Husband From Hell (Suami Dari Neraka)

Husband From Hell (Suami Dari Neraka)
Pulang bareng


__ADS_3

"Hay, Nat! akhirnya kamu datang juga," sapa Erick yang rupanya sudah menunggu sekitar 10 menit di depan cafe.


"Ah, maaf aku terlambat. Tadi ban mobil taksinya sempet bocor," sahut Natalie yang terdengar ngos-ngosan.


"Oh begitu rupanya. Kenapa kau tidak bilang padaku! kalau begitu kan aku bisa jemput kamu."


Sepertinya kecurigaan Eliza benar. Erick tidak semena-mena hanya mengajaknya bekerja di sana. Buktinya saja di Hari pertama kerja dia menawarkan dirinya untuk menjemputnya. Kalau bos lain pada umumnya mana mungkin mau menjemput karyawan baru di hari pertama bekerja. Dia bahkan tidak marah ketika Natalie datang terlambat.


"Apa mungkin aku harus lebih berhati-hati pada Erick?" gumam Natalie dalam hatinya sebelum akhirnya Erik mengajak Natalie masuk ke dalam cafe yang sudah mulai dipenuhi oleh orang-orang itu.


"Ini tempatnya. Tidak seberapa besar sih. Tapi kurasa cocok untukmu."


Natalie mengitari pandangannya ke beberapa pelosok. Banyak sekali pengunjung yang sudah datang, padahal jam masih terbilang sore.


"Nah, ini." Erick sudah sampai di sebuah ruangan mewah dan besar. Di sana Natalie melihat ada beberapa orang berpakaian formal sedang makan dan minum ditemani beberapa pelayan wanita cantik di sampingnya. dan jangan lupakan, pakaian mereka juga sangat seksi sekali.


"Sial. Rupanya Erick membawaku ke tempat ini," gumam Natalie.


"Hey, tunggu! kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Erick saat melihat wajah Natalie langsung berubah ekspresi saat dia membawanya ke ruangan itu. "Kau tidak berpikir aku memintamu menjadi wanita-wanita itu kan?"


Natalie mengernyitkan keningnya.


"Tenang! aku tidak mungkin menjadikan wanita sepertimu melakukan hal itu." Erick terkekeh geli. "Ayo ikut!"


Lagi-lagi Erick membawanya ke sebuah ruangan. "Nah, ini tempat kerjamu."


Ruangan itu terlihat tidak begitu luas, tapi cukup nyaman. "Nanti, para tamu itu akan datang dan membuat reservasi di sini. Jadi, tugasmu hanya melayani mereka sampai mereka mendapatkan pelayan yang tepat untuk menemani mereka makan."


Natalie bernafas lega. Dalam hatinya ia berkata, "Syukurlah, aku kira ... hampir saja aku berpikiran yang tidak-tidak pada Erick."


"Selamat malam." Tiba-tiba dua orang laki-laki dengan pakaian formal datang dan masuk ke ruangan itu.


"Nah, mereka adalah pelanggan pertama mu. Sekarang coba lakukan tugasmu!"


"Tapi kan aku belum tahu caranya bagaimana?"


"Aku yakin kau pasti bisa," ucap Erick menyemangati lalu mundur beberapa langkah, membiarkan kedua laki-laki itu duduk di kursi di depan meja Natalie.


"Silahkan duduk, Tuan!" Meskipun agak sedikit ragu, namun Natalie mencoba menunjukkan kemampuannya. Dia adalah siswa yang berprestasi di sekolah maupun di kampusnya dulu. Jangan lupakan, dia juga mantan duta kampus di bidang modeling. Jadi, kemampuan gaya bahasa tentunya tidak diragukan lagi.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Natalie seraya memberikan sebuah buku yang tertera kata 'Menu'.


"Wah, sepertinya kau pelayan baru ya?" tanya salah seorang laki-laki itu. "Cantik sekali ya," lanjut laki-laki itu seraya melirik temannya yang hanya dijawab anggukan oleh temannya itu.

__ADS_1


Natalie mencoba untuk ramah. Dia tersenyum, namun memilih tak menjawabnya. Hanya anggukan kecil yang ia berikan. "Silahkan di pilih ruangannya! nanti saya akan bantu Carikan pelayan yang pas untuk menemani makan malam Tuan-tuan sekalian."


Kedua laki-laki itu pun menuju ruangan setelah Natalie meminta dua pelayan wanita untuk datang lewat aplikasi chat khusus cafe itu di layar monitor komputer yang ada di atas meja kerjanya.


"Semoga malam anda menyenangkan," ucap Natalie ramah pada dua laki-laki itu. Salah satu diantara mereka mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan menaruhnya di atas meja Natalie.


"Terimakasih cantik," ucapnya begitu.


Melihat uang yang diberikan dalam jumlah yang tak sedikit, Natalie pun sempat tak percaya. Ini baru pelanggan pertamanya, dan dia sudah mendapatkan uang sebanyak ini. Bagaimana kalau dalam semalam dia bisa melayani 10 tamu saja.


"Wah, kalau begini terus aku bisa segera melunasi hutang-hutangku pada Nicholas," cicitnya dalam hati.


Prok prok prok


Natalie tersadar dari lamunannya. Dia baru ingat kalau sejak tadi ada yang memperhatikannya.


"Sukses!" ucap Erick bangga. "Sejak awal aku sudah yakin kalau kau adalah orang yang tepat untuk bekerja di tempatku. Dan kau memilih pekerjaan yang paling pas dengan kemampuanmu."


"Ah, kau terlalu berlebih-lebihan. Ini hanya sesuatu yang biasa saja." Natalie tampak malu-malu.


"Oh tidak-tidak. Tidak semua orang bisa melakukannya dengan sempurna sepertimu."


Natalie sudah berhasil membuat Erick semakin menyukainya. Sejak awal bertemu, Erick memang menyukai gadis itu.


"Iya. Baiklah."


"Satu hal lagi. Nanti pulangnya tidak usah pesan taksi. Aku antar kamu. Kebetulan apartemenku searah dengan rumahmu."


"Ah, i_iya."


Erick pun pergi setelah tersenyum manis pada Natalie. Sejujurnya ada perasaan tak enak saat dia harus pulang bersama laki-laki lain, dengan statusnya yang saat ini masih menyandang istri dari Nicholas.


"Ah, untuk apa juga aku memperdulikan laki-laki itu. Toh, dia juga tidak menganggapku sebagai seorang istri."


Natalie pun kembali melayani dua tamu yang datang tepat setelah Erick keluar. Kali ini satu laki-laki dan satu wanita yang datang.


"Sepertinya wanita ini adalah simpanannya." Natalie memerhatikan gerak-gerik wanita yang datang itu terlihat sangat agresif sekali pada laki-lakinya. Apalagi saat laki-laki itu bicara jangan sampai memposting apapun di media sosial tentang kepergiannya malam ini. "Apakah Jennifer juga bertingkah seperti ini saat bersama Nicholas?" tiba-tiba saja bayangan tak diundang itu hadir. Mengingat betapa sakitnya dia saat dikhianati oleh orang yang sangat dicintainya membuat mood Natalie berubah seketika.


"Mba, hey!" wanita itu mengejutkan lamunan Natalie.


"Ah, maaf. Ini menu nya. Silahkan!" Natalie memberikan buku menu. Disana pelanggan bisa memilih ruangan tipe seperti apa yang mereka perlukan dan jenis pelayanan apa yang merek inginkan sebagai tambahannya.


"Ini saja?" tanya Natalie.

__ADS_1


"Iya," sahut wanita itu ketus.


"Ternyata bukan Jennifer saja yang memiliki sifat seperti ini. Apa jangan-jangan semua simpanan memang seperti ini sifatnya?" batin Natalie seraya menyerahkan kunci ruangan pada kedua orang itu. "Silahkan!" kedua orang itu pun akhirnya keluar dari ruangan Natalie dan masuk ke ruangan yang di pesannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Sesuai kesepakatan di awal, harusnya Natalie sudah bisa pulang ke rumah. Dia pun segera merapikan barang-barang miliknya.


"Sudah selesai?" Erick datang tepat waktu.


"Ah, sudah."


"Yasudah ayo kita pulang!"


"Sekarang?"


Erick terkekeh geli. "Emangnya kamu mau tidur di sini sama saya?"


"Hah, ng_nggak."


"Yasudah, makanya ayo pulang!"


"I_iya, tunggu sebentar. Aku cuci tangan dulu."


"Oke. Aku tunggu di depan ya!"


Natalie pun mengangguk dan segera mencuci tangannya sebelum ia menemui Erick yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.


**To be continued


Apakah perlu visual?


Kalau perlu, kira-kira siapa ya yang cocok memerankan tokoh


- Natalie


- Nicholas


- Kevin


- Erick


- Eliza


-Jennifer

__ADS_1


Isi kolom komentarnya di bawah ini ya! 😘**


__ADS_2