
Nicholas dan Natalie sudah sampai di tempat dimana customernya itu melangsungkan acara pembukaan cabang baru. Dia lantas bersalaman dengan rekan-rekannya lalu kemudian dipersilahkan untuk mencicipi makanan yang sudah disediakan.
"Sayang, sini!" Jennifer meminta Nicholas untuk duduk di sampingnya. Tanpa pikir panjang laki-laki yang semula berdiri itu pun duduk, dan keduanya menikmati makanan sambil bersenda gurau dengan yang lainnya.
"Bagaimana kabar perusahaan Pak Nicholas?" tanya salah satu rekannya.
"Baik, semua berjalan dengan baik." Tapi malah Jennifer yang menjawabnya.
"Wah, ini pasti pacar bapak?"
harga Nicolas itu bertanya karena memang tidak ada yang tahu perihal pernikahannya dengan Natalie yang tahu hanya teman dekatnya sedangkan yang lain masih mengira bahwa nicole's masih sendiri.
"Ah, I_iya." Nicholas terlihat ragu-ragu saat mengakui Jennifer adalah kekasihnya.
"Cantik ya?" puji salah satu rekannya yang meminta persetujuan dari rekan satunya. Jennifer tentunya tersenyum bangga ketika dirinya dipuji di depan Nicholas, sedangkan rekan yang ditanya satunya hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian kembali menikmati hidangan masing-masing.
15 menit telah berlalu. acara akan segera dimulai sang pemilik perusahaan pun sudah bersiap berdiri di depan podium.
"Nat, ayo!" ajak Erik. Mereka datang sedikit terlambat karena terjebak macet. Tapi beruntung acara itu belum dimulai, jadi Erick tidak begitu merasa bersalah.
"Bentar! ini jalannya agak susah soalnya aku nggak biasa pakai sepatu kayak gini."
Erik terkekeh lucu melihat kelakuan sekretaris pribadi barunya itu. Bukannya marah, Erick malah melihat Natalie malah sangat menggemaskan seperti ini, sehingga membuat Erik tak kuasa menahan dirinya untuk tidak menggandeng wanita cantik itu.
"Ayo! aku bantu kamu jalan."
"Gak usah, Rick. Aku bisa sendiri kok." Natalie berusaha menolaknya karena dia tidak mau digandeng oleh laki-laki yang bukan siapa-siapanya. Terlebih lagi ini adalah acara besar dia pasti canggung.
"Ayo! nanti aku bisa telat masuk kalau kamu jalannya kaya keong." Tanpa persetujuan Erick pun akhirnya menarik tangan Natalie. Sebenarnya bukan karena dia takut terlambat, dia memang hanya berpura-pura supaya bisa menggandeng tangan wanita itu.
"Baiklah, rekan-rekan sekalian. sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena rekan-rekan semua sudah menyempatkan waktunya untuk datang di acara saya ini baiklah supaya tidak menunggu terlalu lama dengan ini ini cabang resmi PT Gasura resmi dibuka.
Tepukan tangan yang meriah mengiringi acara pembukaan cabang perusahaan tersebut. Setelah acara itu resmi dibuka acara selanjutnya adalah ramah tamah dan makan malam bersama.
"Hay Tuan Nicholas, selamat datang. Saya senang sekali Anda bisa datang ke acara saya," ucap pemilik perusahaan Gasura itu saat mendapati Nicholas dan Jennifer sedang berdiri dan mengantri untuk mengambil makan malam. "Wah, Bu Jennifer juga ternyata datang. Saya senang sekali kalian datang berdua, kompak sekali."
"Saya juga senang bisa menghadiri acara Anda," sahut Nicholas yang diikuti anggukan dari Jennifer.
"Tuan Gasura," sapa salah satu kamu undangannya yang tiba-tiba mengejutkan obrolan ketiganya. "Selamat ya atas pembukaan cabang barunya saya ikut senang."
Rupanya orang itu adalah Erick. Salah satu pengusaha yang datang bersama sekretaris pribadinya.
__ADS_1
"Natalie," cicit Nicholas tak percaya. Matanya seolah terhipnotis dengan penampilan Natalie malam ini. Dia terlihat sangat begitu cantik dengan balutan dress yang meliuk-liuk di tubuhnya. Baru kali ini Nicholas melihat Natalie terlihat begitu sangat berani dalam memilih pakaian. Padahal saat dia jalan bersamanya, Natalie tidak pernah menggunakan baju atau pakaian seperti ini.
Bukan hanya Nicholas yang terkejut dengan kedatangan Nathalie bersama Erick. Jennifer yang tadi pagi menghina penampilan Natalie pun sempat terkejut dan tak percaya kenapa wanita itu bisa begitu fashionable malam ini? padahal yang dia tahu Nathalie adalah wanita kuper.
"Sial, kenapa wanita bodoh itu bisa seperti ini?" umpat Jennifer dalam hatinya, kesal karena merasa penampilannya tersaingi oleh Natalie.
Kekesalan Jennifer semakin menjadi-jadi ketika dia melihat Nicholas menatap Natalie dengan begitu pekatnya sampai dia tak mengedipkan mata sekalipun. "Sial, aku tidak boleh membiarkan Nicholas menyukai gadis itu." Buru-buru Jennifer mengambil alih perhatian.
"Hay, selamat datang. ngomong-ngomong dari perusahaan mana ya?" tanya Jennifer pada Erick.
Rencana Jennifer berhasil, Nicholas dan Natalie yang sempat bertatapan itu akhirnya tersadar dari lamunannya dan kembali pada topik pembicaraan.
Sejujurnya sempat ada perasaan sakit hati saat melihat Nicholas lagi-lagi bergandengan tangan dengan Jennifer di depan matanya. Tapi Natalie merasa ini adalah waktunya untuk melepaskan diri dari laki-laki itu. Dia harus menunjukkan bahwa dia juga bisa hidup tanpa laki-laki yang selama ini sudah menyiksa hati dan pikirannya.
Erick membalas uluran tangan Jennifer, "Saya dari perusahaan Graha Corpindo. Senang bisa berkenalan dengan anda," sahut Erik dengan sopan nya namun dia tidak kembali bertanya, karena dia tahu bahwa wanita yang kini sedang ada di depannya adalah wanita yang sama dengan yang dia temui malam itu di rumah Natalie.
Iya, Erick ingat wanita itu adalah wanita yang sudah merebut suami Natalie.
Meskipun sejujurnya Erick senang karena kehadiran wanita itu Erick jadi punya kesempatan untuk bisa mendekati Natalie, tapi tetap saja image wanita itu sudah buruk dimata Erick.
Jennifer dan Erick lalu melepaskan tangannya bersamaan, dan kini gantian Erik mengulurkan tangannya kepada Nicholas.
"Anda pasti kekasih dari nona di sebelah anda," tebak Erik sambil melirik Jennifer. selain menebak Erik juga menyindir halus Nicholas di depan Natalie karena dia yakin dia tidak mungkin mengatakan bahwa Jennifer bukan kekasihnya di depan rekannya.
Melihat ada yang berbeda dari keduanya Natalie buru-buru mengalihkan suasana. "Pak Erick, saya haus. Boleh saya ambil minum dulu sebentar?"
Erick dan Nicholas langsung menatap kearah sumber suara. Dan sontak saja tangan keduanya terlepas bersamaan.
"Maaf, Tuan. silakan dilanjut obrolannya saya harus menemui tamu tamu yang lainnya." pemilik perusahaan itu akhirnya pamit setelah merasa keperluannya sudah cukup. dia juga harus menyapa tamu tamu lainnya yang datang.
"Ah, iya. Silahkan, Pak!" jawab Erick dan Nicholas bersamaan.
Melihat keadaan membaik, Natalie pun menghembuskan nafasnya gusar. Sementara Jennifer tak henti-hentinya menatap mata Natalie dengan sengit.
Dia masih marah dan tak terima karena wanita itu datang dan menghancurkan suasana hatinya malam ini.
"Kamu haus?"
"Kamu haus?"
Tanya Nicholas dan Erick bersamaan.
Melihat Nicholas perhatian pada Natalie, Jennifer mengamalkan tangannya kesal.
__ADS_1
Natalie bingung dia harus menjawab apa? sedangkan Jennifer mendengus kesal dan memilih pergi dari tempat ruangan itu karena mendadak mood-nya hancur. "Awas kamu Natalie!" ancamnya seraya menghentakkan kakinya ke lantai.
"Aku ... aku bisa ambil sendiri minumannya." Natalie pun kemudian membalikkan badannya.
"Eh," Natalie terperanjat kaget.
Betapa terkejutnya dia ketika baru saja dia mau mengambil minuman itu, tiba-tiba kedua tangan laki-laki menyodorkan minuman dengan warna yang sama di depan mukanya.
"Minum ini!" Erick
"Tidak, ini saja!" Nicholas
Natalie bingung kenapa dua laki-laki ini tiba-tiba terlihat seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan.
Bukan hanya Natalie yang bingung, beberapa orang yang melihat tingkah laku dua pengusaha tajir melintir itupun dibuat bingung.
Mereka tidak habis pikir, orang-orang seperti Nicholas dan Erick yang terkenal garang di dunia industri itu terlihat konyol saat menghadapi seorang wanita cantik.
"Lihat Pak Nicholas dan Pak Erick! mereka lucu sekali ya!" ujar salah satu seorang pengusaha.
"Iya, tapi wajar sih, wanitanya juga emang cantik banget," sahut yang satunya.
"Duh, Nicholas dan Pak Erik ngegemesin banget ya." kini giliran pengusaha wanita yang ikut andil bicara. "Jadi iri sama wanita itu."
"Iya. kira-kira Siapa yang bakal dipilih wanita itu?"
"Menurutmu?"
To be continued
Hayo, kira-kira siapa yang bakal dipilih Natalie?
Kalo kalian sendiri Team mana nih?
Tim Niclie (Nicholas & Natalie)
Atau
Team Erlie (Erick & Natalie)
Hayo kasih alasan segokil mungkin. Biar Author semangat UP lagi.
__ADS_1