Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Lihat saja


__ADS_3

"Saya harus segera pergi. Ada seseorang yang harus saya lindungi."


Reynald yang baru saja bangun itu buru-buru beranjak dari tempat tidurnya meskipun semula ayah dan ibu Stelli melarangnya karena tubuhnya terlalu lemah.


"Tapi kau masih sangat lemah," ujar Ibu angkat Stelli.


"Betul, bermalam saja di sini untuk sementara di sini. Besok kau baru pulang," sahut Ayah angkat Stelli. Ayah angkat Stelli yang semula tidak menyukai Reynald karena kejadian tempo hari itu kini sudah mulai membuka hatinya setelah Istrinya menjelaskan siapa Reynald sebenarnya.


Kedua orang tua Stelli itu masih berusaha menahan Reynald di kamar, sementara Stelli sendiri hanya mengintip di balik pintu, dia tidak berani bertemu langsung laki-laki itu.


"Terimakasih atas kebaikan Ibu dan Bapak. Tapi saya harus kembali, karena Tuan saya sedang dalam bahaya."


Saat berucap, Reynald tak sengaja menangkap sosok wanita yang sedang memperhatikannya dibalik pintu.


"Stelli," gumamnya dalam hati.


Merasa dirinya diperhatikan, Stelli pun langsung kabur.


"Sebentar ya!" Reynald pamit pada kedua orang tua angkat Stelli itu untuk mengejar putri mereka, sementara Ayah dan Ibu Stelli yang tidak mengetahui anaknya datang hanya mengangguk iya.


Rupanya Stelli lari ke dapur. Gadis itu bersembunyi karena merasa dirinya diperhatikan Reynald.


"Hey," sapa Reynald. Wanita itu langsung tersentak kaget karena Reynald tiba-tiba  berdiri di belakangnya.


"Jangan takut!" Reynald coba mendekati Stelli perlahan. Wanita itu terlihat ketakutan, tapi saat Reynald meyakinkannya dengan senyuman, gadis itu akhirnya terlihat sedikit rilex.


"Reynald," ucap Reynald memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


Perlahan Stelli juga mengulurkan tangannya, namun belum sampai menyentuh, tangan gadis itu kembali ditariknya. Ia masih takut, ia masih ragu karena ini pertama kalinya Stelli berinteraksi secara langsung dengan orang lain selain orangtua angkatnya selama bertahun-tahun ini.


"Tidak apa-apa kalau kau masih takut." Reynald kembali menarik tangannya. "Aku cuma ingin mengucapkan terimakasih karena kau sudah menolongku."


Stelli masih diam dan hanya memperhatikan wajah Reynald.


"Lain kali aku akan datang kesini lagi untuk membalas kebaikanmu." Ucapan Reynald terjeda karena ternyata gadis di hadapannya itu sangat manis sekali jika dilihat dari jarak sedekat ini. "Ya sudah, kalau begitu aku permisi. Sekali lagi terimakasih ya!" Tak ingin berlama-lama terhipnotis karena wajah gadis itu, Reynald pun pamit pergi, meskipun perasannya masih ingin tetap di sana dengan gadis itu.


"Sepertinya aku mulai jatuh cinta padanya."


***


Natalie sudah bersiap-siap untuk kembali pada aktivitasnya. Dia sudah memakai sedikit polesan make-up untuk menutupi pucat wajahnya akibat dehidrasi yang dialaminya.


"Loh, Nona mau kemana?" Helena yang berniat mengantarkan susu dan roti ke kamar Natalie malah mendapati Natalie yang sudah mengenakan pakaian rapih. Bukankah Natalie sedang sakit kata Nicholas, lantas kenapa dia pergi bekerja.


"Aku mau kerja, Bi."


"Bukannya Nona masih sakit?"


"Siapa bilang? ... aku sudah baik kok." Natalie lantas memasukan beberapa barang ke dalam tasnya. "Aku jenuh, Bi , di kamar. Aku butuh udara segar."


Helena yang bingung hanya berpikir mungkin iya sudah sembuh. Lantas dia meletakkan susu dan rotinya di atas meja.


"Susu sama rotinya bisa tolong dibekal aja, Bi. Soalnya aku buru-buru pagi ini. Kerjaanku di kantor menumpuk karena tiga hari tidak masuk kerja. Jadi aku mau berangkat pagi-pagi untuk menyelesaikan pekerjaanku."


"Ah, baik Nona." Helena pun lantas membawa kembali susu dan roti itu sesuai permintaan Natalie.

__ADS_1


Drtttt


Ponsel Natalie berdering. Nama Erick tertera di sana.


"Oke, sebentar lagi aku keluar," ucap Natalie pada seseorang dibalik teleponnya.


Rupanya pagi itu Erick menjemput Natalie.


Dengan tergesa-gesa, Natalie pun segera keluar dari kamarnya, mengambil bekalnya dari Helena, kemudian bergegas menemui Erick yang sudah menunggunya di dalam mobil.


"Maaf menunggu," ucap Natalie seraya masuk dan menutup pintu mobil Erick. Dia duduk di samping kursi kemudi. Erick memang terbiasa mengemudikan mobilnya sendiri tanpa bantuan sopir pribadi.


"Oke, gpp."


Beberapa detik berlalu, Erick masih tak kunjung juga menyalakan mobilnya. Laki-laki itu malah sibuk memperhatikan wajah Natalie, sehingga Natalie yang baru saja sadar akhirnya merasa gugup.


"Ke_kenapa kau melihatku seperti itu?"


"Ah, tidak apa-apa." Erick tersadar dari lamunannya. "Kamu cantik sekali hari ini."


Cantik?


Masa sih?


Padahal Natalie berpikir penampilannya hari ini sangat amburadul, dan itu karena pasca sakit. Aura di wajahnya nampak kusut. Tapi ternyata tidak, di hadapan Erick dia tetap terlihat sempurna.


"Ya sudah, jangan melamun lagi! nanti kamu malah sakit lagi," ucap Erick yang menyadarkan Natalie dari lamunannya.


Mereka pun akhirnya membelah jalanan dengan mobil Erick yang melaju dengan kecepatan di bawah rata-rata.


"Aku tidak pernah menyangka Mama akan melakukan hal ini padaku." Nicholas sudah menitikan air matanya. Hatinya benar-benar hancur. Ia masih belum juga percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata kepalanya.


"Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu." Nicholas lantas menarik tangan Kelly dengan paksa. "Meskipun kau adalah orang tua angkatku, tapi kau sudah benar-benar keterlaluan. Kau harus menerima balasan atas perbuatanmu."


"TIDAK!!!" Kelly melepaskan tangannya dari Nicholas. "Aku tidak mau dipenjara," pekiknya.


Beberapa detik kemudian, hal diluar dugaan terjadi. Kelly menyambar sebuah gunting yang tergeletak tak jauh di atas meja. Dan sesegera mungkin ia mengunci leher Merry sambil mengancam akan menusuk wanita itu jika Nicholas berani melaporkan ini semua pada pihak yang berwajib.


"Mama, apa yang kau lakukan?" Nicholas memekik dengan kerasnya. Kelly benar-benar sudah diluar batas. Di depan mata Nicholas langsung wanita itu menampakkan siapa dirinya selama ini.


"Kau tidak mau kehilangan wanita ini kan?" Kelly tersenyum miring sambil terus mengunci leher Merry yang kini mulai kesusahan untuk bernafas.


"Uhuk, uhuk." Merry terbatuk-batuk.


"LEPASKAN IBUKU!!!"


Kelly lagi-lagi tersenyum picik penuh kemenangan. "Tidak semudah itu anakku. Kau harus mengikuti semua perintahku jika kau mau aku melepaskan Ibumu ini."


Perintah?


Perintah apa maksud Kelly, tanya Nicholas dalam hatinya.


"Apa yang kau inginkan! cepat katakan!" Nicholas benar-benar sudah panik saat melihat Kelly dengan kuatnya mencengkram leher Merry.


"Ubah semua nama pemilik saham Jhonson Company menjadi namaku. Semuanya!!! jangan sisakan sedikitpun."

__ADS_1


Nicholas membuka matanya lebar-lebar. Rupanya ini yang jadi alasan Kelly melakukan ini semua. Kelly ingin mendapatkan harta kekayaan Jhonson Company. Tapi kenapa dia harus menyakiti Merry, dan menggunakan Nicholas sebagai umpannya. Apa maksud dia?


Batin Nicholas terus bertanya-tanya.


Atau jangan-jangan, Kelly sendiri mengangkat Nicholas sebagai anaknya itu juga karena harta. Hati Nicholas kembali sakit, dia tak menyangka bahwa kasih sayang tulus seorang Kelly selama ini nyatanya hanya tipuan belaka.


"Waktumu tidak banyak Nicholas."


Kelly membuyarkan lamunan Nicholas.


"Aku akan memberikanmu waktu kurang dari satu minggu untuk mengurus semuanya. Dan ingat! jangan sampai polisi ikut campur untuk urusan ini. Kalau tidak ...." Ucapan Kelly terhenti. Ia menatap wajah wanita yang dia cekik itu. "Kau akan kehilangan wanita gila ini."


"Aku akan memberikan semua yang kau mau." Tanpa pikir panjang Nicholas pun dengan lantangnya menjawab permintaan itu.


Tidak ... lebih tepatnya dia hanya ingin Kelly berhenti menyakiti ibunya sementara waktu sampai Nicholas menemukan solusi terbaik untuk kasus ini. Bagaimana caranya menyelamatkan Ibu dan mertuanya tanpa memberikan apa yang Kelly minta.


Sebenarnya Nicholas bukannya tidak mau memberikan semua harta itu pada Kelly, mengingat bahwa dia hanyalah anak angkat, dan dia tidak mungkin mendapatkan ini semua jika tanpa bantuan Kelly waktu itu.


Tapi setelah mendengar dan melihat secara langsung rekaman yang diberikan Reynald, Nicholas memutuskan untuk tidak memberikan hartanya itu pada Kelly, karena ternyata Kelly mengkhianati suaminya sendiri demi laki-laki lain. Iya, Nicholas tau kalau Kelly selingkuh di belakang ayah angkatnya. Dan Nicholas yakin, Ayah angkatnya juga akan menjadi korban jika Nicholas tidak segera menghentikan kejahatan wanita ini.


"Baiklah, aku beri kamu kesempatan dalam beberapa hari ini," ucap Kelly lagi.


"Oke, tapi aku mohon, jangan pernah sakiti Ibuku juga Ibu Natalie. Jika sampai kau melukai dua wanita ini, maka aku juga tidak akan segan-segan menyakitimu."


"Lakukan saja! tapi ada satu hal yang harus kau tahu. Bahwa kau bukan hanya akan kehilangan dua wanita ini jika kau bermain-main denganku."


"Terserah. Apapun itu, aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Tapi jangan pernah sekalipun kau menyentuh orang-orang terdekatku karena aku tidak akan segan-segan berbuat kasar padamu.


"Oke, fine." Kelly menyetujui permainan itu. "Sekarang cepat tinggalkan tempat ini." Kelly mengusir Nicholas.


Sungguh, ini bukan mimpi. Ini nyata. Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya Nicholas mendapatkan kasih sayang dari wanita itu, kini Nicholas akhirnya bisa menyaksikan sendiri betapa jahatnya seorang Kelly Jhonson, ibu angkat Nicholas. Wanita dengan ambisi di atas batas kewajaran ambisi manusia pada umumnya.


Dengan perasaan yang sudah tak menentu, dengan nafas yang memburu, Nicholas pun akhirnya terpaksa meninggalkan rumah mewah yang dulu sering menjadi tempat persinggahannya itu. Rumah mewah yang ternyata menjadi penyebab utama neraka sesungguhnya dalam kehidupannya.


"Rupanya apa yang dikatakan Reynald benar. Orangtua Natalie bukan inti dari semua masalah dalam keluargaku. Dan aku selama ini telah melukai orang yang salah, padahal orang yang jelas-jelas bersalah ada di depan mataku sendiri."


Mengingat Kelly dan kejadian tak terduga hari ini, Nicholas tiba-tiba teringat ucapan Kelly mengenai ....


"Lakukan saja! tapi ada satu hal yang harus kau tahu. Bahwa kau bukan hanya akan kehilangan dua wanita ini jika kau bermain-main denganku."


Tunggu!!!


Siapa yang dimaksud Kelly?


Siapa yang akan disakiti lagi oleh Kelly?


Apakah itu ada hubungannya dengan ayah angkatnya? atau mungkin yang dimaksud Kelly adalah ....


"Natalie."


Nicholas langsung menginjak pedal gas mobilnya, mengendarainya di atas kecepatan rata-rata. Lampu merah pun bahkan sempat ia terobos saat terlihat sepi. Rasa takutnya sudah sampai di ujung ubun-ubun. Dia takut kalau Natalie akan menjadi korban kesadisan orang tua angkatnya itu.


"Lihat saja kalau kau berani menyentuh wanitaku."


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2