Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Jangan buatku takut


__ADS_3

Jalanan siang ini sangat padat. Nicholas sedikit kesusahan untuk menerobos karena mobil-mobil yang berjejer hampir tak memberi celah.


Hanya ada satu jalan yang terlihat senggang, sepertinya Nicholas bisa menggunakan jalur itu. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung membelokkan stir mobilnya dan kembali menginjak pedal gas nya.


Cittttt


Suara decitan ban dengan aspal itu terdengar nyaring di telinga saat Nicholas menginjak rem mobilnya dengan kuat dan membanting stir mobilnya ke arah kiri. Dia hampir saja bertubrukan dengan mobil dari arah berlawanan. Saat ini Nicholas memang sedang menggunakan jalur yang berlawanan. Dia sedang melawan arus, dan itu semua terpaksa dia lakukan karena jika menggunakan jalur biasa, dia takut terlambat menyelamatkan wanitanya.


Huh, huh, huh


Nafasnya terdengar bergemuruh saat dia berhasil melewati maut itu. Bersyukur tidak ada korban jiwa, penumpang dan mobil yang berlawanan tadi pun selamat, hanya saja sepertinya mobil milik orang itu mengalami lecet dan penyok karena membentur bahu jalanan, sedangkan mobil Nicholas yang notabanenya memang khusus dirancang untuk balapan itu hanya mengalami sedikit lecet saja.


Nicholas sempat keluar dan meminta maaf, orang itu sempat memaki habis-habisan Nicholas. Tapi saat Nicholas mengeluarkan puluhan uang kertas dari dalam dompetnya orang itu diam.


"Semoga ini bisa menebus kesalahan saya dan bisa memperbaiki mobil Anda. Sekali lagi saya minta maaf." Nicholas menundukkan sedikit kepalanya lalu kembali mengendarai mobilnya. Beruntung tak jauh d hadapannya sudah terhubung dengan jalan yang semestinya dia pakai. Itu artinya dia bisa segera keluar dari jalanan berbahaya itu.


***


Saat sudah sudah sampai di depan gedung kantor Erick, Nicholas buru-buru keluar dari mobilnya dan menerobos masuk sebelum dua orang security menghadangnya.


"Maaf, anda tidak bisa masuk jika tidak memiliki kartu identitas atau setidaknya bukti bahwa anda memiliki janji," ujar salah satu security itu.


Nicholas menatap tak terima security di depannya. Dia pikir dia siapa? berani-beraninya menghalangi seorang Nicholas Jhonson, CEO dari perusahaan ternama di kotanya.


"Aku ingin bertemu istriku. Apa perlu aku membuat janji hanya untuk bertemu dengannya?"


"Mohon maaf! tapi ini kantor. Jika anda ingin bertemu dengan istri anda, silahkan hubungi saja dia dan suruh dia menemui anda di luar."


Nicholas bukan orang bodoh, kalau saja sejak tadi Natalie mengangkat ponselnya mungkin ia tak akan sekhawatir ini.


Tak terima karena dua security itu terus menghalanginya, Nicholas pun lantas menendang satu persatu kaki dua security itu.


Bugh ... bugh


Dua security itu terkapar sambil memegangi lututnya yang kesakitan. Beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris.


"Tolong!" Salah satu seorang receptionist berteriak dan meminta tolong pada penjaga keamanan lainnya. Alhasil datanglah security sekaligus penjaga keamanan dalam jumlah yang lebih dari sepuluh. Mereka menghadang dan mengancam akan membawa Nicholas ke kantor polisi jika dia tidak segera meninggalkan tempat itu.


Tapi bukan Nicholas namanaya jika dia menyerah begitu saja hanya karena belasan orang di hadapannya. Apalagi ini menyangkut wanitanya.


Bugh , bugh, bugh


Terjadilah perkelahian sengit antara Nicholas dengan belasan orang itu.


Beberapa dari mereka terkapar ke lantai karena kemampuan taekwondo yang dimiliki Nicholas ternyata tidak remeh. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya dia tumbang juga.


Bugh

__ADS_1


Pandangan mata Nicholas langsung berkunang-kunang saat satu benda tumpul berhasil menghujam punduk kepalanya. Seorang penjaga keamanan yang berhasil selamat dari amukan Nicholas itu menggunakan besi berukuran satu meter untuk menghujam kepala Nicholas.


"Arghhh." Nicholas mulai pusing dan mual sekaligus. Sepertinya benda itu sangat keras mengenai kepalanya.


"Mati kau." Salah seorang dari penjaga keamanan itu langsung meringkus Nicholas sebelum sebuah tangan kekar menghalaunya.


"Lepaskan dia!"


Bugh


Penjaga keamanan yang hendak mengikat Nicholas itupun langsung tersungkur ke lantai saat Reyanld menendangnya dengan kakinya.


Rupanya saat Reynald datang ke rumah Nicholas, dia diberitahukan Helena kalau Nicholas pergi mencari Natalie, dan Reynald langsung mengejarnya ke tempat dimana Natalie bekerja. Karena hanya tempat itulah yang pasti ditemui Nicholas, dan ternyata dugaan Reynald benar. Nicholas mendatangi kantor Erick, namun lebih parahnya, dia malah menemukan Nicholas sedang adu otot dengan banyak orang.


"Rey," cicit Nicholas. Beruntung sekali tangan kanan Nicholas itu datang di waktu yang tepat. Karena kepala Nicholas sudah benar-benar kesakitan. Untuk berdiri saja dia rasanya sudah susah, apalagi untuk melawan orang-orang Erick itu.


"Tuan." Reynald langsung membantu Nicholas berdiri. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"


Nicholas terus memegangi kepalanya. "Natalie, Rey!" ucap Nicholas dengan suaranya yang terdengar lirih.


"Ada apa dengan Natalie?"


"Dia ..."


"Nichlolas."


"Natalie," cicit Nicholas. Dia langsung melepaskan tangan Reynald saat melihat wanita yang sejak tadi ia khawatirkan ada di depan matanya.


Dengan langkah gontai sambil memegangi kepalanya yang semakin mencengkram kuat, Nicholas berjalan mendekati Natalie, sementara Natalie hanya bisa diam berdiri dan mematung saking tak percayanya.


Nicholas langsung memangku wajah wanita itu dengan kedua tangannya, sedangkan Natalie yang shock hanya diam dan tak bergeming sedikitpun dari tempatnya. Jujur kenapa hatinya sakit saat melihat Nicholas seperti ini.


Natalie melihat penampilan Nicholas sangat kacau. Bajunya dipenuhi bekas telapak sepatu, wajahnya juga lebam sepertiĀ  bekas pukulan. Kenapa dia bertengkar di kantor Erick?


"Kau tidak apa-apa kan?" tanya Nicholas dengan nafas yang terengah-engah. Aliran darah yang semula terasa tersumbat itu rasanya mengalir kembali dengan semestinya saat melihat wanitanya ternyata dalam keadaan baik-baik saja.


Natalie menggelengkan kepalanya. "Aku ... aku tidak apa-apa." Natalie masih sangat shock dengan apa yang dia lihat di hadapannya. Kenapa Nicholas seperti sangat mengkhawatirkannya, padahal tidak terjadi apa-apa dengannya.


Mendengar jawaban yang sangat ia harapkan keluar dari bibir wanitanya, Nicholas pun menarik senyum di bibirnya, lantas sontak saja dia memeluk wanitanya dengan erat.



"Kau tahu, kau sudah membuatku sangat ketakutan." Nicholas mempererat pelukannya.


*Takut?


Takut kenapa?

__ADS_1


Natalie tidak melakukan apapun.


Kenapa Nicholas harus takut*?


Natalie bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ada apa ini?" Erick yang baru datang itu dikejutkan saat melihat para penjaga keamannnya sudah terkapar di lantai sambil memegangi bagian tubuhnya masing-masing yang memar akibat hantaman pukulan Nicholas.


"Nicholas," cicit Erick. Dia melihat Nicholas sedang memeluk Natalie dengan mesranya di depan banyak karyawannya.


Erick mengeram kesal ketika melihat orang itu dengan santainya melakukan hal gila itu di kantornya. Erick bahkan sudah mengepalkan tangannya seperti hendak berniat memukul laki-laki itu, namun langkahnya terhenti kala Reynald langsung memasang badannya di depan Erick. Dengan tatapan sinisnya, Reynald menatap Erick penuh arti.


"Sepertinya bukan kesalahan yang besar ketika seorang karyawan wanita berpelukan dengan suaminya. Kuharap kau sebagai atasan bisa melihat hal ini dengan akal yang sehat," sindir Reynald.


Mendengar kata-kata itu, Erick pun lantas menarik dirinya kembali. Malas, Erick pun akhirnya memilih pergi meninggalkan kerumunan yang menyebalkan itu.


Sedangkan Natalie dan Nicholas masih dengan posisi yang sama, masih dalam posisi berpelukan. Nicholas tidak peduli dia sedang ada dimana. Pokoknya dia hanya ingin dunia tau kalau dia sangat bahagia karena melihat wanitanya baik-baik saja.


"Jangan membuatku takut lagi!"


To be continued


Cuap-cuap Author


Yang malas baca, di skip saja!


Sebelumnya terimakasih untuk yang setia membaca cerita ini. Dan kali ini aku akan menjawab pertanyaan yang sering mampir di komentar.


"Thor, cerita kamu padahal bagus loh, tapi kenapa yang like, komen and Vote masih dikit banget?"


Aku jawab di sini ya.


Aku gak tahu, yang aku tahu cuma nulis semampu dan sebisa aku. Adapun kalian yang sering komentar minta UP buru-buru, Up Crazy, ya kalo aku bisa ya aku kejar. Kalo gak bisa ya maaf! soalnya aku juga punya kesibukan lain selain menulis. Aku seorang karyawan, aku juga masih berstatus sebagai mahasiswi, yang cuma punya waktu nulis di malam hari.


Urusan kenapa yang vote dan like sedikit? ya balik lagi ke para readers. Aku gak pernah memaksa, yang ikhlas saja.


Intinya feedback pasti ada.


Kalo kalian rajin like dan vote, para penulis lain pun pasti sama halnya dengan aku. Kita semua pasti semangat untuk memberikan yang terbaik buat readers nya.


Jadi, buat temen-temen yang sekiranya senang dengan cerita ini, bantu auhtor buat mempromosikan novel ini. (Note : bagi yang bersedia saja)


Supaya lebih bisa dikenal dan bisa menghibur banyak orang.


Eh, maaf kepanjangan curhatnya.


Sekian terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2