di saat yang tepat.
Thomas melepas pelukannya, "kenapa kau bisa sakit?"
Natalie hanya menjawabnya dengan gelengan kepala dan bibir yang ditekuk manja, lalu kembali memeluk Thomas.
"Aku hanya kelelahan karena merindukan kalian," ucap Natalie bohong.
"Kau sudah dewasa, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri," pepatah Thomas, lalu Natalie melepaskan pelukannya.
"Oiya, Ayah kenapa tau kalau aku ada di sini?" tanya Natalie bingung.
__ADS_1
"Mppp ... Nicholas yang memberitahu Ayah."
"Rupanya laki-laki itu," batin Natalie dalam hatinya.
"Yah!" panggil Natalie.
"Kenapa sayang?" Thomas meletakkan buah-buahan segar di atas nakas dan mulai mengupasnya. Buah-buahan yang ternyata dibelikan Nicholas.
Natalie bergumam dalam hatinya, kenapa sampai saat ini Ayahnya itu tidak curiga tentang Ibunya. Apa Ayahnya itu sudah tahu tentang Ibunya yang disekap Nicholas?
"Ayah ... sering telpon Ibu 'gak?" dengan ragu-ragu Natalie bertanya.
"Sering," sahut Thomas. Namun rupanya dugaan Natalie salah.
"Sering?" ulang Natalie. "Kok aku 'gak bisa-bisa ya? ... aku telepon nomor Ibu gak pernah aktif."
"Masa sih?" Thomas kemudian mulai memotong-motong buah apel itu menjadi potongan yang kecil-kecil. "Ayah bisa-bisa aja."
Natalie sempat menyipitkan matanya. Masa iya dia salah nomor.
"Oh iya, Ayah lupa. Ponsel Ibu katanya jatuh pas lagi ke kamar mandi, jadinya mati total."
Ah pantas saja, benak Natalie.
"Terus Ayah telponan sama Ibu lewat apa?'
Thomas mulai memasukkan potongan buah ke dalam mulut Natalie, dan Natalie pun mengunyahnya dengan perlahan. "Ibu sering telepon Ayah lewat telepon majikannya."
Majikannya, itu artinya majikan Ibu baik, pikir Natalie. Dan itu artinya Nicholas memperlakukan Ibunya tidak seperti yang dibayangkan Natalie.
"Oh, pantes!" Natalie memajukan bibirnya kesal. "Kenapa Ibu gak ngasih tau aku ya?"
Melihat putrinya merajuk, Thomas pun lantas menenangkannya dengan mengelus-elus rambutnya perlahan.
"Mungkin Ibu pikir karenan kamu sudah menikah, jadi Ibu tidak mau mengganggu kalian."
"Mungkin," sahut Natalie. Dia lega, ternyata Nicholas tidak benar-benar memperlakukan Ibunya seperti yang ada di dalam pikirannya.
Ya, Nicholas memang tidak, tapi bagaimana dengan Ibu angkatnya?
Sepertinya malam ini Natalie bisa tidur nyenyak, setelah mengetahui bahwa Ibunya baik-baik saja.
"Tidak bisa, pokoknya harus dihabiskan."
"Ayah ...." Natalie merajuk manja, hingga berhasil membuat Thomas gemas dibuatnya.
"Baiklah-baiklah." Thomas pun meletakkan buah dalam piring itu kembali ke tempatnya, lalu memeluk anak wanitanya itu. "Ayah sayang sekali padamu, Nak. Jangan sakit lagi ya!"
"Iya, Ayah. Aku juga sayang bangert sama ayah," balas Natalie.
Melihat pemandangan yang sangat damai itu, rasanya Nicholas ingin sekali menjadi salah satu bagian diantara mereka, lalu ikut berpelukan layaknya keluarga bahagia.
"Andai saja, aku bisa memelukmu seperti itu dan kau tersenyum dalam pelukanku," batin Nicholas terenyuh sakit. Ada rasa ingin yang tak mungkin ia gapai.
Namun apalah daya, Nicholas hanya bisa memandanginya dibalik jendela.
Iya, Nicholas rindu sekali ... dia sangat merindukan moment-moment seperti itu.
"Dia terlihat sangat bahagia sekali berada dalam pelukan Ayahnya," batin Nicholas.
"Tuan, apa tidak sebaiknya kita obati saja dulu luka, Tuan!"
Reynald tak tega melihat wajah Nicholas yang lebam karena pukulan Thomas.
Iya, saat pertemuan beberapa menit yang lalu, Nicholas memang sudah mengakui semua kesalahannya pada mertua laki-lakinya itu. Nicholas bahkan tak melawan saat Thomas menghujaninya dengan pukulan sampai laki-laki itu tersungkur ke lantai.
Flashback
"Jadi kau?"
Thomas mengepalkan tangannya dengan tatapan mata yang tajam seperti ingin menerkam.
"Maafkan saya, saya tahu saya salah." Nicholas menundukkan kepalanya, ia tak sanggup menatap mata laki-laki di hadapannya. "Saya akan menebus semua kesalahan saya," begitu lanjutnya.
"KURANG AJAR!"
__ADS_1
Brugh
Satu pukulan akhirnya mendarat di wajah Nicholas.
"Berani-beraninya kau menikahi putriku hanya untuk membalaskan dendammu!"
Nicholas tak melawan. Ia hanya diam, meskipun kini tubuhnya sudah terhempas dari kursi, karena dia tahu, dia salah.
Beberapa orang yang ada di cafe itu berteriak histeris dan mendadak ramai menonton pertunjukan itu.
"Kalau kau memang dendam pada keluargaku, kenapa kau tidak membalaskannya padaku saja! kenapa kau menyeret putriku???"
Thomas geram. Ia tak habis pikir, bisa-bisanya Nicholas menjadikan Natalie sebagai umpan. Kalau Nicholas membalas dendam padanya, mungkin Thomas masih terima. Tapi jika itu sudah menyakiti anaknya, Thomas tidak akan tinggal diam saja. Terlebih kini yang disakitinya adalah anak perempuan yang paling Thomas sayang.
Selang beberapa detik kemudian Thomas menangis. Dia tak bisa membayangkan apa yang selama ini Natalie alami, menikah dengan laki-laki yang tidak pernah mencintainya dan hanya menjadikannya sebagai umpan untuk pembalasan dendam.
"Kenapa harus Natalie yang kau jadikan korban?" Isak Thomas. "Kenapa tidak aku saja?"
Melihat Thomas menangis, rasa bersalah Nicholas semakin dalam. Seketika saja ia langsung bersimpuh di hadapan laki-laki itu.
"Saya tahu saya salah. Tapi saya tidak sepenuhnya menjadikan putrimu sebagi umpan. Saya juga mencintainya."
"BOHONG!" Thomas menendang Nicholas, agar laki-laki itu menjauh. "Sekarang beritahukan! dimana Natalie!!!"
"Dia ... dia ada di rumah sakit ini."
"Apa?"
Mendengar Natalie sakit, Thomas langsung beranggapan bahwa Nicholas menganiayanya. Sontak saja dia menarik kerah baju Nicholas. "Apa yang sudah kau lakukan padanya, hah?"
Nicholas diam, dia tak mampu menjawabnya. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Aku ...."
Brugh
Satu pukulan lagi akhirnya mendarat di pipi Nicholas sampai setetes darah mengalir di bibirnya.
"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Natalie, aku tidak akan tinggal diam! ingat itu!!!" Thomas menatap mata Nicholas dengan sengitnya. "Sekarang cepat antarkan aku menemui anakku!!!"
Dengan keadaan yang memprihatinkan, Nicholas pun lantas mengantarkan Thomas bertemu Natalie.
 
 
Flashback Off
"Tuan! lebih baik kita bersihkan dulu lukanya!"
Lagi-lagi Reynald mengkhawatirkan Tuannya itu.
"Tidak perlu, Rey! sekarang berikan aku kunci mobilmu!"
"Kau mau kemana, Tuan?"
"Aku akan pergi ke rumah Jennifer."
"Kau akan pergi sendiri?" tanya Reynald, kemudian Nicholas mengangguk.
"Apa tidak sebaiknya saya saja yang mengantar, Tuan?"
"Tidak perlu! aku akan menyelesaikan urusan ini sendiri." Nicholas menyambar kunci mobil dari tangan Reynald. "Kau jaga Natalie saja di sini!"
"Tapi, Tuan?"
Tanpa menghiraukan Reynald, Nicholas berlalu begitu saja meninggalkan rumah sakit, dengan darah yang sudah mengering di sudut bibirnya.
Ada dua perjanjian yang Nicholas buat dengan Thomas sebelum mereka mengakhiri pertemuannya.
Pertama, Nicholas akan membebaskan Nadia dengan segala hutang-hutangnya.
Kedua, Nicholas akan segera membebaskan Natalie dalam waktu dekat ini, itu artinya Nicholas akan menceraikan Natalie.
Tapi,**yakinkah Nicholas bisa membebaskan Nadia begitu saja tanpa ada campur tangan Kelly? **
__ADS_1
Dan, akankah cinta sejati bisa membatalkan rencana perceraian Nicholas dan Natalie?
To be continued