
Cuap-cuap dulu
Mau curhat authornya, boleh ya!
Jujur, kenapa makin kesini kok like sama komentar kalian makin sedikit.
Apa ceritanya sudah tidak menarik lagi? 🥺
Udah itu aja.
Untuk kalian yang selalu tetap tinggal, terimakasih. Aku mencintaimu 🥰🥰
Happy reading All
***
Tiga hari kemudian, acara pernikahan Selly akhirnya digelar. Semua ini atas dasar permintaan Jhonson. Dia ingin Nicholas menghadiri acara pernikahan saudaranya itu sebelum ia pergi ke luar negeri untuk melakukan pengobatan.
Acara yang semula akan digelar akbar itupun akhirnya hanya diselenggarakan secara sederhana saja, hanya keluarga inti dan beberapa sahabat saja yang diundang. Tapi tetap saja, se sesederhananya acara keluarga pemilik perusahaan besar itu, undangannya tetap saja memenuhi gedung yang kapasitasnya mencapai lima ratus orang, sehingga Keluarga Jhonson harus tetap menyediakan makanan dan juga fasilitas yang memadai untuk acara tersebut.
"Pa, semua sudah siap kata mereka," ujar Nicholas setengah memekik agar Jhonson yang tengah sibuk mencoba jas barunya itu mendengar.
"Ya sudah, kalian juga siap-siap! sebentar lagi kita akan berangkat," sahut Jhonson pada anaknya.
Iya, semua memang serba dadakan, sehingga membuat beberapa persiapan sedikit tergesa-gesa.
"Pa, apa badanku tidak terlihat sedikit gemuk? tanya Selly ketika ia melihat tubuhnya di depan cermin besar. Dia baru saja selesai di make-up. "Kenapa rasanya sedikit sesak?"
Selesai mengenakkan jasnya, Jhonson berjalan mendekati putrinya. "Papa rasa tidak, kau hanya tidak terbiasa saja dengan pakaian seperti ini." Jhonson menarik resleting putrinya yang kurang naik sedikit.
"Coba Papa lihat!" Jhonson memutar tubuh putrinya. Betapa terpesonanya dia melihat wajah Selly yang menurutnya sangat cantik itu. Sekilas terlihat sorot mata Kelly ada dalam manik-manik pupil mata anak gadisnya yang sebentar lagi akan menjadi milik laki-laki lain. "Seandainya Mama mu masih ada, dia pasti sangat bahagia sekali melihat putri secantik kamu, Nak."
"Anakku, kalau boleh jujur Papa sebenarnya masih belum puas menikmati hari bersamamu." Jhonson terlihat murung, sedih karena harus melepaskan putri semata wayangnya itu.
Tiba-tiba setetes air mata Jhonson turun, membuat Selly ikut terlarut terbawa suasana.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milik Reynald, itu artinya Papa sudah dibatasi oleh status kalian."
"Pa_" Selly mengusap air mata ayahnya dengan kedua ibu jarinya. "Apapun status Selly nanti dan dengan siapapun Selly hidup nanti, itu semua tidak akan pernah mengubah posisi Papa di hati Selly kok ... Tidak akan ada satu alasan pun yang bisa membatasi ruang gerak Papa pada Selly, termasuk Rey."
Mendengar ungkapan indah keluar dari bibir anak gadisnya, Jhonson pun tak kuasa untuk tidak memeluknya. "Berjanjilah untuk hidup bahagia anakku, dan jangan pernah lupakan Papa!"
Reynald memang meminta izin pada Jhonson untuk membawa anak semata wayangnya itu tinggal bersamanya dia di sebuah apartemen untuk sementara waktu. Awalnya Jhonson menolak karena rumahnya yang besar itu memang kelak akan diberikan kepada Selly, tapi karena alasan Reynald hanya ingin menikmati waktu berdua di awal pernikahan, Jhonson pun mengiyakannya.
Anggap saja itu bulan madu untuk mereka.
Selly membalas pelukan Jhonson, "Iya, Pa. Selly tidak akan pernah melupakan Papa. Selly janji, setiap satu minggu sekali Selly akan datang menjenguk Papa."
"Janji?"
"Iya, Selly janji."
***
__ADS_1
Di depan rumah besar nan mewah milik Jhonson itu sudah berjejer belasan mobil sport mewah yang siap mengantarkan Selly ke gedung pernikahannya.
Acara ini memang akan diselenggarakan di salah satu gedung mewah yang berada di kawasan pusat kota, sehingga perlu sekitar tiga puluh menit untuk sampai ke sana.
"Semua barang-barang yang diperlukan sudah masuk semua kan ke dalam mobil?" tanya Natalie pada beberapa pengawal yang ditugaskan untuk mengawal jalannya acara siang itu.
"Sudah, Nona. Semua sudah masuk sesuai list yang Nona berikan," jawab salah satu dari sepuluh orang itu.
"Ya sudah, nanti tolong diamankan sampai ke tempat ya! jangan sampai ada yang hilang atau pecah!"
"Baik, Nona."
Setelah Natalie menutup instruksinya, para pengawal itu pun kembali pada tugasnya, menjaga dan melindungi saudara dan keluarga inti yang akan mengantar Selly ke pernikahannya.
Nicholas tiba-tiba datang. "Sayang, kamu ngapain sih pake acara terjun ngurusin yang beginian segala macem? kalau kamu kecapean gimana? kalau kamu pingsan gimana? ... kata dokter juga kamu tuh 'gak boleh capek dulu."
Nicholas yang baru datang itu langsung protes ketika melihat Natalie sibuk dengan persiapan pernikahan saudaranya.
"Nggak apa-apa, Nic. Kan cuma ngomong doang, kecuali kalau aku yang bawa langsung barang-barangnya."
"Tapi tetep aja kan capek juga. Pokoknya abis ini udah stop, kamu 'gak boleh ngapa-ngapain lagi!"
"Tapi kan_"
"Ini perintah, bukan pilihan. Jadi tidak ada alasan untuk membantah."
Natalie menghembuskan nafasnya panjang. "Baiklah."
Melihat wajah Natalie yang ditekuk, Nicholas pun tak tahan untuk tidak mengacak-acak rambut wanitanya. "Ya udah, gak usah cemberut gitu dong. Kan gemas akunya."
"Udah gpp, jangan terlalu rapih juga. Mau rambut kamu berantakan kaya apa juga aku yakin nanti pasti banyak yang ngelirik kamu di sana."
"Mana ada? yang ada aku malah diketawain." Natalie memperbaiki posisi rambutnya dengan memberikan sedikit usapan lembut.
"Nggak bakal ada berani mentertawakan seorang bidadari cantik sepertimu."
Blush
Pipi Natalie yang sudah dipoles itu tampak lebih merah ketika Nicholas memujinya.
Nicholas lantas membantu Natalie untuk memperbaiki rambut Natalie. "Udah cantik kok. Ya sudah, ayo kita berangkat!" Nicholas menarik lengan wanitanya. Mereka masuk ke dalam jajaran mobil tiga terdepan setelah mobil pengawal pengantin dan mobil pengantin yanga da di posisi kedua, tepat di depan mereka.
Nicholas langsung membuka pintu agar Natalie masuk. Bahkan laki-laki itu menundukkan sedikit badan dan kepalanya layaknya seorang pengawal kerajaan yang mempersilahkan tuan ratunya untuk masuk.
"Nic, bangun! kamu apa-apaan sih?" protes Natalie. Dia merasa kini mereka sedang jadi pusat perhatian karena perlakuan Nicholas itu. "Malu tau."
Jhonson yang hendak masuk bersama Selly sang calon pengantin juga ikut mentertawakan kelakuan anak angkatnya yang menurutnya sangat langka itu.
"Lihat Nicholas!" kata Jhonson pada Selly. Sekejam dan sedingin apapun dulunya, laki-laki kalau udah jadi budak cinta ya gitu contohnya."
Selly terkekeh lucu, dia malah terbayang wajah laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, Reynald. Mungkinkah Reynald juga akan memperlakukan Selly layaknya Nicholas memperlakukan Natalie saat ini, semoga, harapnya.
Tak menggubris ucapan istrinya, Nicholas langsung menutup pintunya. Dia segera bergegas masuk dari pintu yang berbeda.
__ADS_1
Tak sampai di sana, Nicholas juga langsung memakaikan sabuk pengaman untuk Natalie.
"Nic, aku bisa sendiri."
Tak menggubris lagi ucapan Natalie, Nicholas bahkan mengatur posisi kursi wanitanya senyaman mungkin agar wanitanya itu bisa menikmati perjalanannya.
Selanjutnya Nicholas melanjutkan melepaskan jas yang ia pakai untuk menutupi bahu wanitanya karena saat ini Natalie memang tengah mengenakkan long dress cantik yang bagian atasnya sedikit terbuka.
"Nic, aku 'gak kedinginan kok. Buat kamu aj_"
Cup
Natalie langsung diam dan bungkam saat kecupan mendarat di bibirnya seiring dengan tatapan Nicholas yang seperti hendak menelannya.
Nicholas sebenarnya menahan tawa di dalam hatinya. Kini dia sudah tahu caranya meredamkan Omelan istrinya itu. Ya, dengan cara menciumnya.
Setelah wanitanya diam, barulah Nicholas menarik diri lalu memakai sabuk pengaman untuknya.
Satu menit kemudian seorang pengawal memberikan aba-aba untuk semua pengantar agar menyalakan mesin mobilnya karena mereka akan segera berangkat menuju tempat dimana akan dilangsungkan acara pernikahan Selly dan Reynald.
Sebelum melesat, Nicholas sempat menarik sebelah tangan Natalie, menggenggamnya dan menciumnya beberapa detik lamanya.
"Nat, kok aku jadi pengen nikah lagi ya!"
Sontak saja ucapan Nicholas membuat Natalie yang sedang berbunga-bunga itu jadi ambigu.
Apa maksud Nicholas berkata seperti itu?
Dia serius mau menikah lagi?
Maksudnya Laki-laki itu mau menduakan Natalie?
"Mak_maksud kamu, kamu mau menduakan aku?"
Nicholas diam, dia berusaha menahan dirinya untuk tidak tertawa, tapi tidak bisa.
Wajah istrinya terlalu lucu untuk tidak ditertawakan. Ekspresi ketakutan Natalie benar-benar membuat Nicholas gemas.
"Kenapa malah ketawa sih?" omel Natalie. "Aku serius, kamu beneran mau nikah lagi?"
Nicholas memegangi perutnya yang kram karena mentertawakan Natalie.
"Nggak, Sayang, Nggak." Nicholas memegangi kedua tangan Natalie. "Maksud aku tuh bukan gitu."
"Terus?"
"Maksud aku itu, aku mau nikah lagi karena aku ingin merasakan indahnya dipersatukan Tuhan karena sebuah cinta." Nicholas menarik nafasnya dalam-dalam. "Dan itu hanya ingin kulakukan bersamamu ... Iya, aku memang ingin menikah lagi, tapi cuma sama kamu, dan hanya kamu. You and only you, bidadariku."
To be continued
Bonus picture
Natalie Jhonson dan Nicholas Jhonson hari ini 🥰
__ADS_1
***