Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Menjatuhkan vas bunga


__ADS_3

Tiga puluh tahun yang lalu.


"Sayang, kamu tau 'gak? kemarin aku udah bilang sama Ibu aku, kalau aku mau serius ngejalanin ini sama kamu." Kelly menyandarkan kepalanya di pundak Thomas. Kedua insan itu sudah menjalani hubungan selama tiga tahun lamanya. Dan sudah berencana akan menikah setelah lulus kuliah.


Kebetulan tiga bulan lagi adalah wisuda Kelly. Dia sudah tidak sabar lagi untuk segera mengakhiri masa pacarannya itu. Dia ingin segera menikah dengan laki-laki yang sangat dicintainya.


"Kelly," cicit Thomas. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya gusar. Sejak tadi wajahnya terus saja ditekuk. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.


"Kamu kenapa?" Kelly melepaskan kepalanya dari pundak Thomas. "Sejak tadi kuperhatikan kau nampak murung sekali?" Ditatapnya Laki-laki itu dengan perasaan penuh tanda tanya. Tidak seperti biasanya laki-laki itu murung saat bertemu dengannya. Seperti tak ada semangat.


"Aku mau bicara serius sama kamu."


Perasaan Kelly mulai khawatir. Apakah kabar yang akan ia dengar ini adalah kabar buruk baginya.


"Orangtuaku akan menjodohkanku dengan anak temannya."


Teg


Setetes air mata Kelly tiba-tiba turun. Dia masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh kekasihnya itu. "Maksudmu? kau ...." ucapannya terhenti, sesak dalam dadanya tiba-tiba mencuat ke permukaan.


"Maafkan aku! tapi aku tidak bisa menolak permintaan mereka. Kau tau sendiri kan kalau Ibuku sakit parah, dan aku tidak mungkin memperparah keadaan dengan menolak perjodohan ini." Sejujurnya Thomas pun tidak bisa menerima ini dengan akal sehatnya. Dia tidak mencintai wanita yang akan dijodohkan dengannya, tapi melihat keadaan ibunya, rasanya Thomas tak mau di cap sebagai anak durhaka.


"Kau hanya memikirkan Ibumu saja? ... lalu bagaimana dengan aku? ... apa kau tidak memikirkan aku juga?"


Thomas tak bisa menjawab pertanyaan kekasih yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu. Dia tahu dia jahat, tapi mau bagaimana lagi? sejak awal hubungan, orang tua Thomas memang kurang menyetujui hubungan mereka karena Kelly adalah mantan wanita nakal, sedangkan Thomas dan keluarganya adalah dari keluarga terpandang karena statusnya.


"Thomas, lihat aku!" Kelly mulai emosi. "Kenapa kau menunduk terus? ... lihat aku!" Kelly sudah tak kuasa lagi menahan Isak tangisnya.


"Maafkan aku, Kelly! aku tahu aku salah. Aku jahat. Tapi memang sejak awal kan orangtuaku tidak merestui hubungan kita_ "


Plak

__ADS_1


Satu tamparan mendarat di pipi Thomas begitu saja. "Kalau memang ujung-ujungnya kau akan menyerah seperti ini, lalu untuk apa kau mengajakku berjuang untuk mendapatkan restu selama ini?"


Kelly benar. Kalau sejak awal dia tahu Nicholas akan menyerah, dia mungkin bertahan sampai sejauh ini, dengan begitu mungkin Kelly tidak akan begitu terluka saat harus merelakan Thomas dengan wanita lainnya.


"Lalu, kapan kau akan menikah dengan wanita pilihan orang tuamu itu?"


"Rencananya sih tiga bulan lagi."


"Tiga bulan lagi?" Kelly mengulang ucapan Thomas. Waktu tiga bulan lagi adalah waktu yang selama ini Kelly nanti-nanti. Karena di waktu itu, Kelly akan menyelesaikan sekolahnya, lalu dia akan melanjutkan hubungan dengan Thomas ke jenjang yang berikutnya. Tapi kenyataannya ternyata kini berbeda. Justru waktu itu kini berubah menjadi sesuatu hal yang tak ingin Kelly gapai. Rasanya Kelly tak mau waktu itu datang. Ini terlalu sulit. Ini terlalu menyesakkan.


"Baiklah, jika itu keinginanmu." Kelly berdiri dari duduknya. Dia memandang mata Thomas dengan penuh dendam dan amarah. "Seharusnya sejak awal aku tidak pernah mempercayai laki-laki bajing@n sepertimu!!!" pekik Kelly seraya berlari meninggalkan Thomas dengan perasaan sakit dan kecewanya.


"Kelly, tunggu!" cegah Thomas berusaha menarik tangannya, namun sesegera mungkin Kelly menepisnya. Wanita itu tak lagi memperdulikan Thomas. Dia terus saja berlari sampai akhirnya menabrak batu kerikil. Dia terjatuh, namu. sesegera mungkin bangkit kembali. Ia tak mau terlihat lemah. Ia harus bangkit, begitu pikirnya.


Sejak saat itu, tempat dimana Kelly dan Thomas sering menghabiskan waktu, yaitu di taman, menjadi tempat terakhir dan juga pertemuan terakhir keduanya, sebelum akhirnya Thomas benar-benar menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, dan Kelly kembali menjadi wanita nakal. Namun beruntungnya, Kelly bertemu dengan Jhonson, sang duda kaya raya yang memperistri dirinya. Semenjak saat itu, Kelly hidup berkecukupan harta. Dan semenjak itu pula ia akhirnya bertekad untuk membalas sakit hatinya dengan uang yang ia miliki.


***


"Apa yang sedang mereka lakukan?" batinnya sambil memeluk guling. "Apa aku temui saja?"


Setelah menimang-nimang beberapa lamanya, Natalie pun turun dari tempat tidurnya.


***


"Sayang, kamu masih mikirin apa sih?" Jennifer bergelayutan mesra di pelukan Nicholas, dan laki-laki itupun tak menolaknya. Ia membiarkan apapun yang dilakukan Jennifer kepadanya. "Mikirin wanita itu ya?" tebak Jennifer.


Nicholas terdiam, dan Jennifer berpikir itu tandanya iya. "Udah sih, tinggal ceraikan saja! ribet banget. Orang dia aja udah jelas-jelas ketahuan selingkuh kok." Wanita itu berusaha mengomporinya dengan hasutan-hasutan tentang keburukan Natalie. Padahal, semua sudah di setting olehnya.


"Tidak semudah itu, Jen!"


"Terus kenapa? kamu cinta sama dia?"

__ADS_1


Nicholas kembali bungkam. Apa yang dikatakan Jennifer memang benar. Dia tidak bisa menceraikan Natalie karena memang mencintai wanita itu. Nicholas takut kehilangan Natalie.


"Bukan, bukan itu."


"Terus kenapa?"


Nicholas harus memikirkan alasan yang tepat, agar Jennifer percaya bahwa ada alasan lain selain cinta yang membuatnya tak bisa melepaskan Natalie begitu saja.


"Aku belum puas mempermainkan dia dan keluarganya."


"Memangnya apalagi sih?"


"Aku ingin melihat Nadia gila. Aku ingin melihat Thomas menderita karena anaknya aku sia-siakan. Aku juga ingin melihat Nadia terluka parah karena melihat salah satu anaknya tiada. Yah, mungkin cukup segitu saja."


Mendengar pernyataan Nicholas, Jennifer tersenyum bahagia. Ternyata sebesar itu kebencian kekasihnya itu terhadap keluarga istrinya.


"Apa kau benar-benar sangat dendam pada keluarga Natalie?"


"Hmppp ... sangat. Makanya jangan pernah memintamu lagi untuk segera menceraikannya. Karena aku masih butuh dia untuk ku jadikan kuda dalam drama pementasan dendamku pada keluarganya."


Prank


Sebuah benda jatuh di luar kamar. Nicholas buru-buru keluar dari kamarnya. Namun dia tak menemukan siapapun di sana selain vas bunga di depan pintu kamarnya yang sudah berantakan.


Tak lama Helena datang karena mendengar suara itu.


"Bi, apa ada hewan peliharaan di rumah ini?" tanya Nicholas.


"Tidak ada, Tuan. Saya tidak pernah melihat hewan piaraan apapun di rumah ini," sahut Helena sambil membereskan serpihan barang-barang itu sementara Nicholas berpikir sejenak dalam benaknya, "Siapa yang sudah menjatuhkan vas bunga ini?"


To be continued

__ADS_1


__ADS_2