Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Kevin Andreas


__ADS_3

--Kevin Andras POV--


Malam ini adalah malam paling buruk sepanjang sejarah hidupku. Ini adalah kali pertama aku menitikkan air mata untuk seorang gadis, setelah terakhir kalinya aku menangisi kepergian ibuku saat aku masih duduk di bangku SMP dulu. Sumpah, gila rasanya. Aku seorang Kevin Andreas, menangis karena wanita.


Tak ada yang tahu tentang diriku, aku selalu menutup rapat semua kepribadianku, dan masalalu ku. Hanya satu orang yang tahu siapa aku, dia adalah Natalie. Wanita yang mulai hari ini resmi menjadi istri seorang CEO muda tampan, yang tak lain adalah BOS ku sendiri.


Aku dan Natalie sudah berteman sejak pertama kali dia bekerja menjadi asisten pribadiku di bagian administrasi. Sebagai seorang gadis, menurutku dia berbeda dari yang lain. Dia cantik dan juga sangat cekatan menerima tugas-tugas yang ku berikan, dia sangat baik dan ramah kepada siapapun yang ada di sekelilingnya. Dia sangat peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Itulah sebabnya aku sangat nyaman ketika berbagi cerita dengannya.


Malam ini kepalaku sakit sekali. Biasanya aku menghubungi Natalie untuk berbagi cerita, bahkan aku sering langsung mendatangi rumahnya untuk sekedar menikmati pijitannya. Tapi sekarang, tak ada lagi Natalie yang tertawa dibalik layar ponsel ku. Aku tidak akan bisa lagi menghubunginya untuk sekedar VC dan melihat senyum manisnya, dia sudah bersuami. Aku tak mau disebut perusak hubungan orang.

__ADS_1


Ku putuskan untuk datang ke sebuah club malam bersama temanku, David dan Richard. Mereka adalah teman SMA ku yang sampai saat ini masih setia mengunjungi tempat laknat ini. Tempat laknat yang saat ini ku jadikan sahabat sementara untuk menghilangkan penat di kepalaku.


"Tumben, lu Bro. Ngajakin kita-kita maen kesini." Pekik David sambil meneguk segelas minuman, sementara Richard masih mengangguk-angguk menikmati alunan musik yang terdengar sangat kencang dengan seorang wanita seksi.


Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Tak perlu aku menceritakan alasan ku pergi ke tempat ini, percuma. Orang-orang yang sudah mabuk berat seperti mereka tak akan bisa memberikan solusi apapun.


Aku hanya menengguk 2 gelas minuman, mataku masih bisa dengan jelas melihat siapa orang itu. Dia adalah Bos ku, Nicholas. Tapi kenapa dia datang dengan wanita lain? bukankah dia baru saja menikah dengan Natalie.


Tanpa basa-basi aku langsung mengikuti kedua orang yang dijaga ketat oleh dua orang bodyguardnya. Tapi sayang, saat mereka masuk ke dalam sebuah ruangan VIP, aku tidak bisa ikut masuk ke dalamnya. Kedua penjaga itu menghadang ku, awalnya aku berusaha memaksa masuk. Namun saat pukulan dari bodyguard itu tepat mengenai wajah dan ulu hatiku, aku langsung terhuyung dan tak sadarkan diri. Aku sudah tidak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu saat aku terbangun aku sudah berada di kamar ku sendiri.

__ADS_1


"Makanya gak usah so soan deh lu, ngajakin ke club segala macem. Baru dua gelas aja udah K.O," Cibir David yang terbaring di samping ku. Sementara Richard sepertinya sudah mabuk berat dan tak sadarkan diri, terlentang di sofa dekat jendela.


"Shit, sial." batinku


Aku mengepalkan tangan dan memukul bantal guling di depanku, aku tidak bisa mengetahui apa yang sudah Nicholas lakukan dengan wanita di club itu.


Secepat mungkin aku mengambil ponselku yang ternyata sudah mati, aku segera mengisi daya agar aku bisa mengirim pesan pada seorang wanita yang sedari tadi sudah sangat ku khawatirkan.


Mendapat balasan jika dirinya dalam keadaan baik-baik saja hatiku sedikit lega. Meskipun sebenarnya aku tahu dia tidak akan baik-baik saja jika mengetahui orang yang baru saja mengucap janji suci dengannya siang tadi ternyata mengunjungi club malam dengan seorang wanita seksi.

__ADS_1


__ADS_2